Home Industry €œMarning€ Butuhkan Permodalan dan Pembinaan

23/12/2010 0 Comments

Titin bersama tetangganya sedang mengemas makanan olahan marning di rumahnya. Foto : Aam Lusyana/HR.

Cijeungjing, (harapanrakyat.com),- Pembinaan dan permodalan seringkali menjadi penyebab terkendalanya sebuah usaha kecil atau home industry dan UMKM. Padahal usaha kecil seperti itu, mampu memberikan sumbangsih yang cukup besar bagi penyerapan lapangan pekerjaan.

Salah satunya Titin (43), pengusaha home industry Marning€ di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kab. Ciamis. Ketika ditemui HR, beberapa waktu yang lalu, Titin mengaku melakukan usaha pembuatan marning dengan modal seadanya.

Usaha yang digelutinya itu, diakui Titin, hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya semata. Lebih jauh, Titin menceritakan usaha keluarganya itu mampu menyedot karyawan yang kebetulan juga merupakan tetangga di sekitar rumahnya.

Kurang lebih hampir 10 tahun Titin melakoni usaha tersebut, hanya saja, dia mengaku masih terkendala oleh masalah permodalan dan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM). Akibatnya, pengembangan usaha marning miliknya menjadi jalan di tempat.

Meskipun demikian, Titin menilai bahwa usaha pembuatan marning cukup menjanjikan untung yang berlipat. Fakta yang ditemui Titin di pasaran, pengemasan marning miliknya masih kalah dengan pengemasan usaha orang lain yang serupa.

Karena masih cukup menjanjikan untung, Titin akan tetap mengolah dan menjalankan usahanya tersebut. Hanya saja, Titin juga enggan menyebutkan berapa besaran keuntungan yang hingga kini sudah diraihnya.

Alasannya menurut Titin, usaha marning miliknya tergantung bagaimana nilai harga jagung di pasaran.

Titin juga menjelaskan bagaimana dia mengolah marning, pertama, jagung dikupas dari daunnya, kemudian direndam selama 2-3 jam. Setelah itu, jagung direbus sampai masak, lalu dikeringkan dengan cahaya matahari anatara 1 sampai 2 hari. Setelah benar-benar kering, barulah jagung digoreng.

Setelah semua proses penggorengan selesai, jagung ditiriskan sampai benar-benar dingin. Dilanjutkan dengan Proses terakhir, semua bumbu yaitu (Garam, Gula putih, Penyedap Rasa, Bawang putih, dan Cabe merah) diulek sampai halus.

Bumbu yang sudah halus kemudian digoreng, dan bila aroma bumbu sudah menyengat itu menandakan bumbu sudah matang, barulah semua jagung yang masak dimasukan kedalam adonan bumbu, dan diaduk hingga rata.

Pada kesempatan yang sama, Titin mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan usaha makanan ringan marningnya. Ia berharap pemerintah bisa membantu permodalan dan memberikan pembinaan, agar usahanya bisa semakin maju. (amlus)

About author

Related articles


No Comments Yet!

You can be first to comment this post!