Pangandaran Belum Dijadikan Wisata Utama Para Turis

10/03/2011 0 Comments

Faktornya adalah Waktu, Jarak Tempuh, Sarana Prasarana dan Event

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Meski objek wisata Pangandaran dijadikan tujuan wisata Internasional, namun rata-rata wisatawan domestik maupun mancanegara hanya tinggal paling lama 2 hari. Hal ini berbeda dengan wisata international lainnya seperti Yogyakarta dan Bali, para wisatawan bisa tinggal selama 1 sampai 2 minggu.

“Hal ini saya kira disebabkan oleh jumlah sarana penunjang yang belum lengkap dan belum adanya event yang membuat para wisatawan betah dan menetap di Pangandaran dengan waktu lama,” kata Lilis Kusumahwati, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Ciamis.

Lilis mengatakan, pada umunya para wisatawan ketika mengunjungi suatu objek wisata, mengharapkan adanya event atau atraksi heboh yang menarik bagi mereka. Dan mungkin juga, mereka datang tidak hanya untuk menikmati pamandangannya saja.

“Yang jelas, saya kira mereka tidak ingin buang waktu percuma di tempat wisata seperti Pangandaran ini. Bisa juga, mereka tertarik datang karena adanya seni tradisonal seperti ronggeng gunung, atau kesenian lainnya,” katanya.

Untuk itu, Lilis menilai agar Pangandaran bisa menarik wisatawan, maka perlu diagendakan pembuatan jadwal kegiatan/ event yang sifatnya berkala. Dengan begitu, bisa dipastikan, para wisatawan bisa menetap di kawasan Pangadaran lebih lama.

“Kenapa teragendakan, supaya jelas materi promosi yang bisa dijual ke mereka, dan para turis bisa mengetahui hiburan apa saja yang mereka harus nikmati. Kalau sudah begitu, mereka jelas akan membooking hotel lebih dari dua atau tiga hari,” katanya.

Lilis juga menyebutkan faktor lain yang menjadi pertimbangan para turis ketika akan berkunjung ke suatu objek wisata. Salah satunya adalah mengenai waktu dan jarak tempuh menuju Pangandaran.

“Kalau lebih dari dua jam, jelas mereka tidak nyaman dalam menikmati wisatanya. Coba saja hitung jarak tempuh anatara Jakarta-Bandung menuju ke Pangandaran atau dari arah Yogyakarta,” katanya.

Lilis menandaskan, bahwa satu-satunya jalan terbaik untuk memecahkan hal itu adalah dengan membuat Rencana Induk Pembangunan Daerah {RIPDA} ntuk wilayah Objek Wisata Pantai Pangandaran.

“Dengan RIPDA, semua masalah bisa diidentifikasi dan diambil pemecahannya secara sistematis. Apalgi untuk sekelas Pangandaran yang sudah dijadikan daerah tujuan wisata Internasioanl,” pungkasnya. (DK)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply