Perlu Langkah Menuju Usaha Tani Modern Yang Peka terhadap Iklim Ekstrim

28/05/2011 0 Comments

Oleh : Asno Sutarno, SP, MP

Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, maka kebutuhan konsumsi terhadap hasil produksi pertanian pun kini semakin meningkat. Namun, supley untuk konsumsi tentu harus dibarengi dengan kelangsungan produksi.

Akan tetapi, pada akhir-akhir ini kita sangat merasakan supley hampir dari setiap komoditi cukup sulit, karena produksi di tingkat petani tidak bisa berjalan dengan baik akibat curah hujan yang terus-menerus. Sudah hampir dua tahun kita merasakan hujan berkepanjangan, hal itu berdampak pada kurang optimalnya produksi di tingkat petani.

Pertanyaannya, bagaimana langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Ini tergantung dari para pengambil kebijakan pada sektor pertanian, serta pemerintah peka terhadap kondisi iklim saat ini. Sehingga, produksi setiap komoditi bisa berjalan, dan cadangan untuk supley permintaan tetap ada walaupun iklim dalam kondisi ekstrim.

Langkah tersebut dapat dimulai dengan merubah iklim dengan iklim mikro melalui teknologi tepat guna untuk budidaya, serta membuat simulasi percontohan yang tepat, efisien, efektif, dan mudah ditiru di tingkat petani. Artinya, merubah sistem budaya yang pada saat ini sangat tidak relevan dengan cuaca/iklim.

Kalau kita perhatikan, sekarang ini banyak produk luar seperti dari Thailand, Taiwan, Jepang, Cina, masuk dan memasok kebutuhan permintaan masyarakat. Kenapa di luar bisa, karena mereka tidak kekurangan komoditi sayuran, buah-buahan, dan lain-lain.

Mereka sangat inovasi dalam melakukan langkah-langkah suatu produksi komoditi, serta menjaga untuk kebutuhan supley pada permintaan. Kemudian, kelebihan produksinya bisa mengisi permintaan luar negeri/eksport.

Teknologi bagaiman yang bisa kita terapkan pada sisi cuaca ekstrim ini, tentunya budidaya pertanian tidak terlepas dari temperatur atau suhu panas yang tepat untuk memenuhi kebutuhan hidup suatu komoditi.

Jadi artinya kita harus memodifikasi budaya petani kita dengan tidak bersandar pada kondisi keadaan cuaca semata. Misalnya menggunakan sungkup plastik pada lahan-lahan produksi, atau dengan kata lain kita bisa menggunakan sistem green house, hal itu untuk menjaga kesetabilan dalam produksi,.

Sebetulnya terobosan pemanfaatan teknologi tepat guna di Kota Banjar sangat memungkinkan, karena rata-rata luasan lahan pertanian yang ada di Kota Banjar terbilang kecil.

Namun, bisa diupayakan produktifitas yang lebih baik, yaitu dengan mengintensifkan dari semua kegiatan usaha itu sendiri. Pertanyaannya, siapa yang harus memulai dan siapa yang mendorong ke arah itu, tentunya semua pihak.

Tapi semua harus berintegrasi yang baik antara masyarakat petani, pihak swasta dan pemerintah. Sehingga, semuanya dapat terwujud dengan baik, dan peningkatan pendapatan bagi petani pun akan lebih meningkat, serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi oleh hasil produk masyarakat itu sendiri. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!