1 J U N I

02/06/2011 0 Comments

Bunyi dan ucapan Pancasila yang benar berdasarkan Inpres Nomer 12 Tahun 1968 adalah : 1. Ketuhanan Yang Maha Esa. 2. Kemanusian Yang Adil dan Beradab. 3. Persatuan Indonesia. 4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila merupakan ideologi dan dasar negara Indonesia. Itu tuntunan agar dapat terwujud sikap positif dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Pancasila yang telah ada dalam segala bentuk kehidupan rakyat Indonesia lahir pada 1 Juni 1945 dan ditetapkan 18 Agustus 1945 bersama-sama dengan UUD 1945.

Bung Karno sebagai penggagas Pancasila, dengan kepercayaan diri yang tinggi berpidato menguraikan Pancasila. Setiap sila disebutkan, hadirin bertempuk riuh, diakhiri dengan aplaus panjang. Tampak di sana, betapun rumusan Pancasila itu digali dari bumi Indonesia, kandungan nilainya bisa diterima secara universal.

Keberanian Bung Karno mengkampanyekan Pancasila kepada dunia kembali disampaikan dalam pidatonya di PBB 30 September 1960, yang berjudul “To Build the Word Anew“. Ia menyangkal  pendapat seorang filsuf Inggris Bertrand Russel, yang membagi dunia ke dalam poros ideologis. ”Maafkan, Lord Russel. Saya kira Tuan melupakan adanya lebih dari 1000 juta rakyat, rakyat Asia dan Afrika, dan mungkin pula rakyat Amerika Latin, yang tidak menganut ajaran Menifesto Komunis atau pun Declaration of Independence“.

Selanjutnya ia katakan, Indonesia tidak dipimpinan oleh kedua paham itu, tidak mengikuti konsep liberal ataupun komunis. “Dari pengalaman kami sendiri dan dari sejarah kami sendiri, tumbuhlah sesuatu yang lain, sesuatu yang jauh lebih sesuai, sesuatu yang lebih cocok”. Lantas ia simpulkan, ”Sesuatu itu kami namakan Pancasila.”

Pancasila adalah pedoman dalam menuju Indonesia yang berdaulat, bahagia, sejahtera, dan damai. Apa kebahagian? Apabila rakyat merasa hidup bahagia. Cukup makan, pakaian, tempat tinggal (rumah) memuaskan, kesehatan terpelihara, anak-anak dapat di sekolahkan, ada perasaan hari kemudian terpelihara.

Kalimat-kalimat di atas adalah catatan materi kuliah Mohammad Hatta tahun 1958-1959. Salah satu pendiri bangsa dan proklamator kemerdekaan Indonesia yang terlibat aktif dalam penyusunan UUD 1945 itu melanjutkan. ”Sekalipun merasakan kekurangan kemakmuran-kemakmuran yang tak pernah tercapai orang  merasa hidupnya terpelihara, keperluan yang terpenting dapat dipuaskan“.

Pada 1 Juni ini kita diingatkan kembali seperti kisah di atas, kini saatnya mengembalikan Pancasila ke dalam rumahnya. Menjadikan Pancasila sebagai pegangan hidup bangsa Indonesia, yang menghidupkan nilai, sikap, perilaku, dan kelembagaan formal kita.***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!