Sejumlah Kalangan Pertanyakan Penataan Wajah Alun-alun Banjarsari

04/12/2010 1 Comment

Banjarsari, (harapanrakyat.com,- Sejumlah kalangan masyarakat di Kecamatan Banjarsari meminta Pemkab Ciamis membenahi area taman alun-alun Banjarsari. Permintaan itu muncul karena alun-alun merupakan pusat kota kecamatan. Selain itu, agar kecamatan Banjarsari nampak tertib, indah dan bersih.

Hal itu disampaikan H Surya, tokoh masyarakat Banjarsari, ketika ditemui oleh  HR, Senin (29/11) di kediamannya. Surya mengungkapkan, penataan kota, khususnya alun-alun belum sepenuhnya mendapatkan perhatian, itu terbukti dari betapa alun-alun Banjarsari nampak kumuh dan kotor. Selain itu, wilayah lainnya di Banjarsari yang belum mendapatkan perhatian yakni trotoar jalan dan terminal.

“Selama ini pembangunan yang dilakukan Pemkab Ciamis belum sepenuhnya dirasakan oleh warga Banjarsari. Padahal, wilayah Banjarsari merupakan salah satu kawasan yang padat penduduk,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Surya menilai, tidak sedikit masyarakat sering mengeluarkan sejumlah iuran atau swadaya untuk pembangunan di Wilayah Banjarsari. Dengan kondisi itu, sejatinya pemerintah bisa mempertimbangkan bagaimana nasib pembangunan di Banjarsari di kemudian hari.

Tidak menutup kemungkinan, kata Surya, wilayah Banjarsari menjadi pusat transit atau perdagangan pada suatu saat nanti. Alasannya, wilayah Banjarsari cukup strategis karena berbatasan langsung dengan wialayah jawa Tengah.

“Kemungkinan bisa saja terjadi, jika Banjarsari sudah tertata dengan baik, masyarkat dari berbagai daerah mendatangi dan berkunjung kesini,” ungkapnya.

Surya juga menyayangkan, beberapa aset wilayah Banjarsari yang tidak mendapatkan perawatan dengan maksimal. Padahal beberapa fasilitas tersebut memakan biaya yang cukup besar.

Dia juga menilai, wilayah Banjarsari merupakan salah satu kota hidup, karena berada di jalur utama menuju wilayah Ciamis Selatan dan Jawa Tengah. Terlebih lagi bila Kabupaten Pangandaran telah terwujud, tentu kecamatan Banjarsari adalah kecamatan paling selatan yang ada di Kabupaten Ciamis.

Ade (40), seorang tokoh pemuda di Banjarsari ketika dimintai tanggapan oleh HR, mengungkapkan, bahwa wajah kec. Banjarsari berada di taman atau alun-alun kecamatan.

Menurut Ade, taman alun-alun Banjarsari seringkali menjadi bahasan prioritas yang kemudian diajukan dalam Musrenbang. Namun anehnya,  hingga sekarang penegmbangan dan penataan tidak kunjung dilakukan.

“Jika pemerintah peka terhadap hal ini, tentunya sudah harus mempersiapkan kemungkinan yang bakal terjadi. Apalagi, kemungkinan Banjarsari menjadi kecamatan yang berada paling selatan di kab. Ciamis,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, seandainya sudah tertata rapih, dan menjadi ruang publik yang bagus, tentu akan menjadi penyumbang PAD bagi kab Ciamis. Selain itu, hal itu juga bisa dimanfaatkan sebagai area transit para wisatawan yang akan menuju Pangandaran.

Sementara itu, Drs Bangbang Moh Sobar G, Kabid Tata Ruang Dinas Ciptakrya, didampingi Kasi Penataan dan Pemanfaatan Ruang, Rini Valianti ST,.MT,.MSc, ketika dikonfirmasi oleh HR, Selasa (30/11) menjelaskan, pihaknya baru akan mempersiapkan penataan di wilayah perkotaanya.

Rini menambahkan, untuk pemanfaatan ruang kawasan perkotaan nantinya akan disesuaikan dengan wilayah yang ada, terutama dalam hal pembangunan seperti pusat pemerintahan, mesjid agung, ruang terbuka hijau, terminal, perguruan tinggi, rumah sakit, dan juga tempat wisata.

Mesti sudah terencana, lanjut Rini, pihaknya akan menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Sebab, pihaknya mengaku tidak bisa secara langsung menata seluruhnya, meski sudah tercantum dalam RDTR. (es/Amlus)

About author

Related articles

1 Comment

  1. DEDE JUHARA December 07, at 08:29

    PERLU KEBERSAMAAN SEMUA FIHAK UNTUK MENATA RUANG TERBUKA BANJARSARI Memang sangat prihatin melihat kondisi Alun-alun/Taman Banjarsari, selain semerawut, kumuh, becek, gelap dan banyak sampah, belum lagi kalau malam disetiap sudut nampak bayang-bayang "mahluk" yang sedang mojok , nggak tahu apa yang sedang mereka lakukan, tapi kenapa harus ditempat gelap yah ? kecuali ya mungkin sebangsa yang "begituan". Dilihat dari sudut "Kondisi Sosial Religi " Masyarakat sekitar rupanya sudah tidak mampu berbuat banyak untuk menghalau hal-hal buruk dari sekitar alun-alun, tanpa ada kerjasama dgn semua fihak terutama aparat keamanan dan juga tokoh masyaraka serta tokoh agama dan pemuda. Penertiban/rajia yang kontinyu perlu dilaksankan secara terkordinasi dgn semua fihak terkait, tidak " obor karari" agar terjadi kondisi sosial yang nyaman dan terhindar dari penyakit sosial yang selama ini gejalanya sudah mulai nampak. Alun-alun Banjarsari harus mampu menjadi Icon Banjarsari sebagai wilayah yang memiliki potensi Ekonomi ,Religi dan budaya yang kuat. Tata kota Macapat perlu menjadi referensi pembangunan tata ruang wilayah terbuka Banjarsari, ( dalam suatu wilayah Kota /Alun-alun dibangun Pusat Pemerintahan, Pusat ekonomi Rakyat/Pasar, Pusat Kegiatan Religi/Mesjid dan taman Budaya sebagai tempat kegiatan ekpresi seni /budaya) . Penataan yang komprehensif akan menjadikan Banjarsari sebagai Kota NYARI ( Nyaman, Aman, Rindang ) Dukungan dan perhatian dari setiap lapisan/jajaran masyarakat dan pemerintah yang berkesinambungan akan menjadikan Banjarsari yang memiliki masa depan yang cerah , dan tidak menutup kemungkinan akan diperhitungkan sebagai wilayah yang akan memiliki otoritas tersendiri. SDM yang tinggi dan SDA yang melimpah merupakan modal yang sudah dimiliki Banjarsari untuk bangkit dan maju, PAD dari pajak dan retribusi Banjarsari adalah yang terbesar di wilayah kabupaten Ciamis, Wajar kalau Banjarsari muncul sebagai daerah termaju di Kabupaten Ciamis. Intinya adalah Kemauan masyarakat dan dukungan Pemerintah Kabuapaten yang belum sinkron. Hendaknya Pemda Ciamis harus lebih proaktif membangun Banjarsari yang menjadi andalan kekuatan ekonomi Ciamis, sebab jika tidak , tidak mustahil akan menjadi kekuatan tersendiri dengan otonomi sendiri. Dengan adanya Model/Pola Pembangunan yang saling menguntungkan semua fihak ,rakya dan pemerintah daerah saling bahu membahu mewujudkan Banjarsari yang NYARI dan Masyarakat yang MADANI Terimakasih,

    Reply

Leave a Reply