Budidaya Jamur Mampu Serap Tenaga Kerja

14/04/2011 0 Comments

Selain Itu Juga Prospektif dan Untung Yang Menggiurkan

Rajadesa, (harapanrakyat.com),- Menekuni usaha budidaya jamur merang di daerah Ciamis cukup menjanjikan keuntungan karena peminatnya tergolong banyak. Bagaimana tidak, dengan biaya produksi 1 kilogram hanya menghabiskan modal  Rp.800, dan bisa mendapat untung sepuluh kali lipat.

“Hasil budidaya jamur merang pemasarannya tidak sulit karena peminatnya cukup banyak, tidak hanya kalangan masyarakat umum tetapi juga pengusaha rumah makan,” kata Asep Ahmad Komara (46), warga Desa Rajadesa, Kec. Rajadesa, belum lama ini.

Menurut Asep, pemasaran jamur tiram sebagai bahan sayuran, kadang dilakukan dengan mengantarkan langsung ke pelanggan. Beberapa pelanggan tetap Asep berada di daerah Tasikmalaya, Cikijing, Kawali dan Majalengka.

“Sekarang ini omzet penjualan jamur merang masih pada kisaran 15 hingga 20 kilogram perhari, karena budidayanya belum dikelola secara besar-besaran,” katanya.

Usaha yang sudah dilakoni Asep selama lima tahun ini, terbukti bisa menghidupi seorang istri dan dua orang anaknya.

Asep mengaku kewalahan ketika permintaan pasar yang tinggi, sementara jumlah produksi jamur yang dikelola Asep sangat terbatas. Hal itu terjadi lantaran Asep hanya memiliki modal kecil. Akibatnya, pengembangan usaha jamur milikinya sedikit terhambat.

Dengan hanya bermodalkan sebuah  kamar fermentasi dari bilik bambu, seluas 5 kali 12 meter, dalam per harinya hanya mampu memproduksi 15 kilogram jamur Merang. Bagaimana jika jumlah kamar fermentasi jamur yang dimiliki Asep berjumlah banyak?

Meski dengan modal pas-pasan, Asep mengaku usaha jamur merang miliknya bisa menyerap tenaga kerja sekitar dua puluhan orang.

“Kalau tenaga Kerja kami kerjakan sebanyak 7 orang dan kami karyakan juga santri disekitar tempat produksi, ada sekitar 15 orang untuk bantu produksi jadi toatal sekitar 22 orang yang terserap,” Akunya.

Masih menurut Asep, pihaknya meminta perbankan agar bisa memfasilitasi kucuran  kredit  bagi usahanya.

“Apalagi saya dengar, sekarang pemerintah sedang menggalakan KUR (kredit Usaha Rakyat), harapan kami bisa menikmati program tersebut, untuk meningkatkan produksi dan menggairahkan ekonomi desa,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Rajadesa, Umar B.A mengungkapkan bahwa Jamur Merang  yang digagas oleh salah satu warganya tersebut layak untuk diberi stimulus kredit dari perbankan.

“Usaha Jamur Merang sangat prospektif, artinya dari segi keuntungan sangat baik untuk meningkatkan perekonomian Desa, dan sudah selayaknya pihak perbankan dengan program KUR-nya dapat membantunya,” pungkasnya.(DK)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!