Dalam Penataan Kawasan Doboku Jaga Estetika Lingkungan Alam

13/05/2011 0 Comments

Deretan lapak pedagang kuliner di kawasan Doboku tampak membelakangi Sungai Citanduy. Pada penataan nanti, bangunan lapak diharapkan menghadap ke sungai. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Pada tahun 2011 ini, rencananya Pemerintah Kota Banjar akan melakukan penataan lahan pedagang kreatif lapangan (PKL) yang ada di kawasan kuliner Doboku, dengan anggaran biaya mencapai Rp700 juta.

Dalam penataannya nanti, tentu harus tetap menjaga estitika lingkungan alam yang ada disekitarnya. Karena, kawasan Doboku merupakan salah satu tempat ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Banjar.

Keberadaan pohon-pohon besar yang umurnya dipastikan sudah ratusan tahun harus tetap dilestarikan, lantaran hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Selain itu, adanya pohon-pohon besar juga mampu menjadi peneduh di sekitar taman Dobo. Dengan demikian, pada penataan nanti infrastruktur yang dibangun harus pula terintergrasi dengan lingkungan di tempat itu.

Menurut Sekretaris Kecamatan Pataruman, sekaligus pada saat itu sebagai penggagas pertama dalam penataan PKL Doboku, Asno Sutarno, SP, MP., bahwa taman Doboku harus menjadi tempat rekreasi, edukasi dan religi.

Sedangkan untuk penataan bangunan lapak PKL harus memperlihatkan tata arsitektur yang alami. Hal itu tentu didukung dengan infrastruktur lainnya, seperti trotoar, jalan setapak, fasilitas taman, tempat bermain anak-anak, lahan parkir, serta papan informasi mengenai aneka menu makanan yang ada di kuliner Doboku.

Kemudian, lapak-lapak PKL harus menghadap ke sungai, dengan demikian maka sungai dijadikan sebagai halaman yang mempunyai keindahan tersendiri. Untuk itu, siteplan juga harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan alam.

“Kalau semua itu dipahami, maka akan mempunyai daya tarik yang luar biasa. Karena, Doboku dijadikan kawasan kuliner dipastikan dapat mendongkrak ekonomi. Makanya perlu diperhatikan oleh pemerintah mengenai konsep bangunan harus disesuaikan dengan lingkungan alam sekitar,” tuturnya, Selasa (10/5).

Sedangkan, bagi pelaku PKL itu sendiri harus kreatif dan inovatif dalam menyajikan makanan, serta bagaimana caranya mengangkat makanan-makanan ciri khas Kota Banjar yang bisa disajikan di kawasan kuliner Doboku. Sehingga, di kawasan kuliner Doboku tersaji makanan yang lengkap.

Selain itu, PKL juga harus mampu menjaga kebersihan, kenyamanan serta keindahan, dan menjadikan kenangan. Artinya, orang akan selalu mengenang dan ingin datang kembali ke tempat tersebut. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!