Libur Akhir Tahun, PKL Banjar Water Park Raup Untung

06/01/2011 0 Comments

Sejumlah pedagang makanan dan minuman yang mangkal di sekitar kawasan Banjar Water Park mengaku pedapatannya mengalami peningkatan dibanding hari-hari biasa. Foto : Redy Kurniawan/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Sejak memasuki masa liburan sekolah hingga liburan tahun baru 2011, sejumlah pedagang makanan dan minuman yang mangkal di sekitar kawasan Banjar Water Park mengaku pedapatannya mengalami peningkatan dibanding hari-hari biasa.

Menurut Ayat, salah seorang pedagang mengatakan, puncak keramaian pengunjung Banjar Water Park terjadi pada tanggal 1 Januari 2011.

Hal itu terlihat dari banyaknya jumlah kendaraan, mulai sepeda motor, mobil pribadi maupun kendaraan umum, seperti angkot, bis bahkan coltbak memadati area parkir di kawasan tersebut.

“Banyaknya pengunjung tentu berimbas juga pada pedagang yang semuanya warga sekitar sini. Penghasilan kami jauh lebih besar karena di dalam lokasi Water Park tidak ada pedagang makanan dan minuman seperti ini,” katanya, Minggu (2/1).

Namun, baik Ayat maupun pedagang lainnya tidak mau menyebutkan berapa keuntungan dari hasil penjualannya yang diperoleh selama musim liburan.

Masih di tempat yang sama, salah seorang pedagang mie ayam yang namanya enggan dikorankan mengaku, para pedagang biasanya mangkal dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore.

Mereka mangkal di luar area parkir, karena petugas Banjar Water Park tidak memperbolehkan pedagang membawa masuk roda dagangan ke halaman, maupun ke dalam lokasi parkir.

Sehingga, para pedagang harus mencari calon pembeli dengan cara menawarkan jenis makanan atau minuman kepada pengunjung di dalam. Lantaran, jika hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung, mungkin hanya satu dua orang saja.

“Dengan cara seperti itu pesanan pun banyak, tapi resikonya ya kita harus bolak-balik mengantarkan pesanan, meski harus papanasan juga tidak masalah yang penting pendapatan bertambah,” kata pedagang mie ayam.

Para pedagang di luar bukannya tidak mau berjualan di dalam, tapi karena biaya sewa kios terlalu mahal, sehingga mereka tidak berani mengambilnya.

Apalagi, banyaknya jumlah pengunjung hanya terjadi pada hari-hari tertentu saja. Bahkan kadang-kadang tidak ada pengunjung sama sekali. (Redy)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!