Harga Cabai Turun, Beras & Minyak Goreng Naik

13/01/2011 Headline
Harga Cabai Turun, Beras & Minyak Goreng Naik

Harga cabai merah maupun cabai rawit di Pasar Banjar mulai mengalami penurunan. Menurut Euis, salah satu pedagang sayur di lokasi pasar sementara, turunnya harga komoditi tersebut terjadi sekitar satu minggu yang lalu. Foto : Eva Latifah/HR.

News, (harapanrakyat.com),- Harga cabai merah maupun cabai rawit di Pasar Banjar mulai mengalami penurunan. Pada hari Selasa (11/1), harga cabai merah per kg dijual Rp45 ribu, dan cabai rawit Rp40 ribu per kg.

Sebelumnya, harga cabai merah tembus mencapai Rp60 ribu hingga Rp100 ribu per kg, sedangkan cabai rawit Rp50 ribu per kg.

Turunnya harga komoditi tersebut terjadi sekitar satu minggu yang lalu. Hal itu dikatakan Euis, salah satu pedagang sayur di Pasar Banjar ketika ditemui HR di lokasi pasar sementara, Selasa (11/1).

Menurut dia, sebetulnya harga cabai tidak tetap atau fluktuatif. Bisa saja hari ini harganya turun, tetapi satu hari kemudian naik lagi. Selain itu, mahalnya komoditi cabai di pasaran tergantung kapada pedagang itu sendiri.

Artinya, ketika harga cabai mengalami kenaikan yang cukup signifakan, biasanya dimanfaatkan oleh pedagang itu sendiri. Sehingga, saat harganya mulai turun pedagang belum juga mau menurunkan harga jualnya. Karena pedagang menganggap konsumen tidak akan tahu kapan mulai terjadi penurunan.

“Tapi tidak semua pedagang seperti itu. Kalau saya menjual ya sesuai harga yang saya beli. Jika dari sananya sudah turun, berarti saya juga harus menurunkan harga jual, karena pedagang juga tidak akan rugi, kasihan kan konsumen,” ujarnya.

Sementara itu, harga beras justru saat ini malah mengalami kenaikan, yaitu dari semula Rp6.500 per kg untuk beras kwalitas biasa. Sedangkan beras kwalitas super Rp6.800 per kg.

“Sekarang harga satu kilogram beras kwalitas biasa mencapai Rp6.800, dan kwalitas super Rp7.000 per kilonya. Kenaikan tersebut terjadi sejak tiga hari yang lalu,” terang Lia Bela, pedagang klontongan di Pasar Langensari.

Dikatakan Lia, selain beras, kenaikan juga terjadi pada minyak goreng curah, yaitu Rp11.000 per kg, dari harga sebelumnya Rp10 ribu sampai Rp10.500 per kg.

Meski harga beras dan minyak goreng naik, namun masyarakat tetap saja membelinya karena itu merupakan kebutuhan pokok.

“Saya juga sebagai pedagang merasa kasihan pada konsumen, terutama mereka yang kurang mampu, tapi kalau saya tidak menaikan harga, usaha saya jadi rugi,” ujarnya,” ujarnya. (Eva)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles