Evaluasi Wisata Kuliner, Per-hari Minimal Raup Keuntungan Rp. 3,5 Juta

03/02/2011 0 Comments

Kadisperindagkop Kota Banjar Drs. Dedi Sunardi. M,M.Si., saat melakukan evaluasi Kawasan Wisata Kuliner bersama para pedagang dan Koppas di aula Disperindakop, Senin (31/1). Foto : Eva Latifah/HR.

Kupon belanja berhadiah diundi tanggal 15 Februari

Banjar, (harapanrakyat.com),- Koperasi Pasar (Koppas) Warga Banjar mencatat, selama 14 hari atau sejak dibukanya Kawasan Wisata Kuliner di Jl. BKR, Kota Banjar, perputaran uang di kawasan tersebut, mencapai Rp3,5 juta/hari. Bahkan, disaat ramai pengunjung, perguliran uang mampu menembus angka sekitar Rp.7 juta/hari.

Hal itu terungkap, ketika Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Banjar, melakukan evaluasi hasil kegiatan bersama Koperasi Pasar (Koppas) Warga Usaha Banjar, dan para pedagang, Senin (31/1), di Aula Disperindagkop.

Selain itu, dalam evaluasi tersebut juga diperoleh kesepakatan, bahwa sarana pendukung, seperti roda, tenda dan kursi, menjadi tanggung jawab masing-masing pedagang.

Kemudian, untuk fasilitas listrik dan air bersih, itu tetap menjadi tanggung jawab Koppas sebagai pengelola. Sedangkan mengenai penyelenggaraan hiburan, selama masih dalam tahap evaluasi dua bulan kedepan, masih tanggung jawab pemerintah, dalam hal ini Disperindagkop.

Kabid. Koperasi dan UKM, Dra. Titi Winarti, M.Pd., mengatakan, Kawasan Wisata Kuliner baru berjalan sekitar dua minggu, sehingga terlihat belum optimal, baik dari segi kelengkapan pedagang maupun keramaian pengunjung.

Untuk itu, dalam evaluasi pertama ada beberapa masukan, atau usulan dari para pedagang, yang intinya mereka menginginkan keramaian di lokasi tersebut lebih meningkat.

Diantaranya, biaya retribusi diturunkan menjadi Rp5.000/hari, sebelumnya mereka harus membayar Rp10.000/hari. Karena, retribusi Rp10.000 itu untuk pembayaran listrik, air bersih, petugas pengangkut roda serta pemasangan tenda kursi, petugas kebersihan, keamanan dan sebagian lagi masuk PAD.

“Usulan biaya retribusi sudah disepakati menjadi lima ribu rupiah per hari. Dengan catatatan, roda dibawa masing-masing pedagang, dan pemasangan tenda kursi juga dilakukan oleh mereka. Sedangkan, tempat penyimpanan rodanya bisa di halaman Gedung Kenangan, bisa juga dibawa pulang,” kata Titi.

Kemudian, kendaraan sepeda motor bisa masuk ke lokasi, tapi hanya untuk motor pengunjung, bukan yang hanya lewat saja. Dan itu pun sebelumnya harus membayar dulu karcis parkir.

Selanjutnya, bagi roda yang jarang digunakan pedagang, atau bahkan tidak pernah diisi, maka roda tersebut akan ditarik oleh Koppas, dan nantinya bisa diisi oleh pedagang yang berkeinginan besar untuk berjualan di Kawasan Wisata Kuliner.

Lantaran, bila dihitung jumlah pedagang yang aktif selama ini tidak tentu. Dari roda sebanyak 45 unit, kadang hanya 20 sampai 30 roda saja yang terisi.

“Untuk fasilitas listrik juga sekarang satu roda mempunyai satu skaklar, jadi tidak dipararel lagi seperti sebelumnya. Tidak akan terjadi lagi roda pedagang yang masih gelap. Dengan begitu pedagang dapat memulai aktifitasnya dari jam 5 sore,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Koppas Warga Usaha Banjar, Enceng, menjelaskan, mengenai perguliran uang di Kawasan Wisata Kuliner selama 14 hari.

Menurut Enceng, perguliran uang di kawasan tersebut jika dirata-ratakan mencapai Rp3,5 juta/hari. Jumlah sebesar itu dilihat dari nota yang masuk ke Koppas untuk ditukar dengan kupon.

Bahkan, kalau lagi ramai seperti saat pembukaan atau ketika cuaca bagus, perguliran uang mampu menembus angka sekitar Rp7 juta/hari.

“Setiap pembelanjaan minimal Rp5.000, pengunjung mendapatkan satu kupon. Dan untuk pengundian kupon, rencananya akan dilakukan pada tanggal 15 Februari mendatang,” kata Enceng. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!