Kebersihan Pantai Pangandaran Terbengkalai Saat Ramai

17/10/2010 0 Comments

Pangandaran, (HR),-
Seringkali usai perayaan tahun baru sampah berserakan di sepanjang garis pantai kawasan wisata Pangandaran. Akibatnya, sepanjang jalur pantai tampak kotor dan kumuh. Tentunya hal itu mengganggu kenyamanan pengunjung yang hendak menghabiskan liburannya disana.
Rahlan S, Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas Ciptakarya Kebersihan dan Tata Ruang Kab Ciamis, ketika dimintai tanggapannya oleh HR, Senin (4/1) di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya terkendala jumlah personil kebersihan yang kurang memadai.
Menurutnya, hal itulah yang menjadi dasar dan alasan selama ini kenapa kebersihan di sejumlah tempat seperti objek wisata pangandaran menjadi terbengkalai. Selain itu, kendala lain yang menyebabkan hal itu terjadi akibat insentif petugas di lapangan yang sangat minim.
“Kurangnya tenaga kebersihan, sarana prasarana serta tidak adanya insentif untuk tenaga kebersihan juga menjadi salah satu penyebab lambatnya penanganan kebersihan di objek wisata pangandaran,” katanya.
Selain itu, Rahlan menambahkan, permasalahan sampah di objek wisata pangandaran juga disebabkan oleh kurangnya kedisiplinan para pengunjung, berdatangannya PKL (pedagang kaki lima) musiman, dan PKL permanen.
Rahlan menerangkan, jumlah tenaga kebersihan yang ada di objek wisata pangandaran saat ini sebanyak 73 orang termasuk staf administrasi yang terdiri dari 51 orang PNS dan 22 orang honorer.
Bantuan dari kab. Ciamis hanya paling banyak dua sampai tiga orang saja. Sementara jumlah personil yang diperlukan untuk menangani kebersihan di pantai pangandaran saat hari-hari ramai seperti tahun baru minimalnya mencapai 200 orang lebih.
Dia menabahkan, kini sarana yang dimiliki pihaknya hanya 2 unit kendaraan dumm truck dan 1 unit kendaraan amroll. Kendala lainnya yang menghambat proses akhir pembersihan adalah jalur menuju TPA (tempat pembuangan akhir) Purbaluyu yang masih rusak.
“Jelas kami kesulitan, apalagi dengan jarak Pangandaran Purbaluyu sekitar 15 KM, dengan kondisi jalan yang rusak, akibatnya pengangkutan sampah pun menjadi sedikit terhambat,” ungkapnya.
Adapun retribusi kebersihan perhari bagi PKL di sekitar objek pangandaran Rp. 300,-, untuk kios Rp. 300,-, Pengunjung Rp. 200,-, sementara untuk Hotel sebesar Rp. 40.000 perbulannya, dan untuk restoran berdasarkan klasifikasi tertentu, restoran besar Rp. 15.000,- , Restoran sedang Rp. 12.000,- , dan restoran kecil Rp. 8000,-.
Hendra, Staf Bidang Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kab Ciamis, ketika ditemui HR, mengatakan, kondisi objek pangandaran yang ramailah yang menyebabkan bertumpuknya sampah dan terkendalanya proses pembersihan.
Untuk itu, pihaknya beserta kelompok penggerak pariwisata berharap semua unsur untuk berupaya membantu memaksimalkan peran dalam membangun objek wisata di kab Ciamis. (ido)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply