Pemanfaatan dan Pengelolaan Persampahan Masih Rendah

29/04/2011 0 Comments

Sehingga Kota Banjar tak Lolos Adipura

Banjar, (harapanrakyat.com),- Berdasarkan penilaian Adipura P1 tahun 2010 Kementerian RI-LH yang diterima Kota Banjar tanggal 7 April 2011, perolehan nilai Adipura untuk Kota Banjar hanya mampu mendapatkan nilai 69,40. Jumlah tersebut berdasarkan nilai akumulatif pada penilaian pertama (P1) yang dilaksanakan bulan Oktober 2010.

Bagi kabupaten/kota yang meraih nilai kurang dari 70, seperti halnya Kota Banjar, pemerintah provinsi akan melakukan pembinaan untuk persiapan pada P1 tahun 2011.

Sedangkan, bagi kabupaten/kota yang berhasil meraih nilai 70 ke atas, pemerintah provinsi akan melakukan verifikasi, apakah daerah tersebut bisa mempertahankan nilainya atau tidak. Kalau mampu mempertahankan, maka berhak mendapatkan piala penghargaan adipura.

Menurut Kabid. Lingkungan Hidup Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Lingkungan Hidup (DKPLH) Kota Banjar, H. Basir, SP, MP., bahwa nilai terendah di setiap titik pantau penilaian Adipura di Kota Banjar terletak pada kegiatan pemanfaatan dan pengelolaan sampah, yaitu hanya mendapatkan nilai 30.

“Pemanfaatan dan pengelolaan persampahan di Kota Banjar ternyata menjadi faktor utama penyebab tidak lolosnya meraih Adipura. Baik itu dari sampah rumah tangga, sekolah, perkantoran, pertokoan, kawasan perkotaan maupun umum, semuanya mendapatkan nilai jeblok dari tim penilai,” terangnya, Selasa (26/4).

Untuk mempersiapkan P1 di tahun 2011, lanjut Basir, pihaknya mulai mensosialisasikan tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah, mulai dari sampah rumah tangga maupun umum.

Diharapkan, sampah-sampah tersebut sudah dipilah dari masyarakat di tingkat RT, mana sampah jenis organik, anorganik maupun sampah B3. Jadi, sampah yang sudah tidak bisa diolah di tingkat masyarakat, baru diangkut ke TPA untuk diolah.

Pemerintah juga akan lebih menggerakan program bank sampah di setiap RT. Hal itu sangat berguna bagi pemilahan dan pemanfaatan sampah di tingkat masyarakat.

Lebih lanjut dia menegaskan, untuk menangani masalah kebersihan lingkungan, pihaknya sangat mengharapkan adanya kesadaran dari semua kalangan masyarakat Kota Banjar mengenai pemanfaatan dan pengelolaan persampahan.

“Kita berharap pada P1 tahun 2011 yang akan dilaksanakan bulan Oktober mendatang, Kota Banjar bisa meningkatkan perolehan nilainya. Apalagi dalam penilaian tersebut akan ada penambahan point untuk kwalitas air,” katanya.

Basir menambahkan, untuk penilaian paling besar yang diperoleh Kota Banjar pada P1 2010 adalah dari sektor Hutan Kota, yaitu mendapatkan nilai 80,50. Sedangkan penilaian lainnya rata-rata mendapatkan nilai 69. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply