Usaha Peternakan Ayam Kampung Menggiurkan

27/11/2010 0 Comments

Kandang ayam milik Usep yang kini membutuhkan perluasan lahan kandang, namun terganjal biaya modal investasi. Foto : Aam Lusyana/HR.

Faktor Permodalan Menghambat Pengembangan

Banjarsari, (harapanrakyat.com),- Usaha ternak ayam kampung merupakan usaha yang menjanjikan. Alasannya, pasar dan permintaan ayam kampung di beberapa daerah cukup tinggi, tinggal bagaimana peternak atau pengusaha bisa memanfaatkan peluangnya.

Salah satu peternak ayam kampung, Usep (39) warga Dusun Cicapar, Desa Cicapar Kec. Banjarsari sudah mencoba menggeluti usaha tersebut sejak lima tahun silam.

Meski tidak dalam skala besar, namun penghasilan dari usaha itu cukup bisa membiayai hidup istri dan kedua anaknya. Ditemui di kediamannya, Selasa (23/11) Usep mengungkapkan, kini ia memiliki 100 ekor ayam kampung pedaging dan 50 telor ayam kampung yang siap ditetaskan.

Satu bulan yang lalu, usaha ternak ayam kampung miliknya sedikit mengalami kendala, dan ia terpaksa menjual 100 ekor ayam kampung, karena luas kandang yang tidak memadai.

Usep mengaku, kini dirinya sedang mencoba membuat kandang tambahan dengan ukuran 8 x 4 meter persegi, untuk menampung ayam peliharaanya. Untuk kandang yang baru ini, ia akan memfokuskan usaha penetasan telur ayam kampung saja, jadi tidak sampai memelihara ayam hingga besar.

Pangsa pasar anak ayam kampung, yang baru berumur seminggu lumayan cukup menggiurkan. Ternyata, anak ayam kampung juga sedang banyak dicari untuk diternakan.

Biasanya, Usep menjual anak ayam kampung yang berusia seminggu dengan harga 5 ribu per ekor. Sementara itu untuk harga ayam kampung pedaging perekornya ia jual dengan harga Rp. 60 ribu.

Untuk pakan ternak ayam, Usep membuatnya sendiri, yaitu dari campuran jagung, gaplek, singkong, dedak, dan tepung ikan. Sementara untuk minumannya ia buat dari campuran jahe, dan laja.

Hanya saja, memang Usep mengakui, selain usaha ternak ayam kampung ia juga sedang merintis ternak ikan mujair dan bawal. Namun masih dalam sekala kecil, yaitu hanya 100 ekor ikan.

“Kedepannya mungkin akan dikembangkan, saya khawatir, kendala biaya biasanya sering menjadi persoalan,” pungkasnya. (Amlus)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!