Rambatan Daun Tarum & Ebeg Jadi Motif Batik Banjar

17/02/2011 0 Comments

Motif batik yang akan menjadi ciri khas batik Kota Banjar. Foto : Dokumen.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Meski launching batik khas Banjar urung dilaksanakan pada acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Banjar 21 Februari nanti, namun mengenai motif/corak batik itu sendiri sudah ditetapkan. Rencananya sample motif batik khas Banjar akan dipamerkan dalam acara tersebut.

Hal itu dikatakan Kasie. Bina Usaha Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), sekaligus Bendahara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjar, Neneng Widya Hastuti, S.Sos., Kamis (10/2).

Menurutnya, motif yang ditetapkan pada batik khas Kota Banjar yaitu rambatan daun tarum dan ebeg. Motif tersebut merupakan hasil seleksi pada lomba desain batik khas Kota Banjar yang diselenggarakan oleh Dekranasda tahun 2010 lalu.

Dari 25 peserta yang mengikuti lomba, hanya 6 orang saja yang lolos seleksi. Rata-rata mereka menggambar motif daun tarum, tapi ada pula peserta yang menggambar motif ebeg. Maka, kedua motif itu akhirnya dipilih sebagai corak batik khas Banjar.

“Batik yang bercorak daun tarum dan ebeg ternyata di Jawa Barat belum ada, dan berdasarkan hasil penilaian juri dalam lomba desain batik Kota Banjar, yang mana jurinya melibatkan dari Yayasan Batik Jawa Barat, bahwa daun tarum dan ebeg memang sesuai dengan sejarah Banjar,” terangnya.

Dulu, pohon tarum yang tumbuh di Banjar, tepatnya di pinggir Sungai Citanduy, itu berbeda dengan tumbuhan tarum yang ada di daerah lain. Kalau di Banjar, jenis tanaman tarum tumbuh merambat dan bagian bunganya berukuran kecil.

Sementara ebeg, itu merupakan perpaduan antara budaya Sunda dan Jawa, dimana wilayah Kota Banjar berada di ujung Timur perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, sehingga masyarakatnya terdiri dari dua kultur.

Untuk itu, kesenian tradisonal ebeg dapat dijumpai hampir di semua wilayah Kota Banjar, bukan hanya di Langensari saja.

Lebih lanjut Neneng mengatakan, rencananya memang launching batik khas Kota Banjar akan dilaksanakan pada saat peringatan HUT Kota Banjar ke 8, dimana dalam upacara peringatan tersebut semua OPD dan anggota DPRD mengenakan pakaian batik khas Banjar.

Namun, karena terbentur dana maka launching belum bisa dilaksanakan. Selain itu, waktu untuk membuat batik sampai desain penempatan motif di baju, tidak mungkin selesai dalam waktu yang singkat.

“Kita harus mempersiapkan dulu SDM-nya. Untuk desain penempatan motif di baju, kita juga dibantu oleh Yayasan Batik Jawa Barat. Kalau motifnya asli buatan Banjar, kita hanya mengajukan ke pihak yayasan bahwa motifnya seperti ini,” katanya.

Kemudian, di Banjar juga belum memiliki pengrajin batik, tidak seperti daerah-daerah lain yang mana pengrajin batik merupakan warisan turun temurun, baik batik tulis maupun cetak.

Sehingga, saat ini Kota Banjar baru akan memperkenalkan dulu ciri khas batiknya, bahkan nantinya akan dibuat pula Peraturan Walikota (Perwal).

Sedangkan untuk pengembangan, rencananya Dekranasda bekerjasama dengan Disperindagkop akan membuka peluang bagi masyarakat yang punya minat menjadi pengrajin batik.

“Caranya nanti kita akan mengirimkan surat ke setiap desa dan kelurahan,” kata Neneng.

Selain itu, lanjut dia, upaya untuk memperkenalkan dan pengembangan batik khas Banjar, rencana ke depan juga akan menyelenggarakan work shop. Karena, ke-6 orang pemenang dalam lomba desain batik Banjar itu sudah mengikuti pelatihan di Yayasan Batik Jawa Barat selama 12 hari.

Dengan begitu, mereka bisa membagi ilmunya mengenai pembuatan batik tulis maupun cetak kepada masyarakat yang berminat menggeluti usaha batik. Namun, dalam work shop nanti pihaknya juga akan mendatangkan instruktur dari Yayasan Batik Jawa Barat.

Selain itu, diharapkan kedepannya Kota Banjar juga memiliki galeri sebagai tempat work shop sekaligus praktek pembuatan batiknya.

“Saat ini sudah ada pengusaha yang siap menyediakan tempat untuk galeri. Nantinya di galeri itu bagian depannya dijadikan tempat work shop, dan bagian belakang tempat pembuatannya. Mudah-mudahan semua rencana tersebut bisa segera terwujud,” pungkas Neneng. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!