Pengunjung Astana Gede Kawali Menurun Drastis

17/02/2011 3 Comments

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Keberadaan Situs Peninggalan sejarah Astana Gede Kawali tidak lagi menarik minat wisatawan. Hal itu terbukti selama kurun waktu empat tahun, jumlah pengunjung mengalami penurunan yang sangat drastis.

Opay (55), Juru Pelihara (Jupel) Astana Gede, ketika ditemui HR, Minggu (13/2) mengatakan, jumlah wisatawan/ pengunjung ke daerah Situs Astaa Gede penurunannya mencapai 50-70 persen.

Padahal biasanya, menurut Opay, jumlah pengunjung pada hari-hari besar seperti idul fitri mencapai 3 ribu pengunjung. Namun selama empat tahun belakangan ini, jumlahnya hanya mencapai 1500 orang.

“Sudah empat tahun terakhir ini, sejak 2007 hingga 2011 sekarang pengunjung terus berkurang, baik yang mau berwisata ziarah atau sekedar rekreasi” ungkapnya.

Lebih lanjut Opay menilai, penurunan jumlah pengunjung diakibatkan oleh sarana dan prasarana penunjang Situs Astana Gede yang kurang memadai. Sehingga keadaannya saat ini kurang memberikan daya tarik bagi para pengunjung.

Di lain sisi, jumlah objek wisata yang lebih menarik kian bermunculan, seperti waterboom, dan yang lainnya. Karena kawasan seperti itu lebih menarik ketimbang objek wisata situs bersejarah.

Opay menambahkan, situs Astana Gede memilki kekayaan khasanah budaya yang luar biasa. Selain peninggalan Masa Prasejarah, dan bukti adanya Peradaban Islam, situs Astana Gede juga memiliki tanaman-tanaman langka.

Beberapa orang penting yang sempat singgah di Situs bersejarah ini diantaranya, Almarhum Mashudi, Mantan Gubernur Jawa Barat Nuriana, Mantan Ketua DPRD Jawa Barat, Eka Santosa dan Wagub Jabar  Dede Yusuf.

Selama kurun 20 tahun Opay menjadi Jupel, astana gede masih memiliki daya tarik bagi sejarawan dan budayawan yang ingin meneliti dan mengetahui secara jauh mengenai kerjaan galuh Pakuan. (dk)

About author

Related articles

3 Comments

  1. nuraziz April 13, at 13:36

    Semoga Pemerintah Daerah lebih memperhatikan Sarana & Prasana yang ada. Sangat disayangkan Situs Yang bersejarah ini jika tidak dikelola dengan baik..

    Reply
  2. menggala April 26, at 23:03

    Ya sangat disayangkan sekali mungkin pemerintah daerah belum melirik daerah untuk ciamis utara dan sekitarnya, Mudah2an mulai sekarang bisa lebih memperhatikan dan kami juga menyarankan agar di prioritaskan jalan penghubung akses dari jalur Baregbeg- Saguling- Jalatrang- Cieurih- Bangbayang- Kawali yang sekarang sudah mulai ada jalur angkot nya sampai di Jalatrang, Agar dijadikan dan dibuat suatu rencana pembukaan jalur jalan diatas, ini merupakan suatu proses pemerataan dimana jalur ini pada waktu dulu belum pernah terjamah dan dilirik, poros jalan ini nantinya bisa menjadi jalan alternatif KAWALI - CIAMIS via Cieurih, satu jalan sebagai poros perekonomian dimana masyarakat bisa meningkatkan tarap ekonomi masyarakat yang dirasakan sangat perlu dengan dibangunnya JALUR jalan ini. mUDAH2 AN DALAM WAKTU SINGKAT BAPPEDA, BAPENAS, DINAS PEKERJAAN UMUM ataupun DINAS PERHUBUNGAN bisa segera merealisasikan jalur Jalan ini.

    Reply

Leave a Reply