“BURUK MUKA CERMIN DIBELAH“

21/04/2011 0 Comments

Banyak kejadian akhir-akhir ini yang mengejutkan, seperti serangan ulat bulu di Probolinggo Jawa Timur, memang spektakuler. Jutaan ekor ulat menyerang lebih dari 14.500 pohon mangga. Setelah ulat-ulat itu bermetamorfosis menjadi ngengat, tiba-tiba saja muncul berita bahwa berbagai wilayah  di Pulau Jawa juga di jarah ulat bulu.

Meskipun beritanya tampak heboh, serbuan ulat bulu di luar Probolinggo tidak menjadi wabah.

Ulat di Probolinggo bisa dipastikan datang dari tempat lain karena populasinya terputus. Semua dalam tahap menjadi ulat, bukan yang hanya sedang menjadi kepompong atau ngengat. Ahli serangga IPB, Hermanu Triwidodo, memiliki teori bahwa serangan ulat ini akibat letusan Bromo.

Fenomena iklim La Nina membuat hujan tak berhenti sepanjang 2010. Akibatnya, makanan ulat terus tersedia sepanjang tahun sehingga jumlahnya sekarang lebih banyak, di tempat lain jumlah serangan ulat bulu tak sedahsyat di Probolinggo. Yang lebih parah karena ikut musnahnya predator, untuk ulat karena semakin berkurangnya burung liar akibat perburuan oleh manusia.

Semua kejadian dan bencana, akibat dari perilaku manusia juga yang peribahasa mengatakan. ”Buruk Muka Cermin Dibelah“. Banyak kejadian yang dilakukan manusia sekarang ini melakukan sesuatu tak memperhitungkan kejadiannya bagaimana merusak atau tidak bagi manusia dan alam, itu banyak buktinya. Kekuasaan dan kekuatan dijadikan alat untuk menumpas yang dianggap, mengganggu kenyamanan pihak-pihak tertentu. Tidak hanya kekuasaan, kemiskinanpun bisa menjadi penyebab kekacauan. Bahkan sesuatu yang bisa membikin lucuuu……

Berkat aksi kocaknya di situs You Tube, Brigadir satu Noorman Kamaru (25) jadi selebritas. Hampir setiap hari, goyang joget India ala Noorman menghiasi layar televisi. Anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Gorontalo ini mendadak jadi idola banyak wanita.

Nasib baik Noorman tak berawal mulus. Semula atasannya sempat mengancam bakal menjatuhkan sanksi karena Noorman Kamaru dianggap melanggar etika. “Berjoget menggunakan seragam Kepolisian jelas kurang etis“, kata juru bicara Polda Gorontalo, Ajun Komisaris Besar Wilson Damanik.

Tapi ancaman hukuman itu justru menuai kritik. Banyak yang menilai citra polisi tidak akan hancur hanya karena ulah Noorman tersebut. Sebaliknya, kelakuan Noorman menampilkan sosok polisi yang manusiawi dan normal. Sangat disayangkan kalau polisi itu di beri sanksi. Mereka bahkan mempertanyakan, mengapa polisi yang menghibur diberi sanksi. Sedangkan petinggi polisi yang korupsi malah dilindungi.

Media massa lain, termasuk televisi, kemudian ikut memberitakan video Noorman tersebut. Sejak itu, dalam waktu tak sampai dua pekan. Noorman menjadi pesohor. Hingga Sabtu pekan lalu (16/4) dini hari videonya di You Tube telah dikunjungi 1.791.705 kali.

Kisah biadab yang dilakukan pria muda jangkung MS (32) berkulit sawo matang itu berdiri memeluk sejadah di perutnya. Saat itu, di Mesjid Az Zikir, kompleks Kepolisian Resor Cirebon Kota, Khatib Abas Sudinta sedang menyerukan khotbah. Isinya tentang hubungan manusia dengan Allah dan dengan sesama manusia. “Jangan melupakan Allah, karena akan celaka sendiri“, ujar Abas di atas mimbar.

Baru setelah iqomat dan Khatib meminta saf diluruskan, pria itu menyeruak masuk ketengah saf tiga. Ia hanya terhalang satu saf dengan Kapolresta Herukoco, yang berada di barisan paling depan. Ketika takbir “Allahu Akbar“ dikumandangkan imam, pria berkulit sawo matang itu membuka jaketnya. Lalu boom…, suara ledakan terdengar. Berjatuhan korban tak kurang dari 28 orang yang sedang Salat Jumat terkapar bersimbuh darah termasuk Kapolreta Herukoco. Korban meninggal satu orang dengan usus terburai di perut bagian kanan, ternyata MS pelaku bom bunuh diri.

Peristiwa itu dikecam banyak pihak. Mesjid tempat suci rumah Allah bagi umat Islam, dikotori oleh orang yang mengaku dirinya Muslim. Perbuatan biadab itu terkutuk bagi pelakunya, itulah buruk muka cermin dibelah.***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!