Petani Rancah Kesulitan Mendapat Pupuk Bersubsidi

02/06/2011 1 Comment

Rancah, (harapanrakyat.com),- Sejumlah petani di Kecamatan Rancah mengaku kesulitan mendapat pupuk bersubsidi jenis Urea. Akibatnya, petani Rancah terpaksa harus membeli pupuk bersubsidi ke pengecer di Kecamatan Rajadesa.

Seorang petani yang namanya enggan dikorankan, ketika ditemui HR Senin (30/5), mengatakan, petani di wilayah Rancah masih banyak yang membeli pupuk bersubsidi jenis urea dari pengecer, bukan dari distributor.

“Petani di Rancah banyak sekali membutuhkan pupuk, apalagi ketika masa tanam padi dan palawija. Namun ketersedian pupuk bersubsidi masih sering kekurangan, sehingga saya harus membeli kebutuhan pupuk dari daerah luar Kecamatan Rancah,”ungkapnya.

Padahal, tambah dia, hitungan jumlah kebutuhan petani saat pengajuan pupuk bersubsidi untuk wilayah Rancah sebenarnya sudah sesuai dengan kondisi riil, akan tetapi kerap kali kekurangan.

“ Kita juga tidak habis pikir, kemana sebagian lagi pupuk bersubsidi turunnya. Kenyataannya distributor pupuk tidak bisa menyediakan pupuk bersubsidi sesuai dengan kebutuhan petani, sehingga acapkali sering kekurangan,”katanya.

Tokoh Pemuda Rancah, Tatang, menyayangkan apabila pasokan pupuk bersubsidi untuk kebutuhan petani di Rancah kekurangan. “Seharusnya Pemkab segera bertindak menyusul kelangkaan pupuk bersubsidi di wilayah Rancah. Karena pupuk itu pun oleh petani dibeli, tidak gratis,”tegasnya, kepada HR, Senin (30/5).

Tatang pun menambahkan kini banyak sekali petani yang membeli pupuk di luar Kecamatan Rancah, karena mereka beralasan pupuk di Kecamatan Rancah langka. Padahal distributor penyediaan pupuk berada di Rancah.

Dihubungi terpisah, Distributor Pupuk Wilayah Rancah yang juga pemilik CV. Karya Mulya, Jaja, membantah adanya kelangkaan pupuk bersubsidi di Kecamatan Rancah. Dia mengatakan pupuk bersudsidi untuk wilayah Rancah masih mencukupi, termasuk untuk pupuk jenis urea.

“Apabila ada petani yang membeli pupuk di luar wilayah rayon peredaran pupuk bersubsdi, itu tidak jadi masalah. Karena kebutuhan pupuk untuk petani cukup besar, namun bukan berarti kami sebagai distributior tidak menyediakan,”jelasnya, ketika dihubungi HR via telepon selulernya, Senin (30/5).

Menurut Jaja, apabila ada pengecer menjual pupuk bersubsidi ke wilayah bukan rayon peredaran, menurut aturan tidak boleh, apalagi menjualnya pupuk urea.

“Akan ada tindakan tegas kepada pengecer yang menjual pupuk urea bukan di wilayah rayon penjualannya. Karena kebutuhan untuk wilayahnya nanti tidak akan tercukupi. Sebab jumlah pasokan pupuk bersubsidi akan disesuaikan dengan kebutuhan petani di masing-masing wilayah,”terangnya.

Sementara itu, Atang, Pengecer Pupuk di Kecamatan Rajadesa membenarkan penjualan pupuk bersubsidi miliknya di jual ke patani Rancah.

“Karena banyak petani yang datang ke toko. Saya tidak bisa menolak apabila ada petani yang membeli pupuk ke toko, meski sebenarnya petani tersebut bukan berada pada rayon peredaran pupuk bersubsidi Kecamatan Rajadesa. Tetapi dari segi harga jual sama dengan distributor, Rp 80 ribu perkarung atau Rp 1600 per Kg,”pungkasnya (es)

About author

Related articles

1 Comment

  1. omyosa July 22, at 16:53

    SUDAHLAH, JANGAN MENGELUH !!! MARI KITA BUAT PETANI TERSENYUM KETIKA PANEN TIBAPetani kita sudah terlanjur memiliki mainset bahwa untuk menghasilkan produk-produk pertanian berarti harus gunakan pupuk dan pestisida kimia, NPK yang antara lain terdiri dari Urea, TSP dan KCL serta pestisida kimia pengendali hama sudah merupakan kebutuhan rutin para petani kita, dan sudah dilakukan sejak 1967 (masa awal orde baru) , dengan produk hasil pertanian mencapai puncaknya pada tahun 1984 pada saat Indonesia mencapai swasembada beras dan kondisi ini stabil sampai dengan tahun 1990-an. Petani kita selanjutnya secara turun temurun beranggapan bahwa yang meningkatkan produksi pertanian mereka adalah Urea, TSP dan KCL, mereka lupa bahwa tanah kita juga butuh unsur hara mikro yang pada umumnya terdapat dalam pupuk kandang atau pupuk hijau yang ada disekitar kita, sementara yang ditambahkan pada setiap awal musim tanam adalah unsur hara makro NPK saja ditambah dengan pengendali hama kimia yang sangat merusak lingkungan dan terutama tanah pertanian mereka semakin tidak subur, semakin keras dan hasilnya dari tahun ketahun terus menurun.Tawaran solusi terbaik untuk para petani Indonesia agar mereka bisa tersenyum ketika panen, maka tidak ada jalan lain, perbaiki sistem pertanian mereka, ubah cara bertani mereka, mari kita kembali kealam.System of Rice Intensification (SRI) yang telah dicanangkan oleh pemerintah (SBY) beberapa tahun yang lalu adalah cara bertani yang ramah lingkungan, kembali kealam, menghasilkan produk yang terbebas dari unsur-unsur kimia berbahaya, kuantitas dan kualitas, serta harga produk juga jauh lebih baik. Tetapi sampai kini masih juga belum mendapat respon positif dari para petani kita, karena pada umumnya petani kita beranggapan dan beralasan bahwa walaupun hasilnya sangat menjanjikan, tetapi sangat merepotkan petani dalam proses budidayanya.Selain itu petani kita sudah terbiasa dan terlanjur termanjakan oleh system olah lahan yang praktis dan serba instan dengan menggunakan pupuk dan pestisida kimia, sehingga umumnya sangat berat menerima metoda SRI ini. Mungkin tunggu 5 tahun lagi setelah melihat petani tetangganya berhasil menerapkan metode tersebut.Kami tawarkan solusi yang lebih praktis yang perlu dipertimbangkan dan sangat mungkin untuk dapat diterima oleh masyarakat petani kita untuk dicoba, yaitu:"BERTANI DENGAN POLA GABUNGAN SISTEM SRI DIPADUKAN DENGAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK AJAIB SO/AVRON/NASA + EFFECTIVE MICROORGANISME 16 PLUS (EM16+), DENGAN SISTEM JAJAR LEGOWO".Cara gabungan ini hasilnya tetap PADI ORGANIK yang ramah lingkungan seperti yang dikehendaki pada pola SRI, tetapi cara pengolahan tanah sawahnya lebih praktis, dan hasilnya bisa meningkat 60% — 200% dibanding pola tanam sekarang.PUPUK ORGANIK AJAIB SO/AVRON/NASA merupakan pupuk organik lengkap yang memenuhi kebutuhan unsur hara makro dan mikro tanah dengan kandungan asam amino paling tinggi yang penggunaannya sangat mudah, sedangkan EM16+ merupakan cairan bakteri fermentasi generasi terakhir dari effective microorganism yang sudah sangat dikenal sebagai alat composer terbaik yang mampu mempercepat proses pengomposan dan mampu menyuburkan tanaman dan meremajakan/merehabilitasi tanah rusak akibat penggunan pupuk dan pestisida kimia yang tidak terkendali, sementara itu yang dimaksud sistem jajar legowo adalah sistem penanaman padi yang diselang legowo/alur/selokan, bisa 2 padi selang 1 legowo atau 4 padi selang 1 legowo dan yang paling penting adalah relative lebih murah.Semoga petani kita bisa tersenyum ketika datang musim panen.AYOOO PARA PETANI DAN SIAPA SAJA YANG PEDULI PETANI!!!! SIAPA YANG AKAN MEMULAI? KALAU TIDAK KITA SIAPA LAGI? KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI?CATATAN: Bagi Anda yang bukan petani, tetapi berkeinginan memakmurkan/mensejahterakan petani sekaligus ikut mengurangi tingkat pengangguran dan urbanisasi masyarakat pedesaan, dapat melakukan uji coba secara mandiri system pertanian organik ini pada lahan kecil terbatas di lokasi komunitas petani sebagai contoh (demplot) bagi masyarakat petani dengan tujuan bukan untuk Anda menjadi petani, melainkan untuk meraih tujuan yang lebih besar lagi, yaitu Anda menjadi AGEN SOSIAL penyebaran informasi pengembangan system pertanian organik diseluruh wilayah Indonesia.Semoga Indonesia sehat yang dicanangkan pemerintah dapat segera tercapai.Terimakasih,Omyosa -- Jakarta Selatan 02137878827; 081310104072

    Reply

Leave a Reply