Desa Cibeurem Galakan Tanam Cabai Rawit di Polybag

Pada program gemar menanam, masyarakat Desa Cibeureum, Kec. Banjar, serentak melakukan penanaman cabai rawit di halaman rumah masing-masing. Tampak tanaman cabai rawit milik salah seorang warga telah berbuah dan siap dipanen. Foto : Abdulloh Mukhlis/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Dengan menggunakan media polybag, sebagian besar masyarakat Desa Cibeureum, Kec. Banjar, serentak melakukan penanaman cabai rawit di halaman rumahnya masing-masing.

Kepala Desa Cibeureum, H. Tatang, mengatakan, dalam program gemar menanam yang dicanangkan pemerintah pusat, pihaknya menginstruksikan kepada masyarakat agar di wilayah Desa Cibeureum digebyarkan pula dengan kegiatan menanam cabai rawit.

“Bersamaan program itu mau dilaksanakan, serentak di pasaran harga cabai rawit melambung tinggi. Maka pas rasanya moment semarakan Desa Cibeureum untuk menanam cabai rawit,” katanya, Selasa (7/6).

Pada program tersebut, pihak desa menyiapkan polybag seukuran kaleng cat 5 kilogram, berikut benih cabai rawit. Masing-masing tugu minimal mempunyai lima polibek tanaman cabai rawit.

Namun, pihaknya menyarankan agar setiap rumah idealnya memiliki 20 polybag. Dalam waktu tiga bulan warga sudah dapat memetik hasilnya, sehingga nanti dua pohon untuk dikonsumsi sendiri, dan selebihnya bisa dititipkan di warung.

“Hirup di palemburan sakalieun cengek mah ulah meuli, sakalieun arek nyambel mah ulah bingung neangan cengek. Karena mungkin sudah kebiasaan kita, makan tidak lepas dari menu yang namanya sambal. Makanya dengan kesiapan masyarakat itu sendiri, kami mengupayakan sarana dan prasarananya, seperti polybag dan benihnya,” tutur Tatang.

Dikatakan Tatang, sebagian besar masyarakat antusias menyambut program tersebut, dan mereka langsung melakukan penanaman. Dan, bagi warga yang belum menanam, diharapkan ke depannya mau melakukan hal serupa.

Jangan sampai ada istilah tinggal minta ke tetangga yang sudah menanam. Bahkan, pihaknya menyarankan kalau ada yang minta jangan dikasih. Namun, bukan berarti mengajarkan pelit sesama tetangga, tapi biar gebyar menanamnya dapat dirasakan oleh semua masyarakat.

“Selain itu, supaya disiplin mau seperti yang lain menanam, karena polybag sudah disediakan, benih juga disiapkan, tinggal ada kemaunnya. Dengan demikian, bercocok tanam bukan harus menanam padi di sawah saja, tapi di darat pun kita bisa bertani, seperti tanam cabai, bawang daun, terung dan tomat. Tujuannya, supaya kebutuhan dapur kita bisa terpenuhi, dan tidak akan kaget mendengar melambungnya harga cabai,” pungkas Tatang. (AM)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

2 Responses

  1. omyosa24/08/2011 at 15:13Reply

    “MARI KITA BUATi
    PETANI TERSENYUMi
    KETIKA PANEN TIBA”

    Petani kita sudah terlanjur memiliki mainset bahwa untuk menghasilkan produk-produk pertanian berarti harus gunakan pupuk dan pestisida kimia.
    NPK yang antara lain terdiri dari Urea, TSP dan KCL serta pestisida kimia pengendali hama sudah merupakan kebutuhan rutin para petani kita, dan sudah dilakukan sejak 1967 (masa awal orde baru) hingga sekarang.
    Produk hasil pertanian mencapai puncaknya pada tahun 1984 pada saat Indonesia mencapai swasembada beras dan kondisi ini stabil sampai dengan tahun 1990-an. Capaian produksi padi saat itu bisa 6 — 8 ton/hektar.

    Petani kita selanjutnya secara turun temurun beranggapan bahwa yang meningkatkan produksi pertanian mereka adalah Urea, TSP dan KCL, mereka lupa bahwa tanah kita juga butuh unsur hara mikro yang pada umumnya terdapat dalam pupuk kandang atau pupuk hijau yang ada disekitar kita, sementara yang ditambahkan pada setiap awal musim tanam adalah unsur hara makro NPK saja ditambah dengan pengendali hama kimia yang sangat merusak lingkungan dan terutama tanah pertanian mereka semakin rusak, semakin keras dan menjadi tidak subur lagi. Sawah-sawah kita sejak 1990 hingga sekarang telah mengalami penurunan produksi yang sangat luar biasa dan hasil akhir yang tercatat rata-rata nasional hanya tinggal 3, 8 ton/hektar (statistik nasional 2010).

    Tawaran solusi terbaik untuk para petani Indonesia agar mereka bisa tersenyum ketika panen tiba, maka tidak ada jalan lain, perbaiki sistem pertanian mereka, ubah cara bertani mereka, mari kita kembali kealam.

    System of Rice Intensification (SRI) yang telah dicanangkan oleh pemerintah (SBY) beberapa tahun yang lalu adalah cara bertani yang ramah lingkungan, kembali kealam, menghasilkan produk yang terbebas dari unsur-unsur kimia berbahaya, kuantitas dan kualitas, serta harga produk juga jauh lebih baik.
    SRI sampai kini masih juga belum mendapat respon positif dari para petani kita, karena pada umumnya petani kita beranggapan dan beralasan bahwa walaupun hasilnya sangat menjanjikan, tetapi sangat merepotkan petani dalam proses olah lahan budidayanya.

    Selain itu petani kita sudah terbiasa dan terlanjur termanjakan oleh sistem olah lahan yang praktis dan serba instan dengan menggunakan pupuk dan pestisida kimia, sehingga umumnya sangat berat menerima metoda SRI ini.
    Mungkin tunggu 5 tahun lagi setelah melihat petani tetangganya berhasil menerapkan metode tersebut.

    Tawaran solusi yang lebih praktis yang perlu dipertimbangkan dan sangat mungkin untuk dapat diterima oleh masyarakat petani kita untuk dicoba, yaitu:

    “BERTANI DENGAN SISTEM GABUNGAN SRI DIPADUKAN DENGAN PENGGUNAAN EFFECTIVE MICROORGANISME 16 PLUS (EM16+), PUPUK ORGANIK AJAIB SO/AVRON/NASA, AGEN HAYATI PENGENDALI HAMA TANAH/
    TANAMAN GLIO dan BVR, DAN
    POLA JAJAR GOROWO”,

    Cara gabungan ini hasilnya tetap PADI ORGANIK yang ramah lingkungan seperti dikehendaki SRI, tetapi pengolahan tanah sawahnya lebih praktis, dan hasilnya bisa meningkat 100% — 400% dibanding pola tanam seperti sekarang.

    • SRI adalah teknik budidaya padi inovatif yang diketemukan tahun 1980¬an oleh seorang
    biarawan Perancis bernama Henri de Laulanié. Pada sekitar tahun 1980¬an metodologi ini hanya berkembang terbatas di Madagaskar, tempat Laulanié mengabdikan dirinya sejak tahun 1961. Menjelang akhir tahun 1990-an, SRI mulai mendunia berkat usaha keras Prof. Dr. Norman Uphoff Cornel University, Amerika Serikat. Pada tahun 1997, Prof. Norman Uphoff memberikan presentasi di Bogor.

    SRI saat ini ”sedang berjalan” dan belum selesai.
    Metode SRI memungkan petani :
    1. Meningkatkan produksi padi lebih dari 50 %
    2. Mengurangi input dan biaya
    a. Mengurangi bibit 80 % ¬ 90 %
    b. Air Irigasi hanya 25% ¬ 50 %
    c. Pupuk kimia ditiadakan
    d. Jumlah produksi lebih tinggi .

    Menurut Norman Uphoff SRI tujuan utamanya adalah PRODUCTIVITY tidak hanya meningkatkan HASIL . SRI dalam waktu sama akan menghasilkan produktifitas antara
    lain :
     Hasil per¬unit area lebih tinggi
     Hasil kerja perhari yang didapat buruh lebih tinggi.
     Lebih banyak tanaman yang mendapat dengan metode SRI
     Mendapat keuntungan yang lebih tinggi .

