Jutaan Kubik Material Vulkanik Menumpuk, Bahaya Lahar Dingin Mengancam

04/11/2010 Berita Terbaru , Headline
Jutaan Kubik Material Vulkanik Menumpuk, Bahaya Lahar Dingin Mengancam

SEMBURAN MATERIAL VULKANIK. Seorang anak berlari menyelamatkan diri saat terjadi semburan material vulkanik dari puncak Gunung Merapi yang tertutup kabut, dari Tempat Pengungsian Akhir Samiran, Selo, Boyolali, Jateng, Senin (1/11). Puncak Merapi pada erupsi jam 10.10 dan 10.25 WIB menyemburkan material vulkanik yang menimbulkan kepanikan sejumlah warga di pengungsian. FOTO ANTARA/Andika Betha/Koz/mes/10

News, (harapanrakyat.com),- Senin 1 November 2010, sekitar jam 10.05 WIB, Gunung Merapi kembali meletus. Dentuman yang disusul dengan bumbungan tinggi awan panas ke udara, membuat warga panik.

Dentuman keras terjadi sesaat sebelum Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta mengeluarkan awan panas.

Kepulan awan panas ke udara yang dimuntahkan merapi terlihat dari dua daerah, yaitu dari Desa Pasuruan, Kecamatan Kemalang dan Klaten Yogyakarta dengan jelas.

Bahkan kepulan awan panas atau wedus gembel merapi dapat melewati bukit Kendil yang selama ini dipercaya masyarakat belum pernah terjadi.

Susulan detuman juga terjadi sekitar pukul 10.27 WIB dan 10.30 WIB. Gunung yang berketinggian 2.965 meter di atas permukaan laut memuntahkan awan panas.

Muntahan awan panas ke udara mencapai 1,5 km dengan jarak luncuran sekitar 7 km dari puncak merapi menuju Kali Gendol dan Kali Woro.

Ketika semburan awan panas terjadi, arah angin bertiup ke bagian Timur Gunung Merapi, sehingga tidak bisa dihindari hujan abu vulkanik terjadi di Klaten dan Boyolali.

Meletusnya Gunung Merapi kali ini juga, menimbulkan kepanikan para warga yang ada di barak pengungsian di lapangan Kalangan, Kecamatan Seragen, Magelang.

Kerasnya suara dentuman membuat warga kocar-kacir keluar dari barak pengungsian, bahkan seorang perempuan jatuh pingsan. Namun, kepanikan tidak berlangsung lama karena relawan berhasil menenangkan warga.

Dari pantauan arah angin memang tidak mengarah ke Barat, yaitu ke Magelang, tapi warga diminta untuk tetap waspada karena arah angin bisa berubah setiap saat, dan tidak bisa diprediksikan.

Bahaya Lahar Dingin

Warga di sekitar Kali Gendol dan Kali Woro, Klaten, Jawa Tengah harus waspada dengan ancama banjir lahar dingin yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Sebab, gundukan material vulkanik dan luncuran lahar menumpuk di atas Kali Gendol dan Woro panjangnya mencapai 2- 3 km.

Tumpukan material vulkanik yang diperkirakan berton-ton terlihat jelas di Dusun Sambung Rejo, Desa Kalerante, Kec. Kemalang, Klaten, Jawa Tengah.

Cuaca di sekitar yang terlihat mendung berpotensi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, hal itu dikhawatirkan dapat memicu banjir lahar dingin.

Bahkan diperkirakan tumpukan material vulkanik yang menumpuk hingga jutaan kubik itu masih bersuhu sangat panas, terlihat dari kepulan  asap yang terjadi. (pjr)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles