Ramah Lingkungan & Hijau

24/02/2011 0 Comments

Produksi padi musim panen pertama tahun ini di sejumlah daerah di Jawa Barat diperkirakan turun sekitar 30 persen, dibandingkan dengan kondisi normal. Cuaca yang tak menentu menjadi penyebab munculnya sejumlah hama hingga menurunkan produksi.

Berdasarkan pantauan HR di sejumlah daerah di Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar pekan ini, penurunan produksi padi bervariasi antara 9,4 persen dan 50 persen. Para petani yang berhasil dihubungi HR menyebutkan, produktivitas di wilayah Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar pada musim panen awal tahun ini, bisa menurun sampai 30 persen.

Anomali cuaca yang kian ekstrim menyebabkan intensitas serangan organisme pengganggu tanaman, seperti tikus dan wereng batang coklat semakin mengganas, ketahanan pangan khawatir terancam.

Selain kendala cuaca ekstrim yang mengakibatkan produksi padi menurun, petani yang tak mau mengubah pupuk anorganik dan racun anorganik kepada pupuk organik maupun racun organik yang keduanya ramah lingkungan.

Dengan cuaca ekstrim ini, menyuburkan berkembang biaknya hama wereng coklat, hama keresek dan tikus, meskipun petani untuk memberantas hama menggunakan racun anorganik yang bisa membasmi hama, tetapi juga mematikan predator yang ada di sawah. Seperti kepik mirid dan laba-laba adalah musuh alami wereng coklat, dan hama keresek.

Kita himbau petani, agar sawah kembali subur untuk meninggalkan pupuk dan racun anorganik, dan mempergunakan pupuk dan racun organik yang ramah lingkungan dan tidak mencemari alam sekitarnya.

***

Koran kita merupakan Koran yang konsen pada perjuangan demokrasi dan ekologi. Dengan bermottokan “Berbeda Untuk Bersatu”. Siapa yang tidak betah hidup di daerah yang memiliki udara sejuk dan sehat, serta hemat air dan listrik.

Di tengah beban tarif listrik dan air yang terus meningkat, polusi udara yang makin tidak nyaman dan stres akibat makin sulitnya kebutuhan hidup karena harga kebutuhan hidup terus merambat naik.

Kenyamanan untuk bertempat tinggal dan bekerja menjadi dambaan. Secara sederhana, konsep hijau dimaknai sebagai pengadopsian sistem yang hemat air dan listrik, penggunaan energi terbarukan, konservasi air, kualitas udara yang baik, hingga pemakaian bahan bangunan yang ramah lingkungan dan hemat energi.

Dengan ramah lingkungan, keuntungannya kita menghidar dari cuaca ekstrim upayanya bila saja di daerah-daerah hutan tidak ditebang serampangan dan ditinggalkan sampai menjadi gersang. Berarti penghijauan harus terus ditingkatkan tiada hari tidak menanam pohon. Bila itu dilakukan berarti kita telah ikut menyelamatkan dunia. Untuk itu tanamlah pohon setiap hari, dan di rumah-rumah penghijauan dilakukan dengan menanam bunga atau pohon dalam pot agar rumah tidak gersang. Silahkan coba!. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!