    Lima (5) dasar simple dari SRI yang mendasar yaitu :
    1. Menggunakan bibit muda : untuk melindungi pertumbuhan potensial
    2 Spasi/jarak tanam yang lebar dan menggunakan bibit tunggal.
    3. Memperhankan tanah basah tetapi tidak menggenang
    4. Mempertinggi soil organic
    5. Sirkulasi dalam tanah terjaga semaksimal mungkin
    Dari pengalaman SRI di Negara-negara Banglades , Cambodia, China, Indonesia,Nepal, Srilangka, Vietnam bahwa terjadi pengningkatan produksi untuk padi sebesar rata 52 %
    untuk pemberian air berkurang 40 % , biaya yang bisa dihemat antara 25 % dan income yang didapat sebesar rata 128 %. (Humas SDA)
    Sumber: http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/business-economy/1855235-budidaya-padi-model-sri/#ixzz1VpK4UdtK

    •EM16+ merupakan cairan bakteri fermentasi generasi terakhir dari effective microorganism yang sudah sangat dikenal sebagai alat komposer terbaik yang mampu mempercepat proses pengomposan dan mampu menyuburkan tanaman dan meremajakan/merehabilitasi tanah rusak akibat penggunan pupuk dan pestisida kimia yang tidak terkendali,
    • SO/AVRON/NASA merupakan pupuk organik lengkap yang meme-nuhi kebutuhan unsur hara makro dan mikro tanah dengan kandungan asam amino paling tinggi yang penggunaannya sangat mudah,
    •GLIO adalah agen hayati pengen-dali hama yang hidup didalam tanah digunakan pada saat olah tanah sedangkan BVR adalah agen hayati pengendali hama yang digunakan apabila tanaman terserang hama seperti walang sangit, kutu, wereng, dll.
    • JAJAR GOROWO adalah sistem penanaman padi yang diselang alur/selokan/parit yang lego, jero, dan dowo, bisa 2 padi selang 1 gorowo atau 4 padi selang 1 gorowo, dan
    • yang paling penting dalam bertani pola gabungan ini adalah relative lebih mudah olah lahannya dan lebih murah biayanya serta hasilnya lebih baik dan lebih lestari.

    CATATAN:
    1.Bagi Anda yang bukan petani, tetapi berkeinginan memakmurkan/ mensejahterakan petani sekaligus ikut mengurangi tingkat pengangguran dan urbanisasi masyarakat pedesaan, dapat melakukan uji coba secara mandiri sistem pertanian organik ini pada lahan kecil terbatas di lokasi komunitas petani sebagai contoh (demplot) bagi masyarakat petani dengan tujuan bukan untuk Anda menjadi petani, melainkan untuk meraih tujuan yang lebih besar lagi, yaitu ANDA MENJADI AGEN SOSIAL penyebaran informasi pengembangan system pertanian organik diseluruh wilayah Indonesia.
    2.Bertani organik tidak saja hanya untuk budidaya tanaman padi sawah, tetapi bisa juga untuk berbagai produk-produk agro bisnis yang meliputi pertanian (padi, palawija, buah dan sayuran), perkebunan, perikanan, dan peternakan.

    Hasil panen setelah menggunakan Pupuk Ajaib

    Kesaksian untuk tanaman pertanian tanpa pestisida kimia, dan perangsang tumbuh tambahan lainnya :

    * Cabe Organik bisa mencapai 6 kg/ pohon, dan umur tanaman bisa sampai 3 tahun.
    * Padi Organik bisa mencapai 16—24 ton /ha.
    * Bawang Merah Organik bisa mencapai 24–36 ton/ha.
    * Jamur Tiram Organik bisa meningkat 300 %, dan bebas ulat.
    * Bawang Daun Organik bisa mencapai rata-rata 1 kg/batang.
    * Kol Organik bisa mencapai rata-rata 5-8 kg/pohon.
    * Sawit sudah tidak produktif bisa kembali lagi produktif.

    Kesaksian untuk hewan dan ikan tanpa vaksin, antibiotik, dan vitamin lainnya :

    * Nila 3cm dirawat 2 minggu bisa sebesar umur 2 bulan.
    * Bebek afkir biasanya telurnya 10% bisa meningkat 50% lebih.
    * Sapi beratnya meningkat diatas 1 kg/hari pakannya rumput.
    * Broiler bisa panen pada hari ke 28-29 berat 1,5-1,7 kg.
    * Pembibitan lele angka kematian bisa sampai pada 0%.
    * Budidaya belut bibit 3 bulan bisa mencapai 500 gram/ ekor.
    * Lele 5—7 cm bisa panen dalam waktu 29 hari.

    Bertani dengan pola jajar gorowo
    Kata “gorowo” diambil dari bahasa Jawa yaitu “lego”, “jero” dan “dowo”. Lego artinya luas/lebar, jero artinya dalam dan dowo artinya panjang.
    Teknologi jajar gorowo merupakan rekayasa teknik tanam dengan mengatur jarak tanam antar rumpun dalam barisan dan antar barisan dalam bedengan sehingga terjadi pemadatan, rumpun padi dalam barisan dan perenggangan jarak antar barisa, sehingga seluruh rumpun padi berada dibarisan pinggir dari bedengan.
    Cara tanam padi dengan pola gorowo merupakan rekayasa teknologi pertanian padi sawah yang ditujukan untuk memperbaiki produktivitas usaha tani padi. Teknologi ini merupakan perubahan dari teknologi jarak tanam tegel menjadi tanam jajar legowo dan disempurnakan menjadi jajar gorowo.
    Pola tanam jajar gorowo bisa 2:1 atau 4:1. Pada pola jajar gorowo 2:1, bedengan dibuat selebar 60 cm, yang akan ditanami dua barisan tanaman. Diantara 2 bedengan terdapat lorong sedalam 30-40 cm, dengan lebar 25 cm, sehingga jarak antar barisan tanaman padi pada bedengan pertama dan berikutnya menjadi 45 Cm (10cm pinggir bedengan + 25cm gorowo + 10cm pinggir bedengan berikutnya), jarak tanam pada barisan masing-masing 18 cm s/d 20 cm, tetapi jarak tanam antar barisan berikutnya damam bedengan 40 cm.
    Hasil penelitian jajar gorowo 4:1 menunjukkan bahwa rumpun padi yang berada di barisan pinggir hasilnya bisa 2(dua) sampai 3 (tiga) kali lipat lebih tinggi dibandingkan produksi rumpun padi yang berada di bagian dalam yang hanya memperoleh border effect dari tanamam pinggir.
    Rekayasa teknik tanam padi dengan cara tanam jajar gorowo 4:1 atau 2:1. Berdasarkan hasil penelitian terbukti meningkatkan produksi padi sebesar 12-18%.

    GAMBAR PLAN
    demplot padi sawah luas 50 m2 dengan sistem gabungan
    SRI + PO + EM16+ dengan pola JAJAR GOROWO

    Lebar galengan 35 cm, lebar gorowo 25 cm, lebar bedengan 60 cm, jarak antar barisan 40 cm, jarak antar rumpun pada barisan 18–20 cm

    Keuntungan menggunakan jajar gorowo adalah:
    1. Pada cara tanam jajar gorowo 2:1, rumpun tanaman padi berada pada barisan pinggir pematang, sedangkan pada cara tanam jajar gorowo 4:1 sebagian berada pada bagian tengah yang akan mendapat manfaat border effect dari padi yang ada di pinggir.
    2. Jumlah rumpun padi meningkat sampai 33%/ha.
    3. Meningkatkan produktivitas padi 12%.
    4. Memudahkan pemeliharaan tanaman.
    5. Masa pemeliharaan ikan dapat lebih lama, yaitu 70-75 hari, dibanding cara tanam biasa yang hanya 45 hari.
    6. Hasil ikan yang diperoleh dapat meningkatkan usaha tani.
    7. Dapat meningkatkan pendapatan usaha tani antara 10-30%.
    Keuntungan bertani pola gabungan SRI, EM16+, PO, agen hayati pengendali hama GLIO/BVR, dan jajar gorowo adalah:
    1. Mampu meningkatkan hasil sampai 400% dan kualitas produksi yang lebih baik, termasuk harga jual yang tinggi dibanding pola tanam biasa.
    2. Sistem gorowo yang memberikan ruang (lorong) yang luas dan dalam dapat dan sangat cocok dikombinasikan dengan pemeliharaan ikan (minapadi)

    Semoga petani kita bisa tersenyum ketika datang musim panen.

    AYOOO PARA PETANI DAN SIAPA SAJA YANG PEDULI PETANI!!!! SIAPA YANG AKAN MEMULAI? KALAU TIDAK KITA SIAPA LAGI? KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI?

    Apakah Anda siap menjadi donatur bagi pekerja sosial agen penyebaran informasi, atau Anda sendiri siap sebagai agen penyebaran informasi itu dilokasi sekitar Anda berada, atau yang lebih luas lagi diseluruh Indonesia?

    ditunggu komentarnya
    di omyosa@gmail.com; atau di 02137878827, 081310104072,
    atau bisa juga langsung di http://frigiddanlemahsahwat.blogspot.com/2011/07/pertanian-pembangunan-pertanian.html

  2. karangkobar.net09/11/2011 at 09:38Reply

    Heya i’m for the first time here. I came across this board and I in finding It really useful & it helped me out much. I hope to present one thing again and aid others like you aided me.

Leave a Reply