Pipanisasi Sumur Bor Bantuan Kementrian ESDM Terkendala Pembangunan Lanjutan

10/02/2011 0 Comments

Penyaluran air bersih di Dusun Priagung terkendala dana untuk pembangunan pipanisasi lanjutan. Tampak Sobar menunjukan meteran air dan pipa yang belum terpasang. Foto : Pajar Martha/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Warga Dusun Priagung, Desa Binangun, Kec. Pataruman, Kota Banjar, yang telah mendapatkan bantuan sumur bor bagi penyediaan air bersih, dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, kini kesulitan pembangunan pipanisasi lanjutan.

Hal itu dikatakan Sobar, pengelola sumur bor. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak PDAM Tirta Anom untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Namun hasilnya nihil. Mereka (PDAM.red) malah mewanti-wanti jangan sampai program bantuan sumur bor, tumpang tindih dengan program Pemkot Banjar dalam membangun fasilitas PDAM di Balokang,” ujarnya.

Lanjut Sobar, dari hasil koordinasi teknis dengan pihak PDAM Kota Banjar, untuk melanjutkan pembangunan pipanisasi hingga mencapi rumah warga, dibutuhkan dana sebesar Rp.750 ribu per-rumah.

Jumlah uang sebesar itu tentu dirasa mahal. Akhirnya warga bermusyawarah, dengan menghasilkan kesepakatan, bagi warga yang akan memasang jalur ditarik dana sebesar Rp.200 ribu.

Dana sebesar itu untuk membeli kebutuhan pipa, meteran air dan ongkos pemasangan, dan pembayarannya dapat dicicil warga.

“Maka dari itu pemasangan tidak dilakukan serempak, lantaran dana talang sangat terbatas,” kata Sobar.

Pihak pemerintah kota juga telah memberikan bantuan melalui Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2010, dengan memberikan dana untuk membangun pipa induk sepanjang 1.600 meter.

Dikatakan Sobar, pihaknya mendapatkan bantuan sebanyak 200 pipa dari sejumlah anggota DPRD Kota Banjar yang mewakili daerahnya.

Sementara itu, Ika (40), salah seorang warga yang sudah melakukan pemasangan fasilitas air bersih, mengaku sangat terbantu. “Saya tidak keberatan dengan membayar dua ratus ribu rupiah untuk pemasangan. Apalagi terhitung jauh dari pipa inti, sehingga harus menambah pipa,” katanya.

Mengenai pembayaran air telah didapat kesepakatan seluruh warga. Satu kubik air dibebankan biaya sebesar Rp3.000, biaya itu ditujukan untuk perawatan dan operasional sumur bor.

“Biaya bulanan sebesar itu masih terjangkau, dananya juga di kelola warga. Berarti sudah memberikan nilai tambah ekonomi terhadap lingkungan,” pungkasnya. (pjr)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!