Sate Siluman Di Wisata Kuliner Banjar

20/01/2011 0 Comments

Walikota Banjar DR dr H Herman Sutrisno MM., saat akan menggunting rangkaian bunga pada acara launching Kawasan Wisata Kuliner di Jl. BKR, Sabtu (15/1). Foto : Eva Latifah/HR.

Makan menjadi kian menyenangkan bila rasa hidangan pas di lidah. Jangan heran jika berburu makanan menjadi trend warga kota.

Eva Latifah

Bila bosan jajan/makan di restoran, cobalah anda menjelajah dan mencecap makanan di kawasan wisata kuliner, Jl. Kantor Pos (BKR), Kota Banjar. Berbagai macam pilihan makanan dengan suasana baru tersaji di kawasan tersebut. Mulai dari makanan kelas kaki lima, hingga restoran.

Tempat jajanan di sepanjang Jl. Kantor Pos dibuka Walikota Banjar DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM., pada hari Sabtu (15/1), dan dihadiri oleh pejabat dari Deputi Kementerian Koperasi dan UKM, Ir. Herustiati.

Sebelumnya, menjelang malam hari suasana di Jl. BKR atau lebih dikenal Jl. Kantor Pos, terlihat sepi dan sedikit lengang. Lantaran, hanya satu dua toko saja yang masih buka.

Namun, kini setelah jalan tersebut dijadikan kawasan wisata kuliner, lokasi itu menjadi ramai dan lebih hidup. Karena, secara tidak langsung ikut menggairahkan kehidupan kuliner di wilayah Kota Banjar.

Sejak berpisah dari Kab. Ciamis, Banjar menjadi magnet baru dunia kuliner. Tempat makan tumbuh bak jamur dimusim hujan, sehingga kita bisa dengan mudah mencari makanan.

Kawasan wisata kuliner buka setiap hari dari pukul 17.00 sampai 24.00. Sehingga, hal itu menjadikan kembali Banjar kota yang tak pernah tidur.

Hampir sepanjang Jl. Kantor Pos dipenuhi deretan roda dorong pedagang lengkap dengan fasilitas payung serta meja dan kursi. Selain itu, tersedia pula tenda-tenda tempat makan lesehan.

Para pengunjung bisa makan sambil menikmati suasana malam yang tenang. Dan, kawasan terbuka menjadi pilihan karena kini orang jenuh makan di dalam restoran atau mal-mal.

Makanan di lokasi tersebut berstandar kaki lima dengan rasa restoran. Berbagai variasi menu berbeda ditawarkan di tempat ini.

Misalnya, ikan dan ayam goreng/bakar khas Sunda, lengkap dengan nasi timbel plus sambal lalap. Kemudian, tersedia pula sate ayam, kambing dan sapi khas Madura, bahkan sate tongseng dan sate siluman juga bisa dijumpai di sana.

Selain itu, ada pula berbagai penganan dari mie, seperti mie kocok khas Bandung, mie bebek, mie ayam dan mie bakso. Menu lainnya yang dapat menghilangkan rasa lapar adalah nasi bakar, bubur ayam spesial atau soto khas Betawi.

Tapi, bila ingin menikmati makanan ala Barat, anda bisa memesan roti sosis dan burger yang diracik secara apik oleh pengusaha roti burger lokal (Banjar).

Sedangkan, bagi yang suka sosis panggang dan aneka rasa pisang bakar, atau martabak dan roti bakar khas Bangka, semuanya bisa dibeli di kawasan wisata kuliner.

Kemudian, jika ingin menikmati jajanan pasar seperti combro, keu kelepon, colenak, ketan bakar maupun goreng, dan aneka jajanan pasar lainnya, pembeli tinggal memilih sesuai selera.

Begitu pula dengan berbagai macam sajian minuman segar dingin, misalnya es campur, sop buah spesial, aneka juice buah dan minuman segar lainnya.

Sementara untuk minuman yang disajikan panas, pengunjung juga dapat memesan kopi, susu, kopi susu, kopi mokachino, bajigur dan bandrek. Semua hidangan tersebut dapat dinikmati dalam suasana santai di alam terbuka di bagian jantung Kota Banjar.

Walikota Banjar berharap, dengan dibukanya kawasan tersebut mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Banjar. Untuk menciptakan keramaian pembeli, para pedagang harus kreatif menyajikan menu makanan sesuai selera konsumen,

Selain itu, juga harus mampu mengelola area wisata kuliner secara profesional, serta melakukan promosi secara maksimal. Lantaran, hal itu tidak menutup kemungkinan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen dari luar Banjar.

Di lain pihak, para pedagang juga berharap kawasan wisata kuliner dapat berjalan selamanya, dan selalu ramai dikunjungi pembeli seperti saat mulai dibuka. Mereka juga berharap adanya pembinaan dari pihak-pihak terkait, baik pemerintah maupun swasta.

Sedangkan, para pengunjung mengaku, kawasan wisata kuliner harus menjadi pusat jajanan yang terjaga kebersihannya, baik dari segi makanan maupun lokasi.

Kemudian, kawasan tersebut juga harus benar-benar disterilkan dari hilir-mudiknya kendaraan, sehingga pengunjung merasa tenang dan nyaman ketika menikmati makanan yang disajikan para pedagang.

Dalam hal ini, baik pemerintah, pedagang maupun masyarakat/pengunjung harus sama-sama saling mendukung supaya kawasan wisata kuliner di Kota Banjar bisa berjalan sesuai dengan harapan semua pihak. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply