Pengisian 8 Kekosongan Formasi CPNS Dimanfaatkan Calo?

23/12/2010 0 Comments

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Adanya usulan dari Pemkab Ciamis ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) untuk merubah alokasi formasi CPNS Kab. Ciamis, menyusul adanya delapan kekosongan yang tidak ada pelamarnya, ternyata dimanfaatkan oleh calo.

Si calo tersebut menawarkan jasa kepada pelamar yang tidak lulus dengan menjanjikan akan meluluskan ke dalam  delapan formasi tersebut. Tetapi ujung-ujungnya si calo itu meminta imbalan uang sebesar Rp. 70 juta.

Menurut salah seorang pelamar CPNS Kab. Ciamis (yang tidak lulus) yang namanya enggan dikorankan, dirinya sempat ditawari oleh salah seorang yang menyatakan sanggup meloloskan ke dalam delapan formasi CPNS yang terdapat kekosongan pelamar.

“ Orang itu mengatakan sanggup meloloskan saya ke dalam formasi tambahan tersebut. Tetapi, untuk memuluskan agar saya bisa lolos, dia meminta uang sebesar Rp. 70 juta, “ ujarnya, kepada HR, di Ciamis, Senin (20/12).

Dia menjelaskan, awalnya dia tertarik dengan tawaran si calo tersebut, namun rasa ketertarikan itu mengendur setelah dirinya memiliki firasat buruk bahwa itu merupakan penipuan.

“ Karena penasaran, lantas saya tanya ke teman saya soal informasi adanya delapan perubahan alokasi formasi CPNS Kab. Ciamis. Ternyata, jurusan disiplin ilmu saya, yakni jurusan Administrasi Negara, tidak termasuk ke dalam pelimpahan formasi untuk mengisi delapan kekosongan formasi yang tidak ada pelamarnya,” katanya.

Setelah mengetahui bahwa hal itu merupakan penipuan, lanjutnya, dia pun tidak menanggapi lagi tawaran dari si calo tersebut. “ Untung saja, saya tidak sampai tertipu, “ imbuhnya sembari mengusap dadanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kepegawaian dan Mutasi BKDD Kab. Ciamis, Drs. Chandra, meminta agar masyarakat tidak percaya jika ada oknum yang menawarkan jasa bisa meloloskan CPNS. “ Itu adalah penipuan,” tegasnya, kepada HR, di ruang kerjanya, Selasa (21/12).

Menurut Chandra, seleksi dan penjaringan CPNS Kab. Ciamis dilakukan oleh tim independent dari Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Pihaknya, hanya sebatas menjadi panitia penyelenggara CPNS yang hanya menyediakan tempat testing semata. “ Jadi, penjaringan CPNS ini dilakukan secara objektif,” imbuhnya.

Chandra menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum bisa mempublikasikan siapa saja nama yang sudah dinyatakan lolos untuk mengisi formasi yang mendapat pelimpahan alokasi formasi. Karena pihaknya masih menunggu keputusan dari Bupati.

“Kalau sudah ada keputusan dari Pak Bupati, kita akan segera menginformasikan kepada masyarakat  siapa saja yang lolos untuk mengisi delapan kekosongan formasi. Rencananya juga kita akan mempublikasikan hal itu di media massa,”ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kab. Ciamis akan mengajukan usulan ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera (Menpan) untuk melakukan perubahan alokasi formasi CPNS Kab. Ciamis tahun 2010. Hal itu dilakukan menyusul adanya delapan formasi pada CPNS kali ini yang tidak ada pelamarnya.

Chandra, mengatakan, berdasarkan arahan dari Menpan, apabila terjadi kekosongan pelamar pada salah satu formasi, maka pemerintah dearah setempat bisa mengusulkan untuk melakukan perubahan alokasi formasi.

“ Karena apabila tidak diusulkan untuk dilakukan perubahan alokasi formasi, maka kuota pegawai dari hasil CPNS kali ini, akan berkurang, “ ujarnya.

Menurut Chandra, dari 232 kuota CPNS Kab. Ciamis, ada delapan lowongan yang tidak ada pelamarnya. Yakni pada lowongan Dokter Gigi yang terdapat 5 formasi, ternyata hanya 3 pelamar yang mendaftar.

“Sementara pada lowongan Pendidikan Seni Karawitan SMP yang terdapat 2 formasi, Instruktur Latihan Kerja pada kualifikasi pendidikan S1 Teknik Elektro dan S1 Teknologi Perkayuan masing-masing terdapat 2 formasi, tidak ada satu pun yang melamar,” terangnya.

Untuk kekosongan 2 lowongan pada formasi Dokter Gigi, lanjut Chandra, sudah diusulkan untuk diubah dan dialihkan untuk formasi Apoteker dan Dokter Umum.

“ Jadi, untuk mengisi dua kekosongan pada formasi dokter gigi, nantinya akan diambil dari pelamar Apoteker dan Dokter Umum yang nilainya tertinggi dari pelamar yang dinyatakan tidak lulus hari ini,” imbuhnya.

Dengan artian, kata Chandra, apabila penerimaan Dokter Umum terdapat 4 formasi dan Apoteker 5 formasi, nantinya akan ditambah masing-masing 1 formasi dari pemindahan alokasi formasi yang terdapat kekosongan pelamar pada formasi Dokter Gigi.

“ Nah, yang berhak mengisi tambahan formasi tersebut, misalnya dari Dokter Umum yang terdapat 4 formasi, otomatis pelamar Dokter Umum rangking ke 5 yang hari ini dinyatakan tidak lulus bisa berubah menjadi lulus, karena ada penambahan 1 formasi,” ujarnya.

Sementara untuk kekosongan pelamar pada lowongan Instruktur Pelatihan Kerja pada kualifikasi pendidikan S1 Teknik Elektro, sambung Chandra, akan dialihkan ke lowongan Penyuluh Pertanian. Sedangkan Instruktur Pelatihan Kerja pada kualifikasi pendidikan S1 Teknologi Perkayuan akan dialihkan ke lowongan Pengawas Bibit Ternak.

Untuk lowongan Pendidikan Seni Karawitan SMP yang terdapat 2 formasi, akan dialihkan 1 formasi ke lowongan Pendidikan Bahasa Inggris dan 1 formasi ke Guru Kimia SMK.

“ Jadi, yang sekarang dinyatakan tidak lulus, masih ada peluang menjadi lulus, asalkan si pelamar tersebut rangkingnya tertinggi di formasi yang mendapat pelimpahan alokasi formasi,” ujarnya. (Bgj/DSW)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!