200 Rumah di Desa Karyamukti Belum Memiliki KWH

24/02/2011 0 Comments

Terpaksa Harus ‘Nyolok’ Listrik ke Tetangga yang Berjarak 2 KM

Banjarsari, (harapanrakyat.com),- Sedikitnya 200 rumah di Desa Karyamukti Kecamatan Banjarsari tidak mempunyai KWH (standar listrik) sendiri di rumahnya, sehingga mereka tidak mempunyai kebebasan menggunakan listrik guna melengkapi keperluan sehari-hari yang kebanyakan menggunakan tenaga listrik. Mereka terpaksa ‘nyolok’ listrik ke tetangganya.

Daerah tersebut berada di tiga dusun, yaitu dusun Pabuaran, Karangtanjung dan Pasirgintung. Memang sudah masuk listrik ke tiga dusun itu, namun masyarakat khendak memasang listrik harus ikut ke rumah terdekat yang sudah mempunyai KWH.

Dadang (40), warga Pasirgintung mengaku harus bersusah payah mengeluarkan uang untuk membeli kabel jika ingin rumahnya terpasang listrik. Padahal jarak terdekat dari rumahnya untuk ‘nyolok’ listrik ke rumah yang mempunyai KWH jaraknya sangat jauh sekitar 2 km.

Per 1 KWH dalam 2 paket ada 10 rumah yang ikut ‘nyolok’ listrik, sehingga dalam sehari tak terhitung lagi berapa kali mati lampunya karena kelebihan beban.

Dadang berharap Pemkab agar segera memberikan bantuan pemasangan listrik ke daerahnya. Hal itu agar masyarakat di tiga dusun bebas menggunakan listriknya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hal senada juga diungkapkan Titin (34), warga Dusun Karangtanjung, mengatakan, seluruh kebutuhan keluarga baik di kampung dan di kota sekarang sama saja. “ Seluruh peralatan rumah tangga di kampung pun sudah memakai tenaga listrik, dari mulai nyetrika, memasak nasi, hingga memompa air,” katanya.

Karenanya, kebutuhan tenaga listrik sangat berperan penting bagi keluarganya. Listrik yang ada kini tidak kuat untuk memenuhi kebutuhan, karena beban dayanya terlalu tinggi.

Ia berharap bantuan program Lisdes (Listrik Desa) segera digulirkan di “ Biar masyarakat di sini mempunyai KWH semuanya,” katanya.

Salah seorang Perangkat Desa Desa Karyamukti, Kec. Banjarsari, Teti, ketika dihubungi HR melalui telpon selulernya mengaku di tiga dusun itu memang belum terpasang listrik atau tidak mempunyai KWH per rumahnya.

Namun, untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik warga di tiga dusun itu ikut ‘nyolok’ ke rumah-rumah yang dianggap dekat dari rumahnya. “Sehingga disaat malam, warga di tiga dusun itu tetap bisa menikmati listrik,” katanya.

Meski pun begitu, lanjut dia, pihak desa berkali-kali mengajukan proposal ke Pemkab Ciamis agar di tiga dusun dapat terpasang listrik. “Namun entah kenapa hingga kini belum teralisasi,” pungkasnya. (amlus)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply