Rp. 17, 4 Milyar Untuk Pulihkan Padamulya

07/04/2011 0 Comments

Hutan belantara yang terdapat pohon besar yang berada di lembah Sungai Ciharus pun tak luput dari amukan banjir bandang. Akibat banyaknya pohon besar yang tumbang dan terseret arus banjir, membuat sejumlah rumah yang berada di kaki gunung hancur terbentur oleh material dari pohon besar yang terseret arus banjir. Foto diambil Sabtu (2/4). Foto: Dicky Haryanto Adjid/HR.

Korban Banjir Bandang Masih Takut Bencana Susulan

Bencana tanah longsor yang mengakibatkan banjir bandang yang meluluhlantakan empat dusun di Desa Padamulya Kecamatan Cihaurbeuti, Kab. Ciamis, memang sudah sepekan berlalu. Namun akibat bencana itu kini menyisakan luka dan penderitaan. Banyak warga yang mengaku trauma oleh bencana tersebut. Karena bencana itu datang tiba-tiba dan tidak pernah diperkirakan sebelumnya.

Banyak warga setempat yang enggan kembali ke rumahnya. Mereka lebih memilih tinggal di pengungsian atau menumpang di sanak saudara yang rumahnya jauh dari lokasi bencana. Karena warga khawatir terjadi kembali banjir bandang susulan yang kekuatannya lebih besar dari bencana sebelumnya.

Rumor di warga setempat memang santer akan terjadi kembali banjir bandang susulan. Indikasinya, salah seorang warga konon menemukan bendungan alam yang membentuk genangan air di hulu sungai Ciharus, tepatnya di jurug panjang yang berada di puncang Gunung Syawal.

“ Kemarin ada warga di sini yang naik ke atas puncak gunung. Katanya menemukan bendungan yang membentuk genangan air. Bendungan itu lebih besar dari bendungan yang kemarin runtuh yang mengakibatkan banjir bandang, “ kata Yusuf, warga Sedakaler Desa Padamulya, kepada HR, Sabtu (2/4).

Munculnya rumor mengenai masih adanya bendungan alam yang lebih besar, kontan membuat sejumlah warga ketakutan. Terlebih, rumor itu dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut. Ketika HR menyanyakan ke warga yang lain pun, ternyata rumornya sama membicarakan kemungkinan tersebut.

Tak hanya rumor soal bendungan alam yang katanya ditemukan salah seorang warga. Ramalan orang pintar atau kesepuhan pun menjadi referensi warga. Menurut warga, beberapa kesepuhan yang memiliki ilmu batin di daerah itu mengatakan bahwa benar ada bendungan alam yang membentuk genangan air di hulu sungai Ciharus.

“ Namun, menurut kesepuhan kalau sampai malam minggu (Sabtu/2/4) tidak terjadi bencana, berarti aman seterusnya,” katanya.

Sementara akibat bencana banjir bandang tersebut mengakibatkan 4 warga meninggal dan 15 warga luka-luka. Sedangkan jumlah pengungsi saat ini semakin terus bertambah. Data hari Selasa (5/4), jumlah pengungsi sudah sebanyak 2.846 orang.

Pemkab Ciamis pun sudah mendata jumlah perkiraan kerugian akibat bencana tersebut. Pemkab menghitung, untuk memulihkan kembali Desa Padamulya membutuhkan dana sekitar Rp. 17,438,390,000,-.

Dana itu diperuntukan guna membiayai empat tahap penanggulangan bencana, yakni pada saat reponse/ penyelamatan, recovery, rekontruksi dan depelovment/ pembangunan.

Tahap reponse atau tanggap darurat sudah dinyatakan selesai pada hari Senin (4/5). Kini sudah masuk ke tahap recovery selama 5 bulan atau sampai tanggal 4 September 2011. Pada tahap recovery ini, salah satunya direncanakan akan memberikan bantuan untuk rehabilitasi rumah korban bencana.

Setelah itu selesai, kemudian berlanjut ke tahap rekontruksi selama satu tahun atau akan berakhir pada tanggal 4 September 2012. Dan yang terakhir, berlanjut ke tahap devolopment/pembangunan selama dua tahun atau akan berakhir pada tanggal 4 September 2014.

Camat Cihaurbeuti, Drs. Sahlan, didampingi Kades Padamulya, E. Haerudin mengatakan, untuk menampung pengungsi, pihaknya sudah menyediakan gedung olahraga (GOR) Desa Padamulya dan beberapa madrasah yang dianggap aman. “Hal–hal yang berkaitan dengan penelitian dari Badan Geologi itupun belum dapat dipastikan, hanya saja warga diminta selalu waspada akan terjadinya bencana susulan,” katanya, kepada HR, Selasa (5/4).

Menurut E. Haerudin, saat ini ada sekitar 200 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 2.846 orang yang mengungsi. “Sedangkan rumah yang rusak berat sebanyak 52 rumah, rusak sedang 9 rumah, dan rusak ringan 139 rumah,” terangnya.

Sementara sarana pendidikan yang mengalami kerusakan sebanyak 2 sekolah yang berada di Dusun Ciawitali. Sedangkan 3 jembatan dan 4 irigasi juga mengalami kerusakan. “ Diperkirakan sementara kerugian sebesar Rp. 3.241.700.000,-. Kemungkinan jumlah kerugian akan terus bertambah,” pungkasnya. (Subagja Hamara/ Dicky H. Adjid/Edji Darsono)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply