Peningkatan Kwalitas Lulusan dan SDM Dosen Menjadi Harga Mati di YPG

03/02/2011 0 Comments

b. Ketua Umum Dewan Pembina, Letjen (Purn) Solihin GP bersama Ketua Umum YPG Ciamis, R Dida Yudanegara, SH,M.Si, pada saat kunjungan kerja di Universitas Galuh. Foto : Dicky Haryanto Adjid/HR.

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Ketua Umum Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Galuh (YPG) Letjen (Purn) Solihin GP, meminta agar YPG bersama Rektorat Universitas Galuh (Unigal) meningkatkan kwalitas mahasiswa lulusannya.

Selain meminta kwalitas lulusan, Solihin juga menghimbau pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM) pengajar atau dosen Unigal. Alasannya, satu-satunya Universitas yang ada di kab. Ciamis ini sudah mendapatkan kepercayaan yang cukup tinggi dari masyarakat Kab. Ciamis dan sekitarnya.

Hal itu terbukti dengan meningkatnya jumlah mahasiswa yang mendaftar di Unigal dalam setiap tahun ajaran baru. Ketika ditemui HR, di sela kunjungan kerjanya ke Unigal, Selasa (1/2), Solihin mengatakan, bahwa salah satu indikator yang paling mudah terlihat adalah bagaiamana lulusan Unigal bisa diterima di dunia kerja.

Menurut Solihin, Unigal jangan hanya terjebak pada pembangunan infrastruktur semata, melainkan harus mengedepankan kwalitas dari civitas akademikanya. Karena baginya, hal itulah yang saat ini dibutuhkan di masyarakat.

Dia mencontohkan, banyak perguruan tinggi (PT) yang memiliki infrastruktur/ gedung megah, sementara kwalitas SDM di dalamnya tidak mendukung terhadap kemajuan PT itu sendiri.

Untuk itu, peningkatan SMD merupakan suatu hal yang cukup perlu diprioritaskan bagi kemajuan sebuah Universitas. Atau bisa diartikan sebagai sebuah investasi masa depan yang tak ternilai harganya.

Menanggapi penyataan tersebut, Ketua Umum YPG Ciamis, R. Dida Yudanegara, S.H., M.Si bersama Ketua I, Otong Husni Taufiq, S.IP, M.Si, mengatakan, bahwa pihaknya sangat mensyukuri adanya permintaan Sesepuh Jabar sekaligus Ketua Dewan pembina tersebut.

Sebagai upaya konkrit Yayasan dalam meningkatkan SDM, Dida mengaku sudah membentuk Satuan Penjamin Mutu Pendidikan di Kampus Unigal. Indikator nyatanya, banyak para staf pengajar Unigal yang sudah menyelesaikan jenjang pendidikan S-3.

Bagi Dida, peningkatan SDM adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dia juga berpendapat, kiprah Unigal sudah diakui oleh masyarakat luas.

Rektor Unigal, Prof H.S. Koswara,  Selasa (1/2) mengatakan, mahasiswa Unigal saat ini sudah mencapai delaapn ribu orang. Sudah barang tentu, pihaknya akan berpedoman pada delapan standar mutu pendidikan yang tertuang dalam Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan PT.

Ketua Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Unigal, Sukomo, SE, M.Si, ketika dihubungi via telepon selulernya mengatakan, tengah menggodok delapan standar mutu yang nantinya akan diturunkan menjadi Standar Operation Procedure (SOP).

Sekretaris Prodi Akuntansi FE Unigal, Dani Usmar, ketika ditemui HR, di sela acara olimpiade akuntansi ke tujuh, mengatakan sangat menyambut baik upaya peningkatan kwalitas lulusan dan SDM pengajarnya.

Dani berharap, lulusan Prodi Akuntansi FE bisa menempuh pendidikan lanjutan untuk meraih profesi yang kapabel di dunia kerja negeri atau swasta. Dan peningkatan dosennya harus disesuaikan dengan standar Perhimpunan Profesi Akuntan (PPA).

Hal senada diungkapkan Dosen Jurusan Biologi, Drs. Endang Hardi, ketika ditemui HR mengatakan, untuk menjembatani antara dunia keilmuan dan praktek, di jurusan Biologi menerapkan Praktek Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswanya.

“Lebih jelasnya, bagaimana mengupayakan mahasiswa agar mampu memahami teori-teori di kelas dengan observasi yang langsung dilakukan di lapangan,” pungkasnya. (dk)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!