Tabrakan KA di Langensari Telan Tiga Korban

28/01/2011 0 Comments

Terlihat dua kereta api (KA) yang hancur akibat tabrakan, yaitu KA 174 Kutojaya Selatan dengan KA Mutiara Selatan CC 20311 di stasiun Langensari Kota Banjar Jawa Barat, Jum'at (28/1). Foto : Adi Karyanto/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Tabrakan Kereta Api (KA) 174 Kutojaya Selatan dengan KA Mutiara Selatan CC 20311 yang terjadi di Stasiun KA Langensari, Kota Banjar, Jum’at (28/1), sekitar pukul 02.24 WIB, mengakibatkan 3 orang penumpang KA Kutojaya meninggal dunia di tempat, 33 luka berat, serta 11 luka ringan.

Kepala Daop 5 Purwokerto, M Soleh Kosasih, didampingi Manager Humas Daop 5 Purwokerto, Surono, mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab tabrakan tersebut.

Surono menjelaskan, sebelum peristiwa itu terjadi, KA 174 Kutojaya Selatan jurusan Kiaracondong-Kutoarjo dengan membawa rangakaian 7 gerbong, masuk dan berhenti di Stasiun KA Langensari pada jalur dua.

“Kutojaya Selatan saat itu sedang berhenti di jalur dua, karena KA Mutiara Selatan jurusan Surabaya-Bandung dengan membawa rangkaian delapan gerbong, diantaranya satu gerbong pembangkit, akan melintas. Dan rencananya KA Mutiara itu akan melintas di jalur tiga. Seharusnya KA Mutiara jangan dulu masuk stasiun lantaran lampu signal mengisyaratkan harus berhenti dulu,” terangnya.

Namun, lanjut dia, KA Mutiara tidak berhenti dan langsung masuk ke jalur dua, akibatnya, tabrakan pun tidak dapat dihindari lagi. Dan, evakuasi para korban yang berada di KA Kutojaya Selatan berlangsung sekitar 7 jam.

Karena, bagian lokomotif KA Kutojaya Selatan sebagian masuk ke bagian gerbong penumpang pada rangakain pertama. Sehingga, banyak penumpang yang terjepit.

Selain itu, petugas yang melakukan evakuasi, yaitu terdiri dari pihak kepolisian, TNI AD dan PMI Kota Banjar, hanya menggunakan peralatan manual.

Dikatakan Surono, jika peristiwa tersebut diakibatkan kelalaian dari Masinis, maka sudah dipastikan ada sanksi hukumnya.

Pada saat itu, yang menjadi Masinis KA 174 Kutojaya Selatan adalah Kuswanto, Tempat Kedudukan (TK) Dipo Lokomotif Kutoarjo, dan Muslihudin sebagai asisten Masinis.

Kemudian, Masinis KA Mutiara Selatan CC 20311 adalah Sugeng, TK Dipo Lokomotif Yogyakarta, dan Yariyanto sebagai asisten Masinis. Keempatnya langsung diamankan di Mapolsek Langensari untuk dimintai keterangan.

Ditemui di tempat terpisah, Sugeng dan Yariyanto mengaku, sebelum tabrakan terjadi, keduanya dalam keadaan sadar (tidak mengantuk) dan sudah mengetahui kalau lampu signal mengisyaratkan untuk berhenti dulu.

“Kami waktu itu sudah semaksimal mungkin melakukan pengereman normal, bahkan rem darurat pun kami gunakan, namun semua itu tidak berhasil. Jadi, dalam hal ini saya rasa penyebabnya adalah bagian pengereman ada gangguan,” kata Sugeng, pada HR, yang ditemui di Mapolsek Langensari.

Dia mencontohkan, seperti halnya bagian rem pada sepeda motor, jika kanvas remnya sudah menipis, otomatis daya cengkram pun akan kurang, bahkan rem tidak dapat berfungsi. Begitu pula dengan kereta api.

“Apalagi kalau bagian rem kereta api, ketika kita mengerem itu tidak bisa langsung berhenti seperti mobil atau motor. Dan, kita juga tidak mungkin langsung menggunakan rem darurat, lantaran untuk melakukan itu harus menggunakan dulu rem normal. Selain itu, pengereman darurat juga daya cengkramnya hanya sedikit,” terang Sugeng yang mengaku sudah lebih dari 20 tahun menjadi Masinis.

Baik Sugeng maupun Yariyanto mengaku, setiap petugas Masinis tidak mungkin menghendaki terjadi tabrakan saat mereka membawa rangkaian gerbong penumpang. Sehingga, salah besar jika ada yang menuduh kecelakaan tersebut akibat kelalaian Masinis.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari Puskesmas Langnesari, jumlah korban luka ringan yang di rawat di puskesmas tersebut mencapai 11 orang. Sedangkan, di RSUD Kota Banjar, jumlah korban luka berat mencapai 33 orang.

Dan, untuk 3 orang korban yang meninggal dunia langsung dipulasara di bagian Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Kota Banjar. Mereka adalah Lina R (20), warga Cikaleueur-Bandung, Nani Agustin (22), warga Gombong-Jawa Tengah, dan Istinganah (23), warga Purworejo.

Sementara itu, menurut Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Suparni Parto, kecelakaan tersebut diduga akibat kesalahan manusia.

“Sementara kesimpulan saya diakibatkan human error. Kita masih melakukan pemeriksaan,” katanya saat memantau lokasi kejadian stasiun Langensari, Jum’at (28/1).

Suparni menambahkan, terkait siapa yang harus bertanggung jawab dalam peristiwa itu, pihaknya belum dapat memastikan siapa yang bersalah. Karena jajarannya masih melakukan penyelidikan di lapangan.

“Kita belum bisa memastikan siapa yang bersalah, sehingga pendalamannya nanti masih ditindak lanjuti. Tentu yang bersangkutan termasuk masinis sudah kita amankan oleh Polres Banjar,” pungkasnya. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply