Distan Tebar 100 ribu ekor Benih Ikan di Situ Leutik

25/03/2011 Berita Banjar
Distan Tebar 100 ribu ekor Benih Ikan di Situ Leutik

Tahun depan BBI diminta sumbang benih ikan

Banjar, (harapanrakyat.com),- Sebanyak 100 ribu ekor benih ikan ditebar di Bendung Situ Leutik, Desa Cibeureum, Kec. Banjar, Kamis (17/3), merupakan program bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diberikan kepada Dinas Pertanian Kota Banjar.

Kepala Dinas Pertanian Kota Banjar, Ir. Rachmawati, mengatakan, pada tahun sebelumnya bantuan tersebut digunakan untuk ditebar di perairan umum yang ada di Rancamanah, Dsn. Bantardawa, Desa Rejasari, Kec.Langensari.

“Untuk jenis ikannya yaitu ikan nila dan nilem, ukurannya bervariasi, koral dan rumamo. Bantuan yang diterima tahun ini jumlahnya memang lebih banyak, yaitu 100 ribu ekor, karena kita mengajukannya untuk ditebar di Situ Leutik. Sedangkan tahun kemarin hanya 20 ribu ekor saja, disesuaikan dengan kebutuhan lahan peraian umum yang ada saat itu,” jelasnya, Senin (21/3).

Dikatakan Rachmawati, jumlah sebanyak 100 ribu ekor benih ikan yang telah ditebar di Situ Leutik memang kurang, lantaran luas situ cukup besar, yaitu sekitar 3 hektare. Untuk itu, tahun depan pihaknya akan menambah lagi benih ikan tersebut, sesuai saran dari Walikota.

Rencananya, benih ikan akan mengambil dari Balai Benih Ikan (BBI) Kubangsari. Dengan demikian, selain memproduksi benih ikan untuk di jual, BBI Kubangsari juga bisa menyumbang benih ikan ke Situ Leutik.

“Kami berharap, mudah-mudahan ikan yang ditebar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, setidaknya bisa untuk menambah kebutuhan protein asal ikan,” katanya.

Namun, lanjut dia, pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat agar menangkap ikan dengan cara-cara yang baik. Jangan sampai menggunakan portas atau strum, sebab hal itu akan merusak ekosistem atau kebutuhan ikan yang terkandung di dalam situ.

Rachmawati menambahkan, selain ditanami ikan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, Dinas Pertanian juga memanfaatkan Situ Leutik untuk peningkatan produksi hasil pertanian para petani di kawasan tersebut. (Eva)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles