Program Bank Sampah Strategi Jitu Raih Green and Clean & Adipura

10/02/2011 0 Comments

Bak tempat pengolahan sampah organik hasil pemilahan sampah dari Bank Sampah yang ada di RW 01, Lingkungan Jelat, Kel. Pataruman. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Guna menampung limbah rumah tangga di masyarakat, Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Lingkungan Hidup (DKPLH) Kota Banjar, membuat program Bank Sampah di 17 RW se-Kota Banjar yang dikategorikan RW Green and Clean.

Menurut Kabid. Kebersihan DPLH Kota Banjar, Ir. Hilda Siti Hindasah, saat ditemui HR di ruang kerjanya, Senin (7/2), mengatakan, sebelumnya ke-17 RW tersebut mendapat pembinaan mengenai manfaat Bank Sampah di wilayahnya.

Pembinaan telah dilakukan dari tanggal 25 Januari sampai 2 Februari lalu, dilanjutkan ke tahap penilaian yang akan berlangsung hingga 12 Februari mendatang.

Tim pembina sekaligus tim penilaian di tingkat kota melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), diantaranya DKPLH, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan dan PKK Kota Banjar.

“Program Bank Sampah ini merupakan salah satu penilaian dalam rangka menyambut hari jadi Kota Banjar. Hasil penilaian dari tingkat kota, selanjutnya diikutsertakan untuk penilain Green and Clean tahun 2011 tingkat provinsi,” katanya.

Selain itu, adanya program Bank Sampah juga sebagai bentuk upaya Pemerintah Kota Banjar dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, menjelang penilaian Adipura tahun 2011.

Namun, peran serta dan dukungan masyarakat terhadap kebersihan, jangan hanya dilakukan karena akan ada penilaian Adipura, tapi harus terus digalakan walaupun tidak ada penilaian.

Lebih lanjut Hilda menjelaskan, jenis sampah rumah tangga yang bisa ditampung di Bank Sampah berupa sampah organik dan anorganik.

Untuk sampah organik nantinya dapat diolah menjadi pupuk. Sedangkan, anorganik bisa dijadikan bahan kerajinan tangan oleh warga sebagai bentuk kreatifitas mereka, misalnya kertas/kardus, plastik, kaleng dan sejenisnya yang dapat didaur ulang.

“Dengan adanya Bank Sampah, maka kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan sampah, diharapkan dapat meminimalisir volume sampah yang masih tinggi di TPS maupun TPA. Kedepannya program tersebut akan dibentuk di setiap lingkungan, namun sebagai tahap awal kami mulai di RW Green and Clean dulu,” katanya.

Kel. Pataruman tidak masuk penilaian RW Green and Clean 2011

Sebagai pemenang dalam lomba RW Green and Clean tahun sebelumnya, baik tingkat kota maupun provinsi, maka pada program Bank Sampah yang diterapkan di setiap RW tersebut, untuk tahun ini Kel. Pataruman tidak diakomodir lagi.

Menurut Kepala Kelurahan Pataruman, Mamat Rahmat, S.STP., mengatakan, setiap kecamatan mengikutsertakan satu RW yang dikategorikan RW Green and Clean untuk dinilai.

Namun, pada tahun ini Kecamatan Pataruman menunjuk RW Green and Clean yang ada di Desa Sinartanjung, lantaran peserta dari kecamatan lain akan mundur jika mengikutsertakan RW Green and Clean dari Kel. Pataruman.

“Sebelumnya yang meraih juara di tingkat kota maupun provinsi yaitu RW 01 yang ada di Lingkungan Jelat, Kelurahan Pataruman. Tapi, sebetulnya kami juga masih punya RW Geen and Clean lain yang belum pernah mengikuti lomba, yaitu RW 10, Lingkungan Sukamanah. Tapi katanya tetap tidak boleh ikut,” tutur Mamat, Selasa (8/2).

Dia menambahkan, untuk kedepan pihaknya menginginkan di setiap RW ada Bank Sampah, sehingga semuanya dikategorikan sebagai RW Green and Clean.

Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya selalu melakukan pembinaan secara bergilir ke setiap RW yang ada di wilayah Kel. Pataruman, diantaranya melakukan kegiatan beberesih tiap hari Jum’at. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!