Usaha Kopra Mampu Bantu Kurangi Angka Pengangguran

09/12/2010 1 Comment

Para pekerja sedang mencongkel kelapa sebelum proses pembuatan kopra. Foto : Deni Supendi/HR.

Meski Minim Permodalan

Langensari, (harapanrakyat.com),- Usaha keluarga di bidang pengeringan kelapa yang biasa kita kenal kopra, ternyata keuntungannya cukup menggiurkan. Kenapa tidak, usaha yang dilakoni selama tahunan oleh salah seorang keluarga di Kecamatan Langensari ini, sedikitnya sudah mampu membantu dalam mengurangi angka pengangguran.

Solihun, pengrajin kelapa kopra, yang berada di RT 01 RW 05 Karangmukti Desa/ Kec. Langensari, ketika ditemui HR, beberapa waktu lalu mengatakan, usaha yang dilakoninya sudah berjalan lama, merupakan usaha yang diwariskan dari bapaknya.

Menurut Solihun, dirinya saat ini sudah membuka beberapa tempat pengeringan kelapa di lingkungan rumahnya. Dan karena alasan usaha keluarga, tempat yang lainnya dikelola oleh adik-adiknya.

Awal cerita, Solihun hanya menjalankan usahanya secara biasa saja, karena pada saat itu usaha kopra masih dijalankan oleh ayahnya.

Namun, setelah usaha tersebut diserahkan kepadanya dan adiknya, ia kemudian memutar pemikiran agar usaha tersebut bisa menampung pekerja, khususnya para tetangga sekitar rumah.

Pengembangan pasar dan order mulai diperlebar, akibatnya, saat ini Solihun harus memenuhi permintaan dari konsumen sebanyak kurang lebih 1 hingga 2 ton kopra perhari.

Dia pun mengambil inisiatif memperkerjakan tetangganya yang belum memiliki pekerjaan tetap untuk mengolah kelapa di tempatnya. Kini, Solihun hampir memiliki puluhan orang pekerja.

Solihun juga menjelaskan, harga kelapa saat ini mencapai antara Rp. 900 sampai Rp. 1.300 perbutir. Sementara harga kopra mencapai Rp. 6.500 perkilogramnya. Solihun mengaku sudah mempunyai pangsa pasar tersendiri, yakni wilayah Ciamis, Bandung dan beberapa daerah lainnya.

Meskipun demikian, Solihun juga mengungkapkan beberapa kendala yang saat ini dihadapi, diantarnya, perubahahan harga golotok (Kelapa), dan permodalan untuk pengembangan.

Lebih lanjut Solihun mengungkapkan, dirinya harus memesan (indent) kelapa kepada para tukang, dengan terllebih dahulu memberi uang muka (DP). Sebaba, jika tidak dengan demikian, kelapa bisa keburu dibeli oleh yang lainnya. (dn)

About author

Related articles

1 Comment

  1. malikye December 01, at 12:31

    Siang apa boleh sy tau no hp bapak.sy pinggin kerja sama tx malikye

    Reply

Leave a Reply