Porsi Anggaran Tahun 2012 Akan Diarahkan Untuk Infrastruktur & Perekonomian

07/04/2011 0 Comments

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kab. Ciamis, Ir. Tiwa Sukriyanto, MS

Menyusul masih banyaknya fasilitas infrastruktur, seperti jalan, jembatan dan irigasi yang mengalami kerusakan di sejumlah daerah di Kabupaten Ciamis, membuat Pemkab Ciamis dipaksa harus memutar otak guna menyediakan anggaran untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Dalam rancangan RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) tahun 2012, yang dibahas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kab. Ciamis tahun 2012, di Aula Bappeda Ciamis, Kamis (17/3), mengisyaratkan bahwa Pemkab akan lebih memprioritaskan pada perbaikan fasilitas infrastruktur dan perekonomian dalam rumusan perencanaan pembangunannya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kab. Ciamis, Ir. Tiwa Sukriyanto, MS, didampingi Sekretaris Bappeda Kab. Ciamis, Ir. H. Setia Permana, SE, MP, mengatakan, dalam sasaran perencanaan pembangunan tahun 2012, pihaknya akan lebih fokus terhadap perbaikan dan pembangunan fasilitas infrastruktur di sejumlah daerah di Kabupaten Ciamis.

“ Yang lebih prioritas adalah perbaikan dan pembangunan jalan kabupaten. Karena fasilitas jalan merupakan salah satu sarana vital dalam mendorong perekonomian masyarakat, “ ujarnya, saat memaparkan rancangan RKPD Kab. Ciamis tahun 2012.

Selain itu, lanjut Tiwa, perbaikan dan peningkatan cakupan layanan irigasi, penataan lingkungan perkotaan, peningkatan cakupan layanan air bersih, meningkatkan layanan angkutan umum, perbaikan jalan desa, dan peningkatan layanan listrik desa, juga menjadi sasaran prioritas dalam perencanaan pembangunan tahun depan.

“ Rencana pembangunan tahun depan lebih kepada peningkatan dan pemantapan fasilitas infrastuktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Selain persoalan fasilitas infrastruktur, Pemkab juga mendisain program peningkatan pelayanan publik, peningkatan mutu pendidikan, peningkatan pelayanan kesehatan dan peningkatan daya beli masyarakat.

“ Hal itu juga menjadi bahan kajian dalam rencana pembangunan tahun depan. Intinya, kita akan lebih meningkatkan pelayanan publik terhadap masyarakat, “ imbuhnya.

Menurut Tiwa, kemantapan jalan kabupaten saat ini masih relatif rendah. Hanya sekitar 60 % jalan kabupaten yang sudah mendapat perbaikan. Selain itu, aksesibilitas jalan dan jembatan di wilayah perbatasan pun masih rendah.

“ Tentunya masalah ini perlu segera dipikirkan. Luasnya jalan kabupaten dan kemampuan anggaran yang dimiliki oleh Pemkab, menjadi kendala dalam menuntaskan perbaikan dan pembangunan jalan, “ imbuhnya.

Selain jalan Kabupaten, kata Tiwa, kondisi fasilitas infrastruktur di pedesaan pun sama, banyak mengalami kerusakan dan belum memadai. “ Seperti jalan, jembatan dan listrik masih menjadi kendala serius yang perlu segera diatasi,” ujarnya.

Tiwa juga menjelaskan, sebagai upaya agar permasalahan tersebut dapat segera diatasi, pihaknya kini tengah merumuskan arah kebijakan keuangan daerah untuk tahun anggaran 2012.

Arah kebijakan tersebut, lanjut Tiwa, meliputi arah kebijakan pendapatan daerah, arah kebijakan belanja daerah dan arah kebijakan pembiayaan. Menurut dia, untuk mengoptimalkan pendapatan daerah, pihaknya akan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah, memantapkan kelembagaan dan operasional pemungutan pendapatan daerah, juga penggalian potensi sumber-sumber pendapatan.

“ Kita juga akan lebih meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya membayar pajak dan retribusi, dan juga akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi guna memperoleh dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah,” terangnya.

Sementara dalam arah kebijakan belanja daerah, Tiwa mengatakan untuk tahun anggaran 2012 akan diprioritaskan pada program dan kegiatan yang mendukung akselerasi pencapaian target-target kinerja daerah strategis.

“ Tentunya dalam pengalokasian anggarannya pun akan lebih diarahkan untuk membiayai program kegiatan prioritas. Juga akan meningkatkan proporsi anggaran untuk pembangunan perekonomian dan infrastruktur yang menunjang pertumbuhan ekonomi yang semakin berkualitas, “ paparnya.

Sedangkan dalam arah kebijakan pembiayaan akan mencakup pada penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Untuk penerimaan pembiayaan, ujar Tiwa, akan mengoptimalisasikan sisa anggaran tahun sebelumnya untuk memfasilitasi apabila terjadi defisit.

“ Selain itu juga, kita akan mengalokasikan dana cadangan untuk membiayai kegiatan yang memerlukan dana cukup besar, sehingga memerlukan pengalokasian dalam APBD lebih dari satu tahun anggaran.,” terangnya.

Sementara dalam pengeluaran pembiayaan, tambah Tiwa, akan lebih diarahkan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban yang sangat urgen. (Subagja Hamara)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply