Jalan Cibeunter Sudah Rusak, Gelap Gulita

05/05/2011 0 Comments

Rusaknya kondisi Jalan Cibeunteur membuat aktifitas warga menjadi terhambat. Tampak sejumlah kendaraan roda dua berhati-hati saat melintas di jalan tersebut. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Kurang lebih sepanjang 900 meter, kondisi Jalan Cibeunteur yang menghubungkan wilayah Kelurahan Banjar dengan Desa Balokang, mengalami kerusakan memprihatinkan.

Lubang menganga menghiasi jalan tersebut, hal itu dapat menghambat aktifitas warga yang sering menggunakan akses jalan tersebut. Sementara, aktifitas kendaraan, khususnya roda dua, setiap harinya cukup ramai melintas.

Menurut Herman, salah seorang pengguna jalan, mengatakan, Jalan Cibeunteur merupakan akses tercepat bagi masyarakat diwilayahnya. Karena, sebagian warga Balokang sering memilih melewati Jalan Cibeunteur jika mereka akan ke kota.

“Jalan ini merupakan jalur alternatif dari Balokang menuju wilayah perkotaan, lantaran lebih dekat. Saya sebagai pengguna jalan berharap supaya pemerintah segera memperbaiki kerusakannya,” kata Herman, Sabtu (30/4).

Dikatakannya, Jalan Cibeunteur digunakan warga bukan hanya waktu siang saja, pada malam hari pun kerap ramai dilalui. Dengan kondisi seperti itu, setiap pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas.

Sebab, selain rusak, ruas jalan cukup sempit dan gelap. Sumber penerangan hanya dari pantulan cahaya beberapa rumah yang letaknya berada di pinggir jalan.

Hal senada juga diungkapkan Siska, salah seorang pelajar SMK Negeri 1 Banjar. Dia mengaku, setiap berangkat ke sekolah selalu melewati Jalan Cibeunteur, karena jarak dari rumahnya ke sekolah memang lebih cepat melewati Jalan itu.

“Rumah saya di daerah Balokang, jadi kalau ke sekolah lebih dekat lewat sini. Menurut saya, kerusakan jalan sangat berpengaruh bagi kelancaran aktifitas menuju sekolah. Apalagi kalau pagi hari, meski sempit tapi jalan ini cukup ramai dilalui warga yang akan beraktifitas, termasuk saya,” tuturnya.

Sementara itu, pengguna jalan lainnya, Robbi, salah seorang santri di Pesantren Cibeunteur, mengatakan, kerusakan jalan sudah cukup lama, tapi sampai saat ini belum terlihat tanda akan adanya perbaikan.

“Mungkin pemerintah menganggapnya jalan ini jalan buntu, sehingga tidak dilirik dan membiarkan kerusakan menjadi semakin parah. Coba saja lihat, tidak siang tidak malam jalan ini ramai dilalui, bukan saja pengguna kendaraan bermotor, tapi becak dan sepeda juga banyak lewat ke sini,” katanya.

Mereka semua berharap pemerintah, baik pemerintah kota maupun desa, mau mendengar keluhan warganya yang menginginkan adanya perbaikan jalan. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!