Potongan Kayu Sisa Perbaikan Kios, Jadi Berkah Bagi Darsih

13/01/2011 0 Comments

Darsih (60), sedang memungut kayu sisa-sisa pembangunan pasar sementara. Foto : Deni Supendi/HR.

Deni Supendi

Para pedagang pasar Banjar mulai disibukkan dengan melakukan perombakan pada kios-kios mereka di pasar sementara . Kios yang terpaksa dirombak lantaran ingin disesuaikan dengan kebutuhan pedagang ini, menyisakan potongan kayu dan papan yang tak lagi mereka butuhkan.

Namun di lain sisi, kayu bekas yang dianggap sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi untuk perombakan kios pedagang, malah berguna bagi Darsih, seorang nenek renta dari Parunglesang Kelurahan Banjar.

Darsih nenek tua yang berusia 70 tahun, ini memanfaatkan potongan kayu sisa perbaikan kios pedagang untuk dijadikan kayu bakar. Darsih menceritakan, bahwa potongan kayu-kayu sisa yang sudah tidak terpakai, masih bisa dimanfaatkan olehnya. untuk kebutuhan pengapian di dapur miliknya.

Biasanya Darsih mencari kayu bakar di sekitar pinggir Sungai Citanduy. Namun, setelah ada pembangunan pasar sementara, nenek renta ini tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk memunguti sisa-sisa potongan kayunya.

“Nya lumayan da seueur sesa kai nu teu dianggo, pami kiat mah hoyong tiasa nyandak ka bumi teh langkung ti sakarung, mung nini teu kiat, beurat. Sakieu oge kedah digusur nyandakna,” ujarnya, sambil membungkukan badannya untuk memunguti sisa kayu yang banyak berserakan di antara kios pedagang.

Sesekali ia terlihat menyeka keringat yang telah membasahi wajah keriputnya dengan bagian ujung bajunya. Kemudian, Darsih pun kembali mencari sisa potongan kayu, dari kios satu ke kios lainnya.

Menurut Darsih, kesempatan ini tidak akan berlangsung lama, sebab bila pembangunan dan perombakannya sudah selesai dan mulai ditempati para pedagang, maka tidak ada lagi kayu bakar yang bisa dia pungut.

Dengan begitu, terpaksa ia harus mencari kayu bakar ke pinggiran Sungai Citanduy seperti biasanya. Hasil kayu bakar yang didapatnya tentu tidak akan sebanyak dari lokasi pasar sementara.

Karena, di pinggir Sungai Citanduy ia hanya memunguti ranting-ranting pohon kering, atau batang pohon singkong dan dahan pohon kelapa. Tidak jarang ia hanya bisa membawa pulang hanya satu ikat ranting kering.

Saat ditanya apakah dirinya tidak mempunyai kompor gas, dia mengatakan sudah memilikinya. Hanya saja, Darsih mengaku khawatir jika menggunakan kompor gas, karena bisa meleduk.

Darsih lebih memilih menggunakan kayu bakar dibandingkan dengan kompor gas gas, karena dianggapnya tidak ribet. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!