“Kabupaten Ciamis telah menanam 6,2 Juta Pohon”

10/03/2011 0 Comments

Hutan, danau, sungai dan manusia merupakan elemen dasar yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem. Foto: dokumen.

Pentingnya Pembangunan Lingkungan Hidup Berkelanjutan

Memainkan peranan untuk perbaikan lingkungan, kita diingatkan kembali mengenai beragam persoalan lingkungan. Dari tahun 2009 sampai dengan 2010 dan terus berkelanjutan sampai tahun ini, Kabupaten Ciamis telah menanam pohon sebanyak 6,2 juta pohon. Dari jumlah tersebut, 4 juta pohon diantaranya ditanam dengan swadaya masyarakat dan pihak swasta. 2,3 juta pohon ditanam oleh Pemkab Ciamis melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun).

Kita diingatkan kembali mengenai beragam persoalan lingkungan yang sangat mungkin hadir menjadi bagian dari kehidupan keseharian sekaligus tindakan-tindakan rasional apa yang perlu dan dapat kita lakukan untuk mengambil bagian dalam penyelesaiannya, terutama pembelaannya.

Tentu langkah penanaman ini ditunjukkan sebagai usaha penghijauan untuk lahan tegakan, pelataran jalan, bukit/pegunungan dan untuk penghijauan seputar DAS (Daerah Aliran Sungai). Dari jumlah 6,2 juta pohon tersebut ada yang berasal dari inisiatif masyarakat, swasta dan pemerintah Kabupaten Ciamis. Selain untuk penghijauan tak kalah penting sebagai cadangan oksigen. Ungkap Ir. Nurhastuti, Kepala Dishutbun Kabupaten Ciamis dalam keterangan kepada HR, Senin (7/3).

Dengan menanam 6,2 juta pohon berarti Ciamis sudah mempunyai tabungan oksigen yang cukup. Ucap Cece, Kepala Bidang Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Sumber Daya Hutan dan Perkebunan (RLKSHP) Dishutbun Ciamis. Kesediaan oksigen yang cukup. “Asal penghijauan ini harus diupayakan dengan metode tebang tanam, agar cadangan pohon yang akan menyuplai oksigen tetap terpelihara,” ungkap Cece.

Tindakan-tindakan kecil pada ketidakpedulian manusia sebagai akar penyebab berbagai persoalan lingkungan, yang kini sudah bisa kita rasakan dengan terjadi cuaca ekstrem sangat mengganggu bagi kehidupan manusia di dunia.

Untuk itu kita harus terus merawat bumi. Manusia bisa bertahan tidak minum dan makan, tarohlah sehari semalam. Namun, beberapa menit saja manusia tidak menghirup oksigen bisa mati. Pentingnya pembangunan lingkungan hidup berkelanjutan. Wianda Kepala UPTD Dishutbun Ciamis Wilayah Kawali, penghijauan perlu berkelanjutan, fungsinya sebagai resapan air untuk kebutuhan hidup dan cadangan untuk tetap tersedia oksigen untuk kehidupan manusia.

Lebih lanjut Wianda menyarankan, pemilihan jenis tanaman dengan tingkat penyerapan karbondioksida yang tinggi dan produksi oksigen yang tinggi pula yaitu pohon trembesi.

Program penghijauan melalui Indonesia Go Green (Indonesia Hijau.red), merupakan program turunan dari komitmen penjualan karbon. Dimana negara-negara maju, yang telah membeli sumber daya alam dan hasil hutan negeri kita. Bisa mendanai program penghijauan untuk negara-negara berkembang. Hal itu dikatakan Wawan Suparman, Kepala Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Ciamis. Dengan penghijauan ada langkah untuk melestarikan sumber daya hutan dan lingkungan hidup otomatis tersedianya cadangan oksigen, tegas Wawan.

Budayawan dan seniman Padepokan Cisaga Ayip, mengingatkan jangan ada pelanggaran. Bagi kawasan hijau atau konservasi, tidak bolah dijadikan lahan untuk pemukiman jangan melanggar RUTR (Rencana Umum Tata Ruang) di Ciamis mulai nampak pelanggaran, dimana pemukiman tak tepat dengan RUTR lahan hijau atau lahan pertanian banyak yang tergusur oleh pemukiman. Ucap Ayip. Ari parantos kitu kumaha, cerita budayawan yang gemar menanam pohon itu. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!