”Belajar Kepada Angsa”

27/11/2010 0 Comments

Filosi dari hewan angsa yang secara ilmiah menggambarkan hal-hal yang positif. Foto : Istimewa.

Di negara-negara yang mempunyai 4 musim, maka pada musim gugur, akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf "V". Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa
rombongan angsa tersebut terbang dengan formasi "V".

Fakta:
Dari mekanika fluida diketahui, pada saat burung yang di depan mengepakkan sayapnya, gelombang / aliran udara yang dihasilkannya akan memberikan "nilai tambah" bagi burung yang terbang tepat disamping belakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di samping belakang tidak perlu bersusah-payah untuk menembus 'dinding udara' di depannya. Dengan terbang dalam formasi "V", seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71 % lebih jauh daripada kalau setiap
burung terbang sendirian.

Pelajaran:
Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membagi dalam komunitas mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.
Fakta:
Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari "nilai tambah" yang diberikan burung di depannya.

Pelajaran:
Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti seekor angsa, kita akan tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan didepan. Kita akan mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama.
Fakta:
Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.

Pelajaran:
Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya angsa, manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan, kapasitas, dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya lainnya.

Fakta:
Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh-rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.
Pelajaran:
Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.

Fakta:
Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

Pelajaran:
Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama seperti ketika segalanya baik!

Hikmah:
Pada dasarnya angsa-angsa tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk mengamati , menganalisa , ber-ekperimen, dan lain-lain. Semua kemampuan yang dimilikinya adalah sudah "built-in" didalam
badannya. Berdasarkan teori yang ada sekarang, semua fakta yang ada dialam ini adalah hasil dari suatu proses evolusi yang sangat panjang, dan semua itu terjadi secara kebetulan, yang artinya semua terjadi tanpa skenario dan sutradara.

Padahal secara logika, kalau misalnya kita punya huruf A sampai Z yang terbuat dari palstik yang masing-masing jumlahnya 1000 buah, kemudian secara acak kita lempar begitu saja keatas meja, seberapa besarkah tingkat kemungkinannya / kebetulannya sehingga tersusun menjadi suatu puisi yang sangat indah, tentu nol persen. Sehingga secara logika, apabila ada puisi yang sangat indah pasti ada yang menggubahnya. Secara logika pula, adalah "orang yang habis minum pil koplo" saja yang beranggapan bahwa sebuah puisi yang sangat indah bisa terjadi dengan sendirinya secara kebetulan.
Sehingga hikmah yang dapat kita petik adalah, semua isi alam ini pasti ada yang menciptakan dan mengaturnya, sehingga isi alam ini bisa menjadi sebuah sistem yang sangat kompak dan seimbang.
Kita wajib mengagumiNYA. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply