Suherman dan Ijah Menderita Tumor Ganas

27/11/2010 0 Comments

Suherman (59) mengindap tumor ganas berharap ada ukuran tangan dari para dermawan untuk biaya pengobatannya. Foto : Eji/HR.

Uluran tangan dermawan sangat dinantikan

Cipaku, (harapanrakyat.com),- Malang menimpa Suherman (59) dan Ijah (63), warga Dusun Kulon, Desa Ciakar. Kecamatan Cipaku Kab. Ciamis. Pasangan suami istri ini mengidap penyakit tumor ganas. Mereka tergolong warga keluarga pra-sejahtera. Untuk kembali berobat mereka membutuhkan bantuan dana, agar bisa terbebas dari penyakit tumor yang telah lama diderita.

Suherman dan Ijah, menurut Kasie Pemerintahan Desa Ciakar, Lili, keduanya sempat menjalani pemeriksaan dan perawatan selama hampir dua minggu di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

“Karena faktor keterbatasan biaya pengobatan, akhirnyna mereka dipulangkan. Meski kondisinya kini semakin para saja. Hal itu dapat dilihat dari semakin membesarnya benjolan tumor yang bersarang dibelakang telinga Suherman,” kata Lili baru-baru ini kepada HR.

Lanjut Lili, sebetulnya Suherman dan Ijah sewaktu menjalani perawatan RSHS Bandung, sempat akan dilakukan operasi bedah untuk mengangkat tumor mereka. Akan tetapi, karena saat itu kondisi fisik mereka mengalami sesuatu hal, maka operasi bedah urung dilakukan.

“Dokter yang merawatnya akan membedah mereka pada 2 November lalu. Karena kondisi kesehatan mereka kurang baik waktu itu, maka tidak jadi dilakukan operasi pengangkatan tumor,” ucap Lili.

Saat ini, Suherman dan Ijah hanya bisa berpasrah diri atas tumor yang diderita mereka. Selain penyakit tumor, mereka pun mengidap penyakit darah tinggi yang mengakibatkan keduanya mengalami stroke.

“Ijah dan Suherman sekarang hanya bisa terbaring lemas, tanpa bisa melakukan aktivitas sedikitpun. Untuk kembali berobat ke RSHS mereka kesulitan pembiayaan. Kami berharap pihak pemerintah Kabupaten Ciamis dan dermawan, bisa membantu meringankan beban yang mereka alami saat ini,” harap Lili.

Baik Suherman atau Ijah, mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, karena kondisi keuangan mereka, yang hidup serba kekurangan. Kini mereka hanya bisa pasrah dan menantikan uluran tangan para dermawan. (dji)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply