UPT Balai Benih Padi dan Bibit Kota Banjar Penyetor PAD Tercepat Tahun 2010

09/12/2010 2 Comments

Packaging Machine kapasitas 3 ton/jam. Foto Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2010 sebesar Rp495 juta yang dibebankan pada UPT Balai Benih Padi dan Bibit Dinas Pertanian Kota Banjar, dipastikan menjadi penyetor PAD tercepat seperti tahun sebelumnya, dan hari ini (Rabu, 8/12) sudah terealisasikan.

Namun, meski berhasil menjadi penyetor PAD tercepat, UPT Balai Benih Padi dan Bibit belum pernah mendapatkan reward dari pemerintah kota, baik itu berupa selembar kertas piagam penghargaan atau yang lainnya.

Berbeda dengan desa/kelurahan yang berhasil menjadi penyetor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tercepat. Pemerintah kota selalu memberikan reward kepada pihak desa/kelurahan.

Saat ditemui HR, Kepala UPT Balai Benih Padi dan Bibit Kota Banjar, H Basir SP MP, mengatakan, untuk tahun ini pihaknya mampu mencapai PAD lebih 100% dari jumlah yang ditargetkan.

“Alhamdulillah, hasil yang dicapai pun melebihi target, yaitu sebesar 495.639.000 rupiah, sedangkan targetnya 495 juta rupiah, jumlah tersebut melebihi hasil tahun 2009 lalu yang hanya 495.200.000 rupiah,” terangnya, Senin (6/12).

Lebih lanjut Basir menjelaskan, UPT Balai Benih Padi dan Bibit Kota Banjar berkewajiban untuk memenuhi target PAD yang tercantum di APBD Kota Banjar. Dan setiap tahun targetnya selalu dinaikkan.

Untuk target PAD tahun 2011 mendatang Rp630 juta, sedangkan tahun 2010 dan 2009 sebesar Rp495 juta, tahun 2008-2007 Rp220 juta, tahun 2006 Rp217 juta, tahun 2005 Rp55 juta, tahun 2004 Rp45 juta. Sedangkan tahun 2003, yaitu ketika masih bergabung dengan Kabupaten Ciamis targetnya hanya Rp32 juta.

Setiap beban yang ditargetkan semuanya mampu tercapai lebih dari 100%. Sehingga, dilihat dari target PAD maka kenaikkan sejak tiga tahun lalu mengalami peningkatan sebesar 690%.

“Atas keberhasilan ini kami juga mengucapkan terima kasih kepada kelompok tani mitra dan pengguna benih dari Balai Benih yang ada di berbagai tempat, serta bagi semua pihak yang telah mendukung Balai Benih Padi, mudah-mudahan akan menjadi mitra kami selamanya,” kata Basir.

Kemudian, dari segi pelayanan benih untuk ukuran tingkat kabupaten/kota, omzet penjualan UPT Balai Banih Padi dan Bibit Kota Banjar yang sudah ada bisa mencapai 366.300 kg (2006-2010), jumlah itu sudah merupakan omzet yang cukup tinggi.

Namun demikian, hal itu dianggap masih perlu ditingkatkan untuk membantu wilayah lain yang ada di sekitar Banjar.

Karena terbatasnya lahan yang dimiliki, pemenuhan kebutuhan calon benih dilakukan dengan cara bekerjasama dengan kelompok tani penangkar. Jumlah lahan kerjasama penangkaran seluas 50 hektar, dan produksi yang bisa dikuasai/dibeli pertahun mencapai 260 ton.

Sedangkan untuk pangsa pasarnya adalah kelompok tani, kios pertanian, distributor serta penjualan secara eceran langsung di gudang.

Lalu, wilayah pemasarannya meliputi Kota Banjar, Kab. Ciamis, Kab/Kota Tasikmalaya, Kab. Sumedang, Majalengka, Kuningan. Untuk wilayah Jawa Tengah meliputi Kab. Cilacap dan Banyumas.

Varietas yang tersedia di UPT Balai Benih Padi dan Bibit diantaranya Ciherang, Cigeulis, Cibogo, Cilamaya Muncul, Inpari 1, Situ Bagendit, Menkongga dan IR 64.

Target produksi Kota Banjar sebanyak 82.750 kg per musim, jumlah tersebut dari luas 3.301 Ha X 25 kg, dan 165.500 kg per tahun. Target kedepan Balai Benih harus mampu mengembangkan varietas unggul nasional yang memiliki produktivitas tinggi.

Hal ini dilakukan dengan cara sosialisasi penggunaan benih, pelatihan perbenihan, demplot di setiap desa dengan pemberian benih gratis, serta melakukan bimbingan teknis langsung dari petugas UPT Balai Banih Padi dan Bibit. Bahkan, pihaknya juga memberi pinjaman benih dengan cara bayar panen melalui rekomendasi PPL.

Untuk memperluas pelayanan dilakukan pula kerjasama dengan distributor supaya bisa menembus pasar bebas ke kios-kios. Realisasi pelayanan untuk wilayah Kota Banjar sebanyak 160 ton.

Sedangkan produksi yang dihasilkan Balai Benih mencapai 336.300 ton selama 4 tahun, yang terdiri dari 270 ton pembelian dari kelompok tani mitra, dan sisanya berasal dari panen milik lahan sendiri. Berarti target kebutuhan untuk Kota Banjar terpenuhi, sisanya keluar wilayah Kota Banjar.

Sesuai dengan misi UPT Balai Benih Padi dan Bibit, bahwa benih yang diproduksi berpotensi untuk hasil yang tinggi, maka produktivitas kelompok tani mitra penangkaran 6,8 ton per Ha GKG.

Jika dibulatkan dengan hasil yang dicapai oleh kelompok tani mitra akan melebihi target Jawa Barat yang hanya 5,3 ton, dan Kota Banjar 5,2 ton/KG.

Kemudian, mengenai keunggulan produk UPT Balai Benih Padi dan Bibit Kota Banjar antara lain, dari segi kualitas yang selalu terjamin, ditambah jaminan pelayanan purna jual yang memberikan ganti rugi apabila terbukti secara teknis di lapangan produk UPT Balai Benih menyimpang dari standar mutu benih yang ada dalam label.

“Lalu pelayanan konsultasi gratis kepada siapa saja yang membutuhkan informasi atau pengetahuan di bidang perbenihan, serta bidang pertanian secara umum. Ini menjadi nilai tambah dari produk UPT Balai Benih Kota Banjar,” terang Basir.

Selain itu, dari segi estetika, kemasan produk UPT Balai Benih jauh lebih menarik dibanding kemasan produk lain. Dan, bagi pemesan dapat dilakukan melalui telepon atau SMS, maka barang akan dikirim sampai ke tempat tujuan dalam waktu yang sangat singkat.

Seiring dengan perkembangan permintaan pasara akan benih bersertifikat, rencananya UPT Balai Benih akan dikembangkan, yaitu dengan tidak mengubah peran dan fungsi di bidang perbenihan direncanakan dirubah menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

Hal itu demi penyempurnaan pelayanan ruang gerak UPT Balai Benih. Kemudian, memperbesar kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pelayanan pemasaran.

Menambah luas areal penangkaran yang dibiayai Pemkot Banjar guna mendukung tersedianya calon benih, seiring terbatasnya kepemilikan lahan UPT Balai Benih.

Lalu, peningkatan kualitas dan jumlah SDM. Mereka dituntut untuk lebih cerdas, cakap dan terampil, baik sebagai pimpinan atau pelaksana.

Sehubungan belum terpenuhinya kebutuhan pegawai untuk melaksanakan tupoksi sesuai beban kerja yang harus dilaksanakan UPT Balai Benih, maka pihaknya mengajukan permohonan tambahan pegawai sebanyak 6 orang. Karena, pegawai yang ada saat ini adalah 3 orang sebagai tenaga sukwan, 4 orang PNS. (Eva)

About author

Related articles

2 Comments

  1. ISMAIL January 25, at 23:20

    kelas benih yang dijual sebagai Sumber PAD ???? luas areal produksi BBI ?? trim's

    Reply
  2. habibi December 02, at 21:01

    pak basir Yth.. saya saat ini butuh benih logawa kurang lbh 5-6 ton . no hp bpk brapa ?

    Reply

Leave a Reply