Masih ada Dikotomi Antara Sekolah Swasta dan Negeri

Masih ada Dikotomi Antara Sekolah Swasta dan Negeri

Banjarsari, (harapanrakyat.com),- Pemerintah Kabupaten Ciamis dinilai masih memberikan perlakuan yang tidak setara dalam membiayai pelaksanaan pendidikan dasar di sekolah negeri dan swasta. Padahal, lebih dari 70 persen sekolah swasta membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk memberikan layanan pendidikan dasar yang berkualitas.

Salah seorang kepala sekolah SMP Swasta yang namanya enggan dikorankan mengatakan, pemerintah wajib mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa membeda-bedakan swasta dan negeri. Namun, dalam praktik di lapangan, sekolah-sekolah swasta sulit untuk mendapat bantuan untuk membiayai kegiatan pembelajarannya.

Menurut dia, sikap pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang tidak merasa wajib untuk memperhatikan sekolah-sekolah swasta, telah melanggar UUD Pasal 55 Ayat 4 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pada ayat tersebut disebutkan, lembaga pendidikan berbasis masyarakat dapat memperoleh bantuan teknis, subsidi dana, dan sumber daya lain secara adil dan merata dari pemerintah dan/atau pemerintah daerah.

Diakui olehnya, memang pemerintah telah menyalurkan bantuan operasional sekolah kepada seluruh sekolah. Namun itu tentu tidak akan cukup, terlebih lagi nominal jumlah BOS yang diterima tergantung sedikit banyaknya jumlah murid.

“Cek saja, seluruh sekolah swasta pasti kekurangan ruangan untuk kegiatan belajarnya. Namun dari tahun ke tahun tak kunjung mendapatkan bantuan, sementara sekolah negeri, tiap tahun kerap mendapatkan bantuan,” katanya.

Aminudin, salah seorang praktisi pendidikan di Banjarsari ketika dimintai tanggapan oleh HR, mengatakan, dikotomi sekolah swasta negeri sampai kapanpun pasti ada. Terlebih lagi ditengah birokrasi yang jelek seperti ini.

Menurutnya, pemerintah melalui dinas terkait segera menghapuskan dikotomi sekolah negeri atau swasta, kalau mau maju pendidikan di Ciamis, pemerintah harus objektif menilai keberadaan sekolah itu dari sekolah yang berkualitas, bukan negeri atau swasta.

Kalau tidak salah, menurut Amin, pada soal UAN tahun ini ada 8 paket, itu artinya celah untuk melakukan pemberian jawaban (oleh Tim sukses) akan sangat sulit.

“Nah dari hasil UAN ini, akan ketahuan mana ranking sekolah di sebuah daerah,” pungkasnya. (amlus)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles