Hanya 1 Siswa Yang Tidak Lulus UN SMA/SMK

20/05/2011 Berita Ciamis
Hanya 1 Siswa Yang Tidak Lulus UN SMA/SMK

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Hasil kelulusan Ujian Nasional (UN) SMA, SMK dan MA tahun 2011 di Kabupaten Ciamis ternyata sangat memuaskan. Dari 11,082 peserta UN dari jenjang SMA, SMK dan MA, hanya satu orang peserta saja yang dinyatakan tidak lulus dalam menempuh UN yang digelar beberapa waktu lalu.

Hasil kelulusan yang hampir 100 % itu, setidaknya telah memperbaiki catatan buruk pada hasil UN tahun kemarin, dimana sebanyak 315 peserta UN SMA, SMK dan MA di Kabupaten Ciamis dinyatakan tidak lulus, meski akhirnya mereka dinyatakan lulus dengan diberi kesempatan UN ulangan.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Kab. Ciamis, Drs. H. Nana Ruhena, MM, mengatakan, adanya satu peserta UN yang tidak lulus disebabkan yang bersangkutan tidak menempuh UN selama 2 hari lantaran sakit.

“ Selama 2 hari anak itu ikut ujian UN, namun di hari ke 3 dan ke 4 dia mengeluh tidak kuat lagi berpikir dan menulis untuk menuntaskan UN, sehingga tidak mengikuti pelaksanaan ujian selama 2 hari. Dengan begitu, secara otomatis anak tersebut dinyatakan tidak lulus,” terangnya, kepada HR, ketika melakukan pemantauan pembukaan hasil UN SMA, SMK dan MA, di SMA Negeri 2 Ciamis, Senin (16/5).

Namun demikian, Nana juga mengakui bahwa naiknya persentasi kelulusan UN SMA, SMK dan MA yang hampir 100% di Kabupaten Ciamis, tak terlepas dari adanya perubahan sistem penilaian kelulusan UN yang berlaku pada tahun ini, dimana dalam penentuan kelulusan siswa tidak hanya berpatokan pada nilai UN saja, tetapi memasukan juga Nilai Sekolah (NS) yang dikumulatifkan dengan nilai UN.

“ Adanya skor 40% dari Nilai Sekolah dalam penentuan kelulusan merupakan salah satu faktor tingginya persentasi kelulusan UN tahun ini. Karena, siswa yang mendapat nilai UN 3,5 saja sekarang bisa lulus, lantaran ketika dikumulatifkan dengan Nilai Sekolah menjadi lebih dari 5,5 nilai akhirnya,” ujarnya sembari menambahkan bahwa batas minimal nilai kelulusan harus diatas 5,5 nilai akhirnya.

Menurut Nana, siswa yang dinyatakan tidak lulus lantaran sakit berasal dari SMA Swasta Al Muminun Cipaku. Dengan adanya 1 peserta yang tidak lulus, mengakibatkan persentasi kelulusan UN SMA menjadi 99,98%. Sementara persentasi kelulusan SMK dan MA 100%.

Nana juga mengatakan adanya skor 40% dalam penentuan kelulusan dari Nilai Sekolah merupakan sebuah kemajuan dalam penyelenggaraan UN tahun ini. Karena dalam penentuan kelulusan siswa dapat dilakukan secara objektif.

“ Jika penentuan kelulusan hanya berpatokan pada nilai UN, berarti siswa menentukan nasib masa depannya, hanya diukur dalam waktu ujian 4 hari. Jelas hal itu tidak objektif,” ungkapnya.

Dengan adanya skor 40 % dari Nilai Sekolah yang diterapkan dari tahun ini, lanjut Nana, jelas hal itu menjadi objektif. Karena Nilai Sekolah merupakan kumulatif dari Ujian Sekolah (US) dan nilai raport siswa.

“Artinya, penentuan kelulusan siswa saat ini dinilai secara konperhensif, di mulai dari penilaian siswa selama belajar yang dinilai pada raport siswa hingga penilaian pada hasil US dan UN, “ ujarnya.

Menurut Nana, sistem penilaian kelulusan siswa untuk tahun mendatang tampak tidak akan banyak berubah. Justru saat ini banyak usulan dari berbagai daerah agar skor Nilai Sekolah dalam penentuan kelulusan siswa dinaikkan menjadi 50% dari 40 % yang saat ini diberlakukan. (Bgj)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles