Angka Pengangguran Masih Tinggi, Tapi Konveksi Kembar Jaya Sulit Cari Naker

15/07/2011 0 Comments

Para pekerja tengah sibuk mengerjakan order dari sebuah perusahaan di Jakarta, yang selama ini telah menjadi mitra kerja Konveksi Kembar Jaya, yaitu menjahit pakaian anak-anak. Namun saat ini Konveksi Kembar Jaya kesulitan mencari calon tenaga kerja. Padahal, perusahaan ini mendapatkan pesanan dari kantor pusat per-hari mencapai 200 lusin. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Perusahaan Konveksi Kembar Jaya di Desa Rejasari, Kec. Langensari, Kota Banjar, yang bergerak di bidang jasa maklun konveksi kesulitan mencari calon tenaga kerja. Padahal, perusahaan ini mendapatkan pesanan dari kantor pusat per-hari mencapai 200 lusin.

Fenomena ini sungguh mengkagetkan, dimana angka pengangguran di kota terbungsu, di selatan Jawa Barat ini masih cukup tinggi. Demikian pula, dengan angka tenaga kerja yang merantau tiap tahunnya bertambah, akibat daerah pemekaran baru ini, masih minimnya lapangan pekerjaan.

Dayat, pemilik konveksi Kembar Jaya kepada HR, Senin (11/7), mengungkapkan fakta lainnya yang tak kalah mengejutkan. Menurutnya, Pemerintah Kota Banjar, melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), acapkali memberikan pelatihan menjahit kepada masyarakat. Bahkan, setelah dibekali keahlian masyarakat pun diberikan bantuan berupa mesin jahit.

Akan tetapi, berdasarkan temuannya dilapangan, usaha pihak Dinsosnakertrans terkesan kurang tepat sasaran dan tidak efisien. Betapa tidak, kata Dayat, banyak masyarakat yang telah menerima pelatihan dan bantuan mesin jahit, tak dapat bertahan atas keahliannya.

“Pembinaan berkelanjutan serta pengawasan yang lemah, menyebabkan penerima bantuan malah menjual mesin jahitnya. Hal itu akibat, merubah pola konsumtif menjadi produktif pada pelaksanaannya sangat sulit. Dan kebanyakan memilih jalan singkat,” ungkapnya.

Jadi menurut Dayat, lebih baik pemerintah memberikan pelatihan kepada masyarakat dan pihaknya siap menampung tenaga kerja terlatih. “Pemerintah melatih, saya menampung tenaga kerjanya. Selain lebih efisien buat pemerintah, sekaligus membantu usaha kami dalam pemenuhan tenaga kerja terlatih,” tambahnya.

Harapan dan permintaannya itu bukan tak berdasar. Dayat mengaku pernah membuka cabang usaha di beberapa daerah di kota Banjar, seperti di lingkungan Randegan dan lingkungan Lemburbalong, Kel. Pataruman.

Akan tetapi, kedua cabang barunya tersebut, Dayat sangat kesulitan mencari tenaga kerja untuk mengoperasikan mesin jahit miliknya dapat berproduksi.

“Tadinya mau buka diwilayah perkotaan, cuma sampai saat ini tidak ada peminat. Memang bekerja di konveksi harus punya keahlian, kalau ada masyarakat yang berminat, sebetulnya kami siap memberi pelatihan dulu. Tapi mungkin orang Banjar lebih tertarik bekerja diluar kota,” ujarnya.

Akibat kekurangan pekerja, dalam satu hari Konveksi Kembar Jaya hanya mampu menyelesaikan 100-120 lusin. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, Dayat mengharapkan adanya kerjasama dengan pihak pemerintah.

Upaya tersebut tentu akan menguntungkan bagi semua pihak, baik pemerintah, masyarakat peserta pelatihan maupun pemilik usaha jasa konveksi. Selain itu, bertujuan untuk mendidik masyarakat konsumtif menjadi produktif.

Berusaha di bidang jasa maklun konveksi tidak akan rugi. Sebab, bagi pemilik usaha seperti Dayat, hanya sebatas menyediakan tempat dan tenaga kerja. Sedangkan bahan dan peralatan disediakan oleh pihak perusahaan. Bahkan, usaha konveksi maklun telah memiliki pangsa pasar yang tetap yaitu mensuplai kebutuhan pabrik pusat.

Akhirnya Dayat memutuskan membuka cabang diluar kota Banjar yaitu di Panulisan, Kab. Cilacap Jawa Tengah dan di Sapuangin, Kec. Lakbok, Kab.Ciamis.

“Langkah itu dilakukan karena saya dikejar target oleh kantor pusat. Di Panulisan saya pasang sebanyak 30 unit mesin jahit, dan di Sapuangin bahkan hingga 50 unit. Malah minggu ini akan ditambah lagi sebanyak 30 unit,” tandasnya.

Melihat angka penambahan tersebut, maka kota Banjar telah kehilangan lapangan pekerjaan bagi 110 orang warga. Dan angka pengangguran tak beranjak menurun.

Dinsosnakertrans Sambut Baik Keinginan Kembar Jaya

Menanggapi permasalahan tersebut, Sekretaris Dinsosnakertrans Kota Banjar, Saefudin, mangaku, pihaknya menyambut baik mengenai keinginan pemilik usaha Konveksi Kembar Jaya.

Dikatakannya, saat ini Dinsosnakertrans tengah mendata dan mengumpulkan kembali para alumni yang telah mengikuti pelatihan, baik menjahit maupun pelatihan lainnya. Namun, yang jadi permasalahannya adalah, apakah masyarakat tersebut berminat atau tidak bekerja di jasa maklun.

“Masalah tersebut merupakan tanggung jawab kita, bagaimana caranya supaya mereka tertarik dan mau memanfaatkan ilmu yang telah didapat dari pelatihan. Saya kira kalau mengerjakan secara maklun, itu sangat menguntungkan, apalagi Konveksi Kembar Jaya sudah jelas pasarnya. Kami menyambut baik keinginan itu,” ucapnya, Selasa (12/7).

Saefudin menambahkan, untuk membicarakan lebih jauh tentang bagaimana aturan mainnya, maka alangkah lebih baiknya diadakan musyawarah antara pihak Konveksi Kembar Jaya dengan para alumni yang telah mengikuti pelatihan, sedangkan Dinsosnakertrans sebagai fasilitatornya.

Dengan demikian, pihaknya menyarankan agar pemilik Konveksi Kembar Jaya mengajukan surat rekomendasi mengenai berapa banyak tenaga kerja yang dibutuhkan, atau datang langsung ke Dinsosnakertrans. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!