Antisipasi Kepunahan Biota Laut, DKP Ciamis Rencanakan Transplantasi Trumbu Karang

05/03/2011 0 Comments

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Guna menghindari kepunahan jenis ikan di Pantai Pangandaran, baik Pantai Timur maupun Barat, para nelayan meminta pembuatan dan pemasangan (transplantasi) terumbu karang buatan. Pasalnya, sejak terjadi Tsunami tahun 2006 silam, terumbu karang di pantai tersebut banyak yang rusak.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kab. Ciamis, Ir. Endu, melalui Kasi. Tangkap Bid. Budidaya DKP, Alan, mengatakan, sebetulnya pada tahun 2007 sempat ada penanaman terumbu karang buatan. Namun, tetap saja hasil tangkapan para nelayan tidak maksimal.

“Dengan demikian, saat ini diperlukan sekali penanaman kembali terumbu karang buatan di Pantai Pangandaran,” kata Alan, Kasi Tangkap Bid. Budidaya DKP kepada HR, Selasa (1/2).

Alan menambahkan, permintaan para nelayan Pangandaran tersebut sejalan dengan program dari Kementrian Kelautan RI yang akan membantu penanaman terumbu karang buatan di Pantai Pangandaran.

“Keluhan punahnya ikan ini harus direspon segera. Artinya, setelah ada penanam terumbu karang baru akan dilakukan (restocking ikan) penanaman ikan ke laut, atau bisa dikatakan rumahnya dulu baru ikannya,” tambahnya.

Senada dengan Alan, Kabid Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisaata (Disbudpar) Kab. Ciamis Lilis Kusumawati mengatakan, agenda transpalantasi terumbu karang sudah dilakukan beberapa waktu lalu, yakni pada tahun 2007. Namun diakui Lilis, intensitas penanaman tersebut perlu kembali dilakukan.

“Jelas gagasan penanaman terumbu karang tersebut sangat dinanti. Selain sejalan dengan konsep Biodiversity (Keanekaragaman Hayati), daerah wisata yang harus dijaga dan dilestarikan,” ungkapnya.

Lilis menambahkan, penjagaan terumbu karang sebagai langkah konkrit dari DMO (Destination Management Organization) atau Tata Kelola Managemen Tujuan Wisata dari Kementrian RI.

“Konkritnya, Kementrian Budpar RI mengagendakan transplantasi transplantasi terumbu Karang di Pangandaran pada tahun 2011-2012 ini. Soalnya, Pangandaran sudah masuk agenda kawasan wisata Internasional,” ujarnya.

Wakil Ketua Bidang Anggaran DPRD Ciamis, Iwan M Ridwan, SIP, MSi mengatakan, penanganan terumbu karang di pantai Pangandaran hendaknya dilakukan secara komprehensif.

“Harusnya dilakukan secara komprehensif, kemudian disosialisasikan dengan aksi nyata, karena ini berkaitan dengan hasil tangkap nelayan yang terus menurun,” ungkapnya. (DK)

Antisipasi Kepunahan Biota Laut, DKP Ciamis Rencanakan Transplantasi Trumbu Karang

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Guna menghindari kepunahan jenis ikan di Pantai Pangandaran, baik Pantai Timur maupun Barat, para nelayan meminta pembuatan dan pemasangan (transplantasi) terumbu karang buatan. Pasalnya, sejak terjadi Tsunami tahun 2006 silam, terumbu karang di pantai tersebut banyak yang rusak.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kab. Ciamis, Ir. Endu, melalui Kasi. Tangkap Bid. Budidaya DKP, Alan, mengatakan, sebetulnya pada tahun 2007 sempat ada penanaman terumbu karang buatan. Namun, tetap saja hasil tangkapan para nelayan tidak maksimal.

“Dengan demikian, saat ini diperlukan sekali penanaman kembali terumbu karang buatan di Pantai Pangandaran,” kata Alan, Kasi Tangkap Bid. Budidaya DKP kepada HR, Selasa (1/2).

Alan menambahkan, permintaan para nelayan Pangandaran tersebut sejalan dengan program dari Kementrian Kelautan RI yang akan membantu penanaman terumbu karang buatan di Pantai Pangandaran.

“Keluhan punahnya ikan ini harus direspon segera. Artinya, setelah ada penanam terumbu karang baru akan dilakukan (restocking ikan) penanaman ikan ke laut, atau bisa dikatakan rumahnya dulu baru ikannya,” tambahnya.

Senada dengan Alan, Kabid Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisaata (Disbudpar) Kab. Ciamis Lilis Kusumawati mengatakan, agenda transpalantasi terumbu karang sudah dilakukan beberapa waktu lalu, yakni pada tahun 2007. Namun diakui Lilis, intensitas penanaman tersebut perlu kembali dilakukan.

“Jelas gagasan penanaman terumbu karang tersebut sangat dinanti. Selain sejalan dengan konsep Biodiversity (Keanekaragaman Hayati), daerah wisata yang harus dijaga dan dilestarikan,” ungkapnya.

Lilis menambahkan, penjagaan terumbu karang sebagai langkah konkrit dari DMO (Destination Management Organization) atau Tata Kelola Managemen Tujuan Wisata dari Kementrian RI.

“Konkritnya, Kementrian Budpar RI mengagendakan transplantasi transplantasi terumbu Karang di Pangandaran pada tahun 2011-2012 ini. Soalnya, Pangandaran sudah masuk agenda kawasan wisata Internasional,” ujarnya.

Wakil Ketua Bidang Anggaran DPRD Ciamis, Iwan M Ridwan, SIP, MSi mengatakan, penanganan terumbu karang di pantai Pangandaran hendaknya dilakukan secara komprehensif.

“Harusnya dilakukan secara komprehensif, kemudian disosialisasikan dengan aksi nyata, karena ini berkaitan dengan hasil tangkap nelayan yang terus menurun,” ungkapnya. (DK)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply