Pembuatan Bendung dan Saluran Air Cigaleuh Dipersoalkan Warga

28/10/2010 1 Comment

Bendung yang sejatinya memberikan pengairan justru malah tiada guna. Proyek yang memakan biaya besar tersebut malah menghasilkan kekecewaan masyarakat

Panumbangan, (harapanrakyat.com),- Masyarakat Dusun Manggahan Desa Sindangbarang Kec. Panumbangan mempersoalkan pembangunan bendung (dam) dan saluran pengairan Cigaleuh dari aliran Sungai Ciharus yang tidak sesuai dengan perencanaan.

Padahal, menurut masyarakat setempat, jika pembangunan bendung dan pengairan tersebut sesuai dengan rencana, dapat dipastikan bisa mengairi sawah petani Desa Sindangbarang seluas kurang lebih tiga puluh hektar.

Jefri Umbara, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Manggahan, ketika ditemui HR, beberapa waktu yang lalu, menyayangkan pembangunan tersebut, yang saat ini tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dia menilai, pembangunan bendung, yang sejatinya mengairi irigasi Cigaleuh dan pesawahan Desa Sindangbarang, tidak sesuai perencanaan pada waktu pengajuan pembangunan.

Lebih jauh, Jefri mengungkapkan, pihaknya kecewa dengan hasil akhir pembangunan tersebut. Dia mengaku, sangat berharap agar bendungan tersebut bisa memberikan manfaat bagi masyarakatnya.

“Kenyataan dilapangan, tim dari Dinas Pertanian Kab. Ciamis hanya membuat saluran di daerah yang bukan seharusnya dibangun. Akibatnya, saluran tersebut tidak bisa berfungsi,” ungkapnya.

Jefri juga mempertanyakan keseriusan pihak panitia pelaksana pembangunan dalam pembuatan bendung dan saluran pengairan yang selama ini dinantikan oleh masyarakat.

Ia menambahkan, lokasi pembangunan saluran pengairan berada di atas lebih tinggi dari bagian hulunya, akibatnya tidak mampu mengalirkan air ke pesawahan warga setempat.

Untuk itu, menurut Jefri, seharunya pihak Dinas Pertanian Kab Ciamis kembali meninjau lokasi pembangunan bendungan dan saluran air tersebut.

“Meski dalam gambar benar, namun pada kenyataannya, air tidak bisa mengalir karena tingginya paralon, ukuran paralon hanya tiga inci, yang seharusnya mengunakan paralon delapan inci,” jelasnya.

Senada dengan itu, Oyo, Ketua Lembaga Permusyaratan Masyarakat (LPM) Desa Sindangbarang, ketika dimintai tanggapan oleh HR, mengatakan, agar pihak pelaksana pembangunan segera memperbaiki bendungan dan salurannya itu.

Oyo menilai, jangan sampai pembangunan bendungan dan saluran air tersebut memberikan kesan, hanya menghamburkan uang saja. Untuk mengantisipasi hal itu, dia berharap pelaksana pembangunan segera merespon permintaan pihaknya.

Di samping itu juga, Oyo menjelaskan, bahwa wilayahnya, daerah Panumbangan merupakan kawasan agropolitan. Dia juga berharap, Pemkab. Ciamis, melalui instansi yang menangani pembangunan bendung, serta DPRD, memberikan perhatian lebih terhadap kondisi yang terjadi di wilayah Panumbangan tersebut.

Sementara hingga berita ini diturunkan, ketika HR ingin mengkonfirmasi perihal tersebut, kepada Dinas Pertanian, yang bersangkutan tidak bisa ditemui, dengan alasan tugas luar. (es)

About author

Related articles

1 Comment

  1. eman November 03, at 14:27

    Tuntaskaeun , Saha Nu Kudu Tanggung Jawab.Mubajir atuh Bangunan teh ari kitumah.

    Reply

Leave a Reply