Disperindagkop Minta Pedagang Wiskul Perkuat Mental Usaha

10/02/2011 0 Comments

Suasana malam Minggu di Kawasan Wisata Kuliner Jl. BKR terlihat ramai. Tampak sekumpulan muda-mudi tengah asyik menikamati jajanan yang tersedia di lokasi tersebut. Foto : Eva Latifah/HR.

Masalah permodalan bukan penyebab menyusutnya jumlah pedagang

Banjar, (harapanrakyat.com),- Berkurangnya jumlah pedagang di Kawasan Wisata Kuliner Jl. BKR, Kota Banjar, akibat mental jiwa usaha dari pedagang itu sendiri masih kurang. Sehingga, dengan adanya kendala seperti cuaca, mereka memilih untuk tidak berjualan lagi.

Hal itu dikatakan Kabid. Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Banjar, Dra. Titi Winarti, MPd., saat ditemui HR di ruang kerjanya, Selasa (8/2).

Menurutnya, berdasarkan laporan dari Koperasi Pasar (Koppas) Warga Usaha Banjar, hingga saat ini tercatat hanya sekitar 20 pedagang saja yang efektif menjalankan usahanya setiap hari.

“Jadi kendalanya bukan dari masalah permodalan. Karena masalah modal, tentu pihak UKM langsung berkoordinasi dengan Koppas, untuk membantu pinjaman modal, sebab mereka itu sudah menjadi anggota Koppas,” tuturnya.

Bila ada pedagang yang mengundurkan diri, untuk tidak lagi melanjutkan usaha dagangnya, maka sarana pendukung, seperti roda, tenda, payung, kursi dan meja, akan ditarik kembali oleh Koppas.

Dan, sarana pendukung tersebut nantinya diserahkan kepada pedagang lain, yang memang berkeinginan untuk berjualan di Kawasan Wisata Kuliner.

“Sekarang itu diantaranya sudah ada yang diganti oleh pedagang lain, manakala pedagang sebelumnya tidak lagi berminat untuk berjualan. Banyak calon pedagang yang sudah mengantri dan terdaftar di Koppas,” tambah Titi.

Bahkan, pemerintah juga mempersilahkan jika ada pedagang yang ingin berjualan di lokasi tersebut, meski pedagang itu tidak tercatat dalam daftar, serta mempunyai roda sendiri.

Namun dengan catatan, mereka terlebih dahulu harus mendaftar ke pihak Koppas, dan tentunya menyetujui segala peraturan yang telah disepakati sebelumnya dengan para pedagang lain.

Artinya, mereka bersedia membayar retribusi untuk kebutuhan sarana penerangan, air bersih, keamanan, juga kebersihan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sedangkan mengenai masalah pembinaan terhadap para pedagang, lanjut Titi, untuk saat ini belum ada kegiatan khusus secara formal.

“Pembinaan dari tim pembina yang dilakukan baru sebatas memberikan motivasi kepada para pedagang, supaya mereka bisa lebih meningkatkan dan berinovasi, dalam menyajikan menu makanannya. Hal itu ditujukan untuk menarik para pengunjung ke wisata kuliner,” ujar Titi.

Selain itu, upaya pemerintah untuk menarik pengunjung akan terus dilakukan, diantaranya menyuguhkan acara hiburan kesenian yang diadakan setiap hari Sabtu dan Minggu.Untuk mengantisipasi hujan turun di hari Sabtu dan Minggu, pihak pemerintah menggunakan jasa pawang hujan.

Titi menambahkan, rencana kedepan, hiburan yang ditampilkan akan mengambil dari berbagai jenis kesenian yang ada di Banjar. Lantaran, dari data yang diberikan Dinas Perhubungan dan Pariwisata Kota Banjar, ternyata jumlah jenis kesenian di Kota Banjar cukup banyak.

Jadwal pelaksanaannya akan dilakukan secara bergiliran. Sementara untuk pembiayaan, selama dua bulan masa percobaan, atau sebelum ada sponsor yang masuk, akan ditanggung oleh pemerintah kota. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply