I J A B K A B U L

07/04/2011 0 Comments

Sebuah terminologi, penggunaan istilah cinta dalam masyarakat Indonesia dan Malaysia lebih dipengaruhi perkataan love dalam bahasa Inggris. Love digunakan dalam sebuah amalan dan arti untuk eros, philia, agape, dan stroge. Namun demikian perkataan-perkataan yang lebih sesuai masih ditemui dalam bahasa serantau dan dijelaskan seperti berikut;

–    CINTA  yang lebih cenderung kepada romantik, asmara dan hawa nafsu, eros.

–    Sayang yang lebih cenderung kepada teman-teman dan keluarga, philia.

–    Kasih sayang yang lebih cenderung kepada keluarga dan tuhan, agape.

–    Semangat nusa yang lebih cenderung kepada patriotnisme, nasionalisme dan narisme, stroge.

Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam. Menurut rumus cinta ada empat syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu perasaan, pengenalan, tanggung jawab, perhatian, saling menghormati. Bila ke empat syarat diatas tidak berfungsi, bagi hubungan perempuan dan laki-laki. Tidak heran bila terjadi hal-hal yang tidak mengenakan bagai sebuah pasangan bercinta. Bila saja terjadi pasangan perempuan dan laki-laki yang bercinta akan menjadi berantakan kisah cintanya. Contohnya, istri membantai suaminya atau sebaliknya.

Erich Fromm dalam buku larisnya (The art of loving) menyatakan bahwa ke empat gejala; Care, Responsibility Respect, Knowledge (CRKK), muncul semua secara seimbang dalam pribadi yang mencintai. Omong kosong jika seseorang mengatakan mencintai anak tetapi tidak pernah mengasuh dan tak ada tanggung jawab pada anak. Anak yang mengalami nasib seperti itu, biasanya hasil cinta hubungan gelap. Misalnya anak yang dilahirkan, nikah kontrak atau nikah siri yang bisa ditinggal begitu saja. Umumnya terjadi pihak laki-laki yang lepas tanggung jawab, habis manis sepah dibuang. Tentu saja yang dirugikan perempuan dan anak yang dilahirkannya.

Seperti banyak jenis kekasih, ada banyak jenis cinta. Cinta berada di semua kebudayaan manusia. Oleh karena perbedaan kebudayaan, maka pendefinisian dari cinta pun sulit ditetapkan. Ada cinta yang sampai kepada pernikahan yang ada Ijab Kabul dan dicatat nikah resmi oleh Negara, nikah siri dan nikah kontrak.

***

Ini sebuah cerita nyata. Warung Kaleng di Tugu Utara di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, cukup mencolok dibandingkan kawasan lainnya di Pucak. Disini terlihat deretan kios penukaran mata uang asing, biro perjalanan,dan tempat penyewaan kendaraan. Sebagian nama kios dan jenis layanan pun ditulis dengan huruf Arab.

Paling tidak ada 20 tempat penukaran mata uang asing di Cisarua. Khusus di Warung Kaleng, pemilik penukaran uang bukan orang lokal bermodal di atas Rp.200 juta. Menurut informasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bogor setidaknya 25.000 orang turis Timur Tengah berkunjung ke Puncak dalam setahun. Mereka rata-rata menghabiskan Rp.1,6 juta perhari dengan lama tinggal selama 2 pekan.

Namun, kedatangan pelancong Timur Tengah yang mulai mengunjungi Pucak sejak tahun 1980-an itu memberi dampak lain. Seorang pekerja salon di Cisarua, sebut saja Teh Ela bertutur, dulu pelancong Timur Tengah banyak menikahi perempuan sini tetapi sebagian besar dari luar Bogor seperti Cianjur dan Sukabumi. Pernikahan itu hanya seumur masa kunjungan sang turis, bisa tiga bulan, satu bulan atau dua minggu ada juga yang langgeng.

Mempelai perempuan mendapat imbalan puluhan juta rupiah. Muncul istilah kawin siri atau kawin kontrak disini. Oman warga setempat mengatakan, ada beberapa vila yang memang khusus melayani kebutuhan wisatawan seperti mereka. ”Sudah cukup dikenal, bila orang-orang seneng-seneng pakai selimut hidup, tinggal kontak pengelola vila itu.” Dari tempat bertemu sampai urusan Ijab Kabul disediakan, mereka tetap tidak mau kalau tanpa Ijab Kabul. Dan ada kenduri supaya warga kampung tahu bahwa turis Timur Tengah, telah menikahi warga setempat, tidak pake ngumpet-ngumpet yang begitu. HARAAM KATA MEREKA!.

Perilaku nikah siri orang Timur Tengah bila akan pepergian jauh selalu minta ijin istri misalnya pergi ke luar negeri memakan waktu seminggu lebih. Untuk melakukan kawin siri, istrinya tidak keberatan (asal jangan nikah resmi). Itu bedanya dengan disini. Kalau disini harus ngumpet-ngumpat kalau ketahuan nah looh, pasti jadi huru-hara tidak terkecuali orang biasa-biasa apalagi selebritis, publik figur, penjabat dan tokoh masyarakat. Pasti ramai meskipun tidak masuk infotainment, apalagi bila sampai tercium. “Eaaarr sajagat”. Tidak percaya anda boleh cobaaa…..***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply