PT Sung Shim, Desember Seleksi Calon Pegawai

20/11/2010 0 Comments

Peserta pelatihan di pabrik bulu mata kini jumlahnya menyusut menjadi sekitar 200 orang. Jumlah peserta yang baru lebih sedikit daripada peserta yang keluar. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Setelah mengajukan permohonan bantuan untuk perekrutan peserta pelatihan kepada pemerintah kota melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar, kini cabang PT. Sung Shim Internasional salah satu perusahaan asing milik Korea yang memproduksi bulu mata palsu di Kel. Bojongkantong, Kec. Langensari, rencananya Desember mendatang akan melakukan seleksi untuk calon tenaga kerja.

Pihak perusahaan tersebut berharap pabrik bulu mata dapat menampung hingga lima ribu pekerja, dan mereka diutamakan harus orang Banjar. Hal ini tentu akan membantu pemerintah dalam mengatasi masalahan pengangguran.

Menurut Harun Edi Suryadi, sebagai pengelola PT. Sung Shim Internasional cabang Kota Banjar, mengatakan, bahwa pihak pemerintah kota melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja telah beberapa kali melakukan kunjungan ke tempat pelatihan.

“Pemkot siap membantu untuk perekrutan peserta pelatihan, nanti setelah mereka mengikuti pelatihan sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan, mereka tentunya akan menjadi tenaga kerja di perusahaan kami,” ujarnya, Jum’at (12/11).

Harun mengungkapkan, pihak perusahaan telah menyediakan lahan untuk bangunan pabrik. Namun, syarat mempunyai bangunan pabrik tersebut pihak perusahaan meminta pada pengelola supaya menyiapkan tenaga kerja minimal 300 orang.

Sementara, pihak pengelola hingga saat ini masih belum bisa memenuhi persyaratan itu, lantaran jumlah peserta pelatihan tidak bisa bertambah akibat mereka banyak yang keluar.

Dari jumlah sebelumnya mencapai kurang lebih 300 orang, kini menyusut menjadi sekitar 200 orang peserta pelatihan. Jumlah peserta yang baru lebih sedikit daripada jumlah peserta yang keluar.

Ditemui tempat terpisah, Senin (15/11), Kasi Penempatan Produktifitas Tenaga Kerja Dinsosnaker Kota Banjar, Wasino, membenarkan bahwa pihak pengelola PT. Sung Shim Internasional baru-baru ini telah mengajukan permohonan untuk perekrutan peserta pelatihan calon tenaga kerja.

Wasino mengatakan, dalam hal ini pihaknya hanya memfasilitasi bagi pengguna dan pencari kerja. Dan siap membantu memfasilitasi perekrutan calon peserta pelatihan, yaitu dengan menghubungi pencari kerja berdasarkan data yang tercatat di Dinsosnaker.

“Kami mengacu pada Kepres No 4 Tahun 1980 tentang wajib lapor lowongan pekerjaan di perusahaan. Intinya, setiap perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja wajib melaporkan ke dinas mengenai kebutuhan tersebut,” katanya.

Misalkan, nama jabatan pekerjaan yang dibutuhkan, kemudian, uraian pekerjaan atau tugas yang akan dilaksanakan, jumlah tenaga yang diperlukan, jenjang pendidikan, serta persyaratan tenaga kerja yang dibutuhkan.

Jika perusahaan sudah memenuhi itu, lanjut Wasino, maka pihaknya baru melangkah. Yaitu melakukan pemanggilan langsung kepada pencari kerja yang ada dalam data Dinsosnaker.

Atau melakukan pengumuman melalui media cetak dan elektronik, bisa juga melalui surat ke setiap desa/kelurahan tentang pengumuman lowongan kerja, serta melalui brosur yang ditempel pada papan pengumaman di kantor Dinsosnaker.

“Tapi pihak perusahaan juga harus proaktif, jangan mengandalkan dinas saja. Kalau sudah ada pendaftar, nanti tentukan tempat dan waktunya untuk mengumpulkan mereka, apakah mau di dinas atau langsung di pabrik,” kata Wasino.

Dalam pertemuan itu, pihaknya hanya menginformasikan tentang kelegalan perusahaan tersebut. Sedangkan mengenai teknisnya itu kewenangan perusahaan.

Selain itu, agar syarat mempunyai bangunan pabrik cepat terealisasi, maka perusahaan harus membuat MoU atau perjanjian pemagangan antara perusahaan dan peserta.

MoU tersebut untuk pegangan hukum supaya peserta pelatihan tidak keluar masuk. “Dinas juga siap membantu membuat draf MoU-nya. Untuk pabrik bulu mata, saat ini baru akan membuat MoU tersebut,” pungkasnya. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!