Bantuan Kredit Rp.1 Miliar Digelontorkan Untuk Petani Cihaurbeuti

06/01/2011 0 Comments

Ketua Koperasi Bangkit Ekonomi Mandiri (BEM-Syariah), Gunasyach Rudyana, berpose sesaat setelah pemberian bantuan kredit Modal 1 Milyar pada Petani Binaannya di Kantor Koperasi BEM-Syariah, Selasa (28/12). Foto : Dicky Haryanto Adjid/HR.

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Mewujudkan jahe Ciamis agar tembus pasar Internasional, Koperasi Bangkit Ekonomi Mandiri Syariah (BEM-Syariah) menggelontorkan bantuan kredit ke petani binaannya. Bantuan tahap pertama tersebut diberikan kepada para petani jahe binaan Koperasi BEM-Syariah di Kecamatan Cihaurbeuti, Kab. Ciamis.

Bantuan langsung diberikan oleh Ketua Koperasi BEM-Syariah Mandiri, Gunasyach Rudyana, pada Hari Selasa ( 28/12) lalu di Kantor Koperasi yang beralamat di Jalan Sadananya No. 25, Ciamis.

Rudi menambahkan bantuan sebesar 1 Milyar tersebut tidak dalam bentuk uang tunai melainkan berupa modal barang produktif.

“Kami berikan berupa barang modal barang produktif, mulai dari bibit, pupuk, obat-obatan dan sarana dan prasarana pembudidayaan lainnya,” katanya.

Menurut Rudi bantuan berupa barang modal produktif tersebut akan diberikan dengan skema Revolving Fund, alias dana bergulir. Dia menerangkan, skema bantuan tersebut seperti dana bergulir, yakni petani dapat mengembalikannya jika sudah panen. Dan jika berhasil, kredit tersebut akan dialihkan kepada petani lainnya.

Lebih jauhnya Rudi menegaskan, bantuan kredit barang tersebut didasarkan pada filosofis usaha yang dianut oleh koperasi binaamnya, yakni Syariah. Dengan demikian juga, petani tidak usah bingung ketika akan memasarkan hasil panen. Karena pihak Kkoperasi BEM Syariah akan menampungnya.

Rudi menuturkan pihaknyapun tidak khawatir dengan langkah berani, yakni menggelontorkan bantuan yang sangat besar tersebut pada petani. Alasannya, koperasi BEM Syariah akan membina para petani secara langsung.

“Selain itu, pangsa pasar para petani juga sudah jelas, jadi apa yang harus dikhawatirkan, artinya produk mereka pasti laku dipasar, karena jahe yang dikembangkan jahe berjenis kultur jaringan yang sangat diminati pasar domestic dan Internasional,” katanya.

Dia menambahkan, Koperasi BEM-Syariah dalam melakukan garapan usaha di sektor pertanian dan perkebunan bersifat tidak parsial. Dengan kata lain, tidak hanya jahe, tapi holtikultura juga masuk dalam garapannya.

“Kami tidak parsial dalam menggarap pertanian di Ciamis. Artinya kami menggarap dari mulai hulu hingga hilir. Contohnya seperti bantuan modal pada petani, sebagai wujud kepedulian kami pada petani, dan pemasarannya pun kami bantu juga,” pungkasnya. (DK)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!