Warga Ontrog Instalatur Pasang Jalur Tanpa Tiang

13/05/2011 Berita Banjar
Warga Ontrog Instalatur Pasang Jalur Tanpa Tiang

Bentangan kabel listrik sepanjang kurang lebih 50 meter dari rumah Kartini yang diketingkan ke rumah Uus Haris terlihat ngambay karena tidak disertai pemasangan tiang baru. Foto : Eva Latifah/HR.

PLN UPJ Banjar akui ketahui rencana pemasangan

Banjar, (harapanrakyat.com),- Sejumlah warga di RT 01/11, Lingkungan Banjarkolot, Kel. Banjar, mengeluhkan dengan adanya pemasangan listrik di rumah milik Kartini, (warga setempat), yang dilakukan dua petugas dari CV Jatnika, pada malam hari sekitar jam 18.30, Senin (9/5).

Menurut Ketua RT 01, Iyan Suryana, bentangan kabel yang diketingkan pada jalur listrik di rumah milik Uus Haris, (tetangga Kartini), jaraknya kurang lebih mencapai 50 meter, namun tanpa menggunakan tiang.

Padahal, jarak sepanjang itu harus disertai dengan pemasangan tiang baru, lantaran bentangan kabel dapat membahayakan. Selain itu, kata Iyan, pihak PLN sebelumnya tidak mengabulkan permohonan pemasangan listrik yang diajukan Kartini.

“Bu Kartini memang mengajukan pemasangan listrik sendiri, tidak melalui program Lisdes. Dan setelah petugas PLN mengecek ke sini, katanya harus disertai dengan penambahan tiang, kalau tidak mau menambah tiang, ajuannya tidak akan di acc, makanya ajuan Bu Kartini ditolak PLN,” jelasnya.

Sedangkan, sembilan warga yang mengajukan pemasangan melalui Lisdes sampai saat ini belum bisa dilayani. Menurut pihak PLN, kata Iyan, karena di lingkungannya sudah terlalu banyak ketingan, sehingga harus memasang tiang baru untuk menyambungkan kabel ke tiang utama yang ada di depan/di pinggir Jl. Dipatiukur.

Padahal, jarak dari dari sembilan rumah warga ke tiang utama hanya 12 meter saja. “Tapi kenapa yang jaraknya lebih dari 50 meter bisa dipasang tanpa menggunakan tiang,” tanyanya.

Sementara itu, Ketua RW 11, Iwan, mengaku heran dengan sikap dua orang petugas tersebut. Selain melakukan pemasangan pada malam hari, mereka juga tidak meminta ijin kepada Uus saat mengketingkan kabel dari rumah Kartini ke rumah Uus.

Dikatakan Iwan, sebagai Ketua RW, dirinya bersama Iyan, Uus dan beberapa warga menghampiri kedua petugas tersebut. Setelah ditanya asal mereka, keduanya mengaku petugas dari CV Jatnika.

“Kemudian, setelah saya tanya seperti itu, saya mengatakan pada mereka akan menelpon PLN untuk menanyakan mengenai pemasangan listrik yang dilakukan mereka. Tapi tiba-tiba keduanya lari dan kabur menggunakan motornya. Warga sempat mengejarnya, namun mereka berhasil lolos,” tutur Iwan.

Menurut dia, dari salah seorang petugas warga hanya berhasil mendapatkan KTP atas nama Budianto, warga Tasikmalaya, KP. Bunar, RT 04/06, Desa/Kelurahan Setiawaras, Kecamatan Cibalong. Masa berlaku KTP tersebut sudah habis, yaitu 02-10-2008.

Iwan menambahkan, dengan dilakukannya pemasangan listrik pada rumah Kartini oleh dua orang petugas tersebut, telah menimbulkan kecemburan bagi warga lain yang telah mengajukan permohonan pemasangan listrik melalui program Lisdes.

“Jadi pertanyaan kami sekarang, kenapa dengan jarak yang begitu jauh bisa di acc, kemudian, bagaimana dengan keamanan kabel yang terlihat ngambay seperti ini,” katanya.

Sementara itu, menanggapi adanya keluhan dari warga tersebut, Supervisor Adm PLN UPJ Banjar Kota, Sucipto, ketika dihubungi melalui telepon selularnya, Selasa (10/5), mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan melakukan survey ulang.

“Kemudian mengenai pemasangan itu, dari info yang saya terima memang betul ada petugas dari CV Jatnika untuk pasang di pelanggan atas nama Kartini. Cuma mungkin dia kemalaman dan dipaksakan dipasang. Kalau masalah yang lainnya mungkin cukup jauh dari jaringan, jadi harus pasang tiang. Dan laporan warga akan saya tindaklanjuti,” pungkasnya. (Eva)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles