Hulu Sungai Ciharus Akan Segera Direhabilitasi

05/05/2011 1 Comment

Dalam Mengantisipasi Banjir Bandang Susulan

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Menyusul terjadinya bencana banjir bandang di Desa Padamulya Kecamatan Cihaurbeuti Kab. Ciamis, beberapa waktu lalu, Kementrian Kehutanan rencananya akan merehabilitasi kawasan hutan Gunung Syawal tepatnya di areal Curug Panjang yang menjadi hulu sungai Ciharus. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya kembali banjir bandang susulan di daerah tersebut.

Kepala Bidang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jabar, Drs. Rajendra Supardi, kepada HR, di Ciamis, mengatakan, Bupati Ciamis sudah melayangkan surat permintaan kepada Menteri Kehutanan agar segera dilakukan perbaikan di hulu sungai Ciharus yang berada di wilayah hutan konservasi Gunung Syawal.

“ Kita kini tengah menunggu jawaban Pak Menteri berupa surat rekomendasi prihal rehabilitasi hulu sungai Ciharus. Kalau surat tersebut sudah turun, pastinya Dirjen Perlidungan Hutan dan Konservasi bersama Dirjen PBPDAS Kementrian Kehutanan segera melakukan tindakan dalam rangka rehabilitasi hulu sungai tersebut, “ ujarnya, Selasa (3/5).

Rajendra menjelaskan rencana rehabilitasi hulu sungai Ciharus akan dilakukan dengan cara membersihkan seluruh material bekas longsoran tanah yang saat ini masih menumpuk di areal Curug Panjang. Selain itu juga akan dilakukan reboisasi tanaman di wilayah tersebut.

“ Langkah pertama membersihkan seluruh material bekas longsoran. Hal itu dimaksudkan guna memperlancar aliran air dari sumber air Curug Panjang ke sungai Ciharus. Kemudian akan dilakukan reboisasi di sekitar areal bekas longsoran guna mencegah terjadinya kembali erosi tanah,” terangnya.

Rajendra juga mengungkapkan untuk mencegah terjadinya kembali banjir bandang di daerah tersebut tidak hanya dengan melakukan rehabilitasi di hulu sungai Ciharus saja, tetapi juga perlu segera dilakukan normalisasi sungai Ciharus yang berada di hilir.

“ Karena percuma saja kalau di atas (hulu sungai) dilakukan rehabilitasi, sementara di sungai Ciharus tidak dilakukan normalisasi dengan cara menyingkirkan bongkahan batu besar yang menutupi aliran sungai,” ujarnya.

Sebab, lanjut Rajendra, apabila bongkahan batu besar masih menutupi badan sungai Ciharus, tentunya akan menyumbat aliran air dari hulu sungai yang berasal dari Curug Panjang.

Yang paling urgent, kata Rajendra, sebenarnya harus segera menyingkirkan bongkahan batu yang menumpuk di sepanjang aliran sungai Ciharus. Karena jika tidak segera disingkirkan, akan menyumbat aliran air dari hulu sungai. Jika begitu, potensi membentuk kembali bendungan alam, sangat besar.

“ Kalau sudah kembali membentuk bendungan alam kan besar kemungkinan kembali terjadi banjir bandang,” ujarnya.

Menurut Rajendra, penanganan untuk mencegah terjadi kembali banjar bandang susulan di daerah tersebut sebaiknya perlu dibuat Tim Terpadu yang didalamnya terdiri dari sejumlah intansi yang terkait dengan penanganan bencana tersebut. Hal itu agar penanganannya bisa bersama-sama dilakukan.

“ Karena dalam hal ini banyak pihak terkait. Seperti urusan aliran sungai merupakan kewenangan BBWS Citanduy. Kita hanya berwenang di wilayah konservasi hutan saja. Jadi, idealnya Tim Terpadu itu didalamnya Pemkab, BKSDA dalam hal ini Menteri Kehutanan dan BBWS Citanduy,” ujarnya.

Rajendra juga mengingkatkan kepada warga Desa Padamulya agar selalu waspada apabila terjadi curah hujan tinggi. Pasalnya, selama rehabilitasi bekas bencana belum dilakukan, ancaman bencana masih ada.

“ Ciri-ciri akan terjadi banjir bandang, tinggal dilihat dari warna air sungai Ciharus. Apabila air sungai berwarna coklat, warga harus waspada. Karena jika berwarna coklat berarti telah terjadi longsor di hulu sungai. Dan itu bisa berpotensi banjir bandang. Karena air yang pusatnya dari sumber air normalnya berwarna jernih, “ terangnya.

Sementara itu, Satker Pelaksana Pengelolaan Jaringan Sumber Air BBWS Citanduy, Ahmad Chumaedi, mengatakan, untuk penanganan sungai Ciharus pasca bencana banjir bandang, pihaknya masih menunggu anggaran penanggulangan darurat alur sungai Ciharus dari Dirjen PU.

“Ajuan penanggulangan dan laporan sudah kita kirimkan ke Dirjen PU.  Sesuai hasil survey di lapangan, kita merencanakan kegiatan penanggulangan dengan membuat bronjong dan memperbaiki alur sungai Ciharus dengan anggaran diperkirakan akan menghabiskan Rp. 3 Milyar,” ujarnya, ketika dihubungi HR, di kantornya, Selasa (3/5). (Bgj/dn)

About author

Related articles

1 Comment

Leave a Reply