Soto Kikil & Tahu OVJ, Santapan Hangat Di Wiskul

03/02/2011 0 Comments

Ai Eti tengah mempersiapkan empat porsi nasi uduk yang dipesan pengunjung Kawasan Wisata Kuliner Jl. BKR, Kota Banjar. Foto : Eva Latifah/HR.

Soto kikil dan tahu OVJ (tahu gejrot) melengkapi sajian menu makanan di Kawasan Percontohan Wisata Kuliner Jl. BKR, Kota Banjar.

Eva Latifah

Bila menyambangi Kawasan Percontohan Wisata Kuliner di Jl. BKR, pengunjung bisa memilih berbagai macam menu yang mampu menghangatkan badan, dan tentunya membuat perut kita terbebas dari rasa lapar.

Dari berbagai jenis makanan yang ditawarkan, salah satunya adalah soto kikil hasil olahan Ai Eti, salah seorang pedagang di lokasi tersebut.

Menyantap hidangan satu mangkuk soto kikil hangat plus satu piring nasi, akan lebih terasa nikmat, bila ditambah dengan goreng tahu OVJ. Apalagi hidangan tersebut dinikmati dalam suasana santai di alam terbuka.

Untuk satu porsi soto kikil plus satu piring nasi, pengunjung hanya cukup merogoh kocek sebesar Rp8.000 saja, maka rasa lapar pun akan segera terobati. Sedangkan, satu biji goreng tahu OVJ harganya hanya Rp500.

“Tahu OVJ ini sebetulnya tahu gejrot. Dinamai tahu OVJ artinya tahu khas Jawa, ya mudah-mudahan banyak disukai seperti acara OVJ di tv,” canda Ai, yang ditemani suaminya, Nurman, saat ditemui HR, Minggu (30/1).

Selain soto kikil dan tahu OVJ, tersedia pula nasi uduk komplit, serta minuman panas dan dingin.

Harga satu porsi nasi uduk komplit, pengunjung cukup mengeluarkan uang sebesar Rp5.000 saja, dijamin pengunjung tidak akan terserang wabah kelaparan.

Ai dan Nurman mengaku, bila cuaca sedang bagus, jualan dari pukul 5 sore sampai pukul 11 malam, mereka mampu mendapatkan uang sekitar Rp100 ribu.

Pendapatan sebesar itu karena memang dagangan yang disediakan tidak banyak. “Sengaja tidak memasak banyak, lantaran cuaca saat ini tidak menentu, takutnya kalau masak banyak malah rugi. Jika hujan, Kawasan Wisata Kuliner sepi pengunjung,” tutur Ai yang mengaku warga Parungsari.

Menurut mereka, ramai pengunjung biasanya terjadi hari Sabtu dan Minggu, karena selalu ada hiburan kesenian. Namun, tetap tergantung faktor cuaca.

Sebagai pedagang di Kawasan Wisata Kuliner, Ai dan Nurman berharap, keramaian pengunjung bisa meningkat, sehingga pendapatannya bertambah. Selain itu, mereka juga akan selalu memanjakan pengunjung, dengan mempertahankan ciri khas rasa yang dimiliki dari setiap menu sajian. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply