Warga Keluhkan Air PDAM Tirta Anom Tidak Lancar

29/04/2011 0 Comments
>

Air PDAM beberapa kali tersendat, akibatnya kebutuhan air sehari-hari warga kurang terpenuhi dengan baik. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Akhir-akhir ini, warga di beberapa wilayah Kota Banjar mengeluhkan aliran air bersih dari PDAM Tirta Anom tidak lancar, bahkan ada yang sama sekali tidak teraliri selama satu hari satu malam.

Seperti dikeuhkan Lia, warga Lingkungan Banjarkolot, Kel/Kec. Banjar, bahwa air hanya bisa mengalir di bagian kran utama, itu pun tidak besar. Sehingga, untuk mencukupi kebutuhan air bersih terpaksa harus menampung dulu dari kran utama.

“Ada sekitar satu mingguan air tidak lancar mengalirnya, kondisi ini tentu membuat aktifitas saya sekeluarga menjadi terganggu karena kalau mau mandi juga harus ngangkut air pakai ember dari kran utama, jadi membutuhkan waktu cukup lama, apalagi ngalirnya juga ngilicir,” katanya, Minggu (24/4).

Menurut dia, mulai tersendatnya saluran air bersih dari PDAM biasanya terjadi sekitar jam 11 siang sampai jam 3 sore. Kemudian ngalir lagi sampai jam 9 malam, dan kembali berhenti dari jam 9 hingga jam 2 malam.

Hal senada juga diungkapkan Titin, dia mengatakan, terkadang aliran air yang keluar dari kran utama cukup besar, namun meski demikian tetap saja kran yang dipasang di kamar mandinya tidak dapat mengeluarkan air sedikitpun.

“Sebelumnya saya mengira kran di kamar mandi rusak, kemudian saya ganti dengan yang baru, tapi ternyata tetap saja air tidak mau naik. Dan, setelah saya tanya kepada tetangga, mereka juga sama kejadiannya seperti ini,” ujarnya.

Dikatakan Titin, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, rata-rata warga di sekitar lingkungannya hanya mengandalkan pasokan air dari saluran PDAM. Sehingga, bila aliran air tersebut tidak lancar atau bahkan tidak mengalir samasekali, tentu saja warga merasa panik.

Kepanikan tersebut tidak hanya dialami oleh masyarakat yang ada di wilayah Kec. Banjar, tapi juga warga di wilayah Kec. Pataruman. Seperti diungkapkan Atik, warga Lingkungan Jelat, Kel. Pataruman.

Menurut dia, tersendatnya saluran air dari PDAM sudah terjadi lebih dari satu minggu. Bahkan, sekitar tiga hari yang lalu air tidak mengalir sedikitpun selama satu hari satu malam.

“Kalau di daerah sini sudah lama tersendatnya, hampir sekitar dua mingguan lah. Terus terang saja saya maupun warga lainnya yang hanya mengandalkan air dari PDAM merasa kecewa dengan kondisi seperti ini,” katanya, Selasa (26/4).

Lanjut dia, jika saja tetangganya tidak ada yang mempunyai sumur resapan, dirinya akan semakin merasa kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Sebab, aliran air dari PDAM tidak mampu mengisi bak mandi sampai penuh.

Air yang ada hanya cukup digunakan untuk keperluan memasak saja, sedangkan bagi kebutuhan lainnya, seperti mandi dan mencuci pakaian, harus mengambil dari sumur milik tetangganya.

Keluhan serupa juga diungkapkan Tono, salah seorang tetangga Atik. Tono mengaku, pada saat air PDAM tidak mengalir selama satu hari satu malam, dia sekeluarga sampai mengungsi ke rumah orang tuanya yang ada di wilayah Lingkungan Lembur Balong.

“Di rumah orang tua saya padahal sama menggunakan air dari PDAM, tapi di daerah Lembur Balong alirannya lancar-lancar saja. Kalau misalkan ada kerusakan pada sebagian pipa saluran, seharunya pihak PDAM segera memperbaiki, jangan dibiarkan berlarut-larut seperti ini,” tuturnya.

Tono mengatakan, beberapa kali dirinya memberitahukan permasalahan tersebut kepada pihak PDAM, bahkan petugas PDAM berjanji akan mengecek sekaligus memperbaikinya. Tapi, pada kenyataannya sampai saat ini perbaikan belum juga dilakukan.

Sementara itu, untuk mengkonfirmasikan permaslahan tersebut kepada PDAM Tirta Anom Kota Banjar, namun hingga berita ini diturunkan pejabat terkait belum bisa ditemui karena sedang tugas ke luar kota. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